MISTERI TV HANTU
Dodo membawa kotak yang besar dengan susah payah sih. Di jalan bertemu dengan Jojo yang sedang ngetem sih, ya kerjaannya sopir angkot. Dodo menghampiri Jojo yang berdiri di depan mobil angkot.
"Jojo bantuin aku!" kata Dodo meminta pertolongan pada Jojo.
Jojo pun mau bantu Dodo "Dodo. Isi kotak yang di bawa mu itu apa ? Kok repot amat!"
Dodo berhenti membawa Tv, ya di taruh di lantai sih.
"Tv lah.. Gede ini Tv yang aku beli," kata Dodo.
"Ngomong. Ngomong. Emangnya Dodo punya uang beli Tv?!" kata Jojo.
"Jojo. Remehen aku. Ya gini-gini aku mampu beli Tv lah," kata Dodo.
"Memangnya beli Tv di mana?!" kata Jojo.
"Beli Tv di toko loakan lah," kata Dodo.
"Tv murah," kata Jojo.
"Yang penting mampu beli Tv," kata Dodo.
"Jadi nggak di bantuin bawa tuh Tv?!" kata Jojo.
"Tidak perlulah. Aku sanggup bawa ini Tv sendirian ke rumah ku," kata Dodo.
Dodo pun membawa kotak yang berisi Tv ke rumah dengan baik. Jojo tetap dengan urusan kerjaanya lah.
Malam harinya.
Dodo berada di rumahnya, ya di ruang tengah sedang asik nonton Tv.
"Tv bekas gambarnya masih bagus banget," kata Dodo.
Dodo asik nonton Tv dengan acara Tv yang bagus.
"Aduh aku lupa beli popcron. Makan popcorn sambil nonton Tv enak. Ya sudahlah," kata Dodo.
Acara Tv yang di tonton bagus banget.
"Seharusnya aku ajak Jojo. Nobar (Nonton Bareng). Ya sudahlah nikmati nonton Tv sendirian," kata Dodo.
Dodo terus menonton Tv dengan baik banget. Tiba-tiba acara Tv berubah menjadi acara horor.
"Kok acara Tv-nya berubah sendiri," kata Dodo.
Dodo berusaha tidak takut dengan keadaan acara Tv yang berubah jadi horor. Keluarlah makluk yang menyeramkan sekali dari Tv, ya berlumuran darah. Makluk menyeramkan itu terus mendekati Dodo yang duduk di sofa.
"Makluk mendekati aku," kata Dodo.
Dodo makin takut banget.
"Kamu harus membayar apa yang kamu lakukan pada ku," kata Makluk menyeramkan.
Dodo makin takut banget dan berkata "Setan."
Dodo bergerak dengan cepat, ya lari keluar dari rumahnyalah. Makluk yang menyeramkan masih mengejar Dodo dengan baik sih. Dodo terus berlari dengan rasa ketakutan di kejar setan sih.
Di pos kamling. Hansip Heru sedang ngobrol dengan baik sama Pak Toha, ya ngobrolin Dodo yang harusnya jaga keamaan karena memang hansip juga sih. Dodo sampai di pos kamling.
"Dodo...akhirnya dateng juga," kata Pak Toha.
"Dodo tidak dateng. Di potong gajinya," kata Heru.
"Janganlah. Gaji kecil di potong," kata Dodo.
Dodo pun menceritakan makluk yang menyeramkan keluar dari Tv yang baru ia beli kepada Pak Toha dan Heru. Tetap saja Pak Toha dan Heru tidak percaya dengan omongan Dodo yang menceritakan horor itu. Pak RT dateng ke pos kamling, ya mendengar omongan warga yang ngobrol di poskamling.
"Jadi Dodo telat jaga keamanan. Ya potong gaji saja," kata Pak RT.
"Aduh Pak RT. Jangan potong gaji Dodo yang kecil itu," kata Dodo.
"Maka jangan telat jaga keamaan," kata Pak RT.
"Iya," kata Dodo.
Makluk yang menyeramkan masih mengejar Dodo sampai ke pos kamling. Dodo ketakutan dengan makluk menyeramkan itu, ya larilah dari situ. Pak RT ketakutan dengan makluk menyeramkan, ya lari dari situ. Makluk menyeramkan itu pun berkata "Kamu harus bertanggung jawab apa yang kamu perbuat pada ku."
Pak Toha dan Heru, ya ingin kabur sih. Ternyata makluk menyeramkan itu menghilang.
"Jangan-jangan Tv-nya Dodo itu hasil dari mencuri," kata Pak Toha.
"Dodo kan kerja jadi hansip. Mungkin bisa beli Tv," kata Heru membela Dodo.
"Gaji hansip kan kecil, sama kan dengan mu Heru," kata Pak Toha.
"Besok kita tanya saja tentang masalah Tv yang keluar makluk menyeramkan," kata Heru.
"Iya," kata Pak Toha.
Pak Toha dan Heru terus menjaga keamanan dengan baik.
Esok paginya.
Pak Toha dan Heru ke rumah Dodo. Di depan rumahnya Dodo. Pak Toha dan Heru mengetuk pintu dengan baik. Dodo tidak keluar juga. Pak Toha dan Heru, ya mendobrak pintu rumah Dodo, sampai terbuka. Jadinya pintu rumah Dodo rusaklah. Dodo dateng ke rumahnya dan berkata "Kalian berdua kenapa merusak pintu rumahku sampai rusak?!"
"Maaf urusan pintu rumah. Aku kirain kamu kabur karena urusan Tv itu," kata Heru.
"Tv itu bisa jadi Tv curian tahu," kata Pak Toha.
"Aku tidak mencuri," kata Dodo.
"Kan saat SD kamu mencuri pena aku," kata Heru.
"Masalah masih kecil di ungkit," kata Dodo.
"Tetap saja Dodo penah mencuri," kata Heru.
"Minjem tahu," kata Dodo membuat alasan lain.
"Ketahuan kamu mengambil pena aku," kata Heru.
"Masa begituan jadi panjang urusannya," kata Dodo.
"Ya sudahlah," kata Heru.
"Tv itu aku beli dari toko loakan," kata Dodo.
"Kalau begitu kita usut saja tuh Tv. Kita bawa Tv ke toko loakan untuk menanyakan asal usul tuh Tv," saran Pak Toha.
"Kita tanya sama si pemilik toko loakan," kata Dodo.
"Eeem," kata Heru.
Dodo masuk ke dalam rumahnya, ya mengambil Tv dan di bawa dengan baik sih. Dodo bersama Pak Toha dan Heru ke toko loakan untuk mencari tahu asal usul dari Tv tersebut. Sampai di toko loakan. Dodo mencari tahu kebenaran tentang Tv yang ia beli sama Pak Beni, ya pemilik toko loakan. Ya Pak Beni menjelaskan dengan baik tuh Tv. Pak Beni membeli dari seseorang yang butuh uang dan menjual Tv. Pak Beni membeli Tv itu deh dan di jual lagi di toko loakan. Pak Toha dan teman-teman beserta Pak Beni, ya mengusut dengan baik tuh Tv. Sampai akhirnya. Pencuri itu muncul, ya ingin mencuri di sebuah rumah yang gedong sih. Dodo yang membawa Tv dengan baik. Eeee tiba-tiba Tv hidup sendiri dan keluarlah makluk yang menyeramkan dari Tv mengejar pencuri tersebut.
"Kamu yang telah membunuh aku dan mencuri Tv kesayangan ku," kata Makluk yang menyeramkan.
"Maaf," kata Pencuri ketakutan banget.
Pak Toha dengan berani menghadapi makluk yang menyeramkan itu. Dengan doa Pak Toha, ya di buat tuh makluk menyeramkan tenang dan akhirnya menghilang. Pencuri pun di bawa ke kantor polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.


0 komentar:
Post a Comment