ADA KUBURAN DI KAMAR TIDUR
Malam begitu larut banget. Diana tidur di kamarnya. Tiba-tiba ada tangan memegang pinggulnya Diana. Terbangun lah Diana dari tidurnya dan melihat tangan yang ada di pinggulnya.
"Hantu," kata Diana yang takut.
Diana memejamkan matanya karena takut dan juga tidak bisa bangun dari tempat tidur.
"Aku harus gimana?" kata Diana.
Diana perpikir dengan baik untuk menolong dirinya dari masalah di ganggu hantu. Diana teringat doa penghusir hantu dan segera di baca doa tersebut dengan baik. Hantu pun menghilang. Diana tidak merasakan lagi ada tangan yang memegang pinggulnya. Di buka matanya Diana untuk memastikan dengan baik.
"Hantunya sudah pergi," kata Diana.
Diana pun bersyukur karena berhasil menghusir hantu yang menggangu. Diana tidur dengan dengan baik.
Esok harinya.
Diana bangun dari tidurnya dan memikirkan tentang hantu yang menggangu dirinya saat tidur. Diana pun vidio call ke Lisa. Saat itu Lisa sedang sarapan pagi bersama ibunya dan adiknya Mira.
"Siapa yang telpon pagi-pagi?" kata Lisa.
"Angkat saja telpon tersebut!" kata ibu.
Lisa pun mengangkat telpon dan tampaklah Diana di Hp.
"Ada Diana telpon pagi-pagi?" tanya Lisa.
"Ini Lisa. Aku ingin menceritakan masalah ku," kata Diana.
"Tentang apa?" kata Lisa.
"Tentang hantu yang menggangu aku saat tidur. Lalu aku bacain doa penghusir hantu. Ya hantunya pun menghilang," kata Diana.
"Hantu," kata Lisa.
Ibu yang mendengar omongan Lisa dan Diana dan berkatalah ibu "Jangan-jangan ada orang meninggal di rumahnya Diana. Kuburannya ada di rumah Diana."
"Kata ibu sih Diana. Ada orang yang meninggal di rumah Diana. Di kubur di rumah Diana," kata Lisa.
"Kaya aku inget dengan baik. Keluarga ku baik-baik saja tidak ada yang meninggal," kata Diana.
"Coba tanyain saja pada ibu atau ayah Diana. Tentang keadaan rumah yang sebenarnya!" kata Lisa.
"Aku akan tanya sama ibu dan ayah ku tentang keadaan di rumah," kata Diana.
Diana pun menyelesaikan vidio call dengan Lisa. Lisa melanjutkan sarapan paginya dengan baik bersama ibu dan adiknya Mira. Diana keluar dari kamarnya menemui ibunya yang sedang duduk di teras depan rumah sambil baca buku. Diana duduk di sebelah ibu dan berkata "Ibu."
Ibu berhenti membaca bukunya dan berkata "Apa?"
"Diana mau nanya sesuatu," kata Diana.
"Tentang apa?" kata ibu.
"Diana tadi malam di gangu hantu saat tidur. Diana bercerita pada Lisa tentang keadaan masalah Diana. Kata ibunya Lisa. Di rumah ada orang meninggal di kubur di rumah?" kata Diana.
"Orang yang meninggal di kubur di rumah. Kayanya tidak ada," kata ibu.
"Tidak ada ya." kata Diana.
Diana mau beranjak dari duduknya bersama ibunya. Tiba-tiba ibu mengingat dan berkata "Tunggu dulu!"
Diana pun duduk bersama ibu dengan baik untuk mendengarkan omongan ibu.
"Sebelum di bangun rumah. Dulunya tanah ini di beli sama orang miskin. Orang miskin tersebut punya anak yang meninggal karena penyakit dan di kuburkan di tanah ini. Ayah merenofasi rumah sampai tempat kuburuan. Mungkin di kamar Diana. Kuburan tersebut berada," kata ibu.
"Berarti benar di kamar ku itu tempat kuburan orang meninggal," kata Diana.
Diana meninggalkan ibu di teras depan rumah, ya melakukan kegiatan seperti biasanya. Ibu kembali membaca bukunya dengan baik.
Malam harinya.
Diana tidur di kamarnya dengan baik. Tiba-tiba muncullah hantu lagi yang berwujud anak kecil. Diana merasa kehadiran hantu dan membuka matanya dan berkata "Jangan ganggu aku. Hari ini aku capek!"
"Aku boleh tidur di sini!" kata Hantu.
"Silakan!" kata Diana.
Diana memejamkan matanya. Hantu tidur di sebelah Diana.
"Kalau di pikir dengan baik. Aku salah membiarkan hantu tidur bersama ku," kata hati Diana.
Diana pun membuka matanya dan juga bangun sih jadi Diana dalam keadaan duduk kasur. Hantu pun bangun juga sih dalam keadaan berdiri di kasur sih.
"Aku akan bacain doa agar kamu tenang, ya hantu!" kata Diana.
Diana membaca doa dengan baik sampai selesai. Hantu pun menghilang. Diana pun senang karena hantu telah tenang dan tidak mengganggu lagi dan kembali tidur Diana. Di luar rumah Hantu mengucapkan "Selamat tinggal Kakak yang baik!"
Hantu benar-benar pergi dari rumah Diana.


0 komentar:
Post a Comment