NAGA LANGIT
Mario sedang berburu di hutan. Dengan mengendap-endap Mario sedang mengincar seekor babi hutan yang masuk perangkapnya. Babi hutan memakan umpan Mario. Jeratan pun terlepas sang babi hutan terkurung oleh jeratan Mario. Segera Mario mendatangi buruanya di kurungan.
“Yes..dapet,” kata Mario.
Sang babi hutan terus berteriak karena ketakutan oleh Mario. Kemudian Mario menjerat babi hutan dan diikat kedua kakinya dan bawa pulang.
“Hari ini tangkapan lumayan hebat......kalau di makan enak. Tapi jual untung banyak ni, kalau diternak yang lumayan lagi,” celoteh Mario.
Melangkah Mario dengan gembira keluar dari hutan belantara. Sampai ke pinggir des. Mario melihat seekor naga membakar desanya. Para warga desa pun kocar-kacir. Mario bergegas dengan berlari menuju desanya. Berusaha membantu warga yang kesulitan. Banyak warga jadi korban. Rumah banyak terbakar. Naga pun pergi meningalkan desa dengan hangus terbakar oleh api yang dasyat.
“Haaaaa,” kemarahan Mario.
Mario mencari buku peninggalan kakek buyutnya yang di simpan rumahnya. Bergegas Mario ke rumahnya. Terlihat Cuma pintunya yang tersisa yang hancur lebur. Mario mendorong pintu tersebut roboh seketika. Mario membuka sebuah pintu bawah tanah di mana buku itu tersimpan. Dengan grasak-grusuk mencari buku kuno peninggalan kakeknya.
“Ini bukunya aku temukan,” kata Mario.
Buku tersebut dibukanya mencari keberadaan tinggal naga langit. Ternyata berdasarkan buku kuno naga langit tinggal di sebuah gunung tertinggi di daerahnya gunung itu di beri gunung kalimanjaro. Membuka lembaran berikutnya ternyata ada sebuah senjata yang dapat mengalahkan naga langit sebuah palu ajaib yang tersimpan di sebuah goa kuno.
“Ini harus ku dapatkan,” kata Mario.
Mario bergegas membereskan perbekalanya untuk mendapatkan palu ajaib. Sedang babi buruannya di berikan ke temannya bernama Lugi.
“Ini babi untuk kamu,” kata Mario.
“Ya terima kasih Mario. Tapi kamu mau kemana?,” tanya Lugi.
“Mau berburu naga langit,” kata Mario.
“Haaaaa,” kaget Lugi.
Mario berangkat dengan membawa buku kuno. Perjalan itu cukup panjang melewati hutan belantara. Mario terus melangkah mengikuti petunjuk buku kuno. Menjelang tengah malam Mario sampai di guo kuno dimana palu ajaib tersimpan. Mencari sebuah kayu dan dililitan sebuah kain, lalu di beri minyak. Kemudian Mario membuat api dari dua batu di benturkan. Terjadilah percikan api di arahkan ke kayu yang telah diberi minyak. Dengan sabar Mario melakukan membuat api. Akhirnya obor tercipta untuk penerangan. Mario masuk ke dalam goa dengan penerangan obor.
Pelan-pelan Mario masuk ke dalam goa yang gelap dan lembab itu. Terlihat sebuah palu ajaib dekat sebuah batu kristal berwarna putih. Karena cahaya kristal memantulkan cahaya. Sekejab goa pun terang benderang. Tiba-tiba sesosok besar di depan Mario.
“Whaaa,” terikan dari beruang hitam dan besar.
“Aaaaa,” teriak Mario kaget sekalus ketakutan.
Mario berlari kocar-kacir di dalam goa. Sang beruang terus mengejar Mario. Sampai obor ter jatuh ke lantai goa. Mario terus berusaha menghindar dari terkaman beruang. Dengan ggih Mario mendekati palu ajaib tersebut. sang beruang terus meraung karena terusik oleh Mario. Mengambil palu ajaib tersebut, kemudian berbalik dan memukul beruang.
“Bhuuuk,” suara pukulan.
Sang beruang terpental jauh sampai menabrak diding goa dan jatuh ke lantai goa. Batu berjatuhan menimpa beruang. Mario berusaha menghindari runtuhan Goa tersebut pada akhirnya selamet tapi terjebak dalam goa.
“Dasar sial gimana saya keluar,” kata Mario.
Mario sepanjang malam di dalam goa berpikir keras agar bisa keluar sambil memakan perbekalanya.
“Palu ini sudah di dapat. Oh iya buku kuno siapa tahu ada petunjuk,” celoteh Mario.
Mario mengeluarkan bukunya sambil mendekatkan cahaya obor. Mario terus membaca buku kuno sampai habis tidak ada satu penjelasan. Mario semakin frustasi. Kemudian mulai jengkel dengan memukul palu ajaib tersebut ke batu sampai hancur. Mario dapet ide untuk menghancurkan batu besar yang mengurung dinding goa. Di pukulnya oleh Mario batu besar tersebut.
“Bhuuuk,” suara pukulan.
Hancur batu tersebut sampai terlihat celah. Di pukul terus dengan palu ajaib tersebut pada akhirnya jebol juga batu besar tersebut. Mario berhasil keluar dari guo kuno. Melihat matahari yang cerah Mario senang sekali. bergegas untuk pergi ke gunung kalimanjaro. Berhari-hari Mario berjalan pada akhirnya sampai di gunung Kalimanjaro.
“Waah....tinggi juga gunungnya,” celoteh Mario.
Mario mulai memajat gunung tersebut dengan susah payah. Baru satu hari perjalan gunung yang di daki masih seperempatnya.
“Kapan sampainya,” celoteh Mario.
Berusaha sekuat tenaga Mario memanjat gunung Kalimanjaro yang tinggi. Terlihat ada sebuah celah berbentuk goa untuk istirahat. Mario bergegas untuk sampai di sana. Pada akhirnya dengan usaha gigih Mario sampai di goa tersebut. Mario istirahat sambil memakan perbekalannya.
“Waduh sampai kapan sampeknya ke atas gunung?,” celoteh Mario.
Rasa capek memanjat pun menghilang. Energi terisi kembali. Mario bergegas untuk memajat kembali.
“Ini goa bisa nembus gak ya,” celoteh Mario.
Mario mencoba masuk ke dalam goa dengan menghidupkan obor untuk penerangan. Terlihat jalan yang sangat panjang. Mario terus mencobanya. Tapi sampai ujung terlihat sebuah makluk besar lagi tidur.
“Up salah,” Celoteh Mario.
Mendengar suara aneh sang Makluk mulai resah. Kelopak matanya terbuka lalu terbangun.
“Wah dasar sial itu Monster Oger,” Celoteh Mario.
Mario berusaha menhindari Monster Oger. Meninggalkan tempat tersebut kembali ke posisi awal.
“Eehhhh andai saja bisa terbang bisa mudah sampai puncak,” celoteh Mario.
Palu ajaib merespon mulai bergetar Mario memegang dengan Erat sekali. terbanglah Mario ke langit dengan cepat sampai puncak gunung Kalimanjaro.
“Waaw hebat bener...gimana turunya,” celoteh Mario.
Mendengar kata Mario respon lagi palu ajaib turun ke bawah.
“Wah bahaya ini kalau sampai jatuh menabrak bumi,” celoteh Mario.
Palu merespon lagi tambah cepat lagi. Mario mulai sadar menggunakan palu ajaib.
“Palu ajaib naik ke langit,” perintah Mario.
Mario naik ke langit dengan cepat sekali.
“Palu ajaib terbang ke arah gunung di depan sana,” kata Mario.
Sang palu ajaib menerbangkan Mario ke gunung kalimanjaro.
“Palu ajaib turun secara pelan-pelan,” perintah Mario.
Palu ajaib menurunkan mario dengan aman. Tetapi Mario lupa yang di hadapannya naga besar yang sedang tidur pules.
“Waduh bagaimana cara mengalahkannya,” celoteh Mario.
Mario duduk di samping naga langit sambil memikirkan bagaimana membunuhnya?. Sambil memakan perbekalanya dan juga membaca buku kuno tetap tidak mendapat jawaban. Sampai-sampai Mario ketiduran. Mario pun tidur pules karena keletihan. Keesokan harinya Mario terbangun. Dengan penglihatan yang terkejut.
“Kemana naga langit pergi,” teriak Mario.
Mario tambah bingung dengan keadaan. Sang naga yang ingin bunuh Mario malah pergi. Pada akhirnya Mario menunggu sampai naga langit kembali ke sarangnya. Sambil membuka tas perbekalanya. Mario tetap melahap makan. Berhari-hari menunggu persediaan pun habis. Mario hendak turun untuk berburu meningalkan keinginannya membunuh naga langit. Terbang lah Mario dengan palu ajaibnya. Kemudian turun di hutan dengan sempurna pendaratannya sampai ke tanah. Mulai Mario membuat jebakan. Setelah jadi Mario menunggunya sampai ketiduran di bawah semak-semak untuk mengawasi jebakanya. Terbangun dari tidurnya Mario melihat jebakannya berhasil menangkap kelinci. Mario segera mengoleni kelinci tersebut panggang oleh Mario.
Setelah daging kelinci matang dengan segera menyantapnya makan tersebut dengan lahabnya. Mario menikmati tiap gigitan daging panggang tersebut. perut terasa kenyang di tambah minum air dari tempat air untuk menghilangkan dahaga. Tambah seger lagi Mario. Sang naga langit pulang kesangkarnya terlihat dari bayangannya yang besar dan juga suaranya.
“Yang ku tunggu dateng juga,” kata Mario.
Mario berlari ke arah pegununungan selanjut terbang dengan mengunakan palu ajaib untuk naik ke gunung kalimanjaro. Dengan cepat Mario melesat dan sampailah di sarang naga Langit. Mario memberanikan diri melawan naga langit. Mario mengerang dengan pukulan palu. Sang naga langit terbangun pada baru mau tidur. Terus menerus menyerang Mario pada akhirnya sang naga langit tambah marah menyemburkan api. Mario berusaha menghindari serangan mematikan naga langit. Ketika ada celah Mario memukul naga tersebut, sang naga langit terus menjerit kesakitan. Kemarahan naga langit membabi buta. Di kepakan sayapnya naga langit dengan kuat. Mario berusaha menahan gelombang angin yang kuat tersebut. terpentallah Mario melayang di udara sampai berputar-putar. Tetapi karena palu ajaib Mario kembali ke sarang naga langit. Kembali lagi Mario memukul naga langit saat ia lengah. Sang naga langit kembali menyemburkan api yang mematikan.
“Seandainya palu ini besar mungkin naga langit hancur,” celoteh Mario.
Lagi-lagi gara-gara kata yang baru di inginkan palu ajaib meresponnya. Berubahlah ajaib menjadi besar, tapi malah bingun sekali karena sang naga terus menyerang.
“Bahaya,” kata Mario.
Karena mario tidak mampu mengendalikan palunya maka terjatuh di sarang naga. Mario terdesak sang naga langit menginjak palu ajab yang besar itu. sang naga langit lagi mengumpulkan seluruh energi apinya di mulut dan mau menyemburkan ke Mario. Api pun mengarah Mario dengan sangat dasyat sekali. Mario menghindari dan berlari ke belakang naga untuk menghindari serangan.
Sang naga langit kecele di perkirakan penggangunya hancur. Lalu kembali untuk tidur. Dengan pelan-pelan menyelinap. Tapi menginjak suara lanting.
“Tak,” suara patah kayu kecil.
Sang naga menoleh ke arah suara berasal.
“Dasar sial,” celoteh Mario.
Sang naga langit marah karena penggangunya belum juga musnah. Berteriak keraslah sang naga langit sangking marahnya dan menyerang Mario. Dengan cepat Mario berlari ke arah palu ajaibnya dan memegangnya.
“Mengecil,” kata perintah Mario.
Sang palu ajaib meresponya dan berubah kembali mengecil. Mario mudah untuk membawa palu ajaib. Dengan segera Mario mengunakan palu ajaib untuk terbang. Melesatlah Mario menghindari serangan dari sang naga langit mengamuk. Di atas udara Mario melayang , lalu segera memukul sang naga langit dengan palu ajaib.
“Membesar,” kata Mario teriak keras.
Sang palu merespon berubah menjadi besar dan menghantam naga langit tepat di kepalanya.
“Buuuuk....dhoooom,” bunyi gelombang pukulan.
Sang naga langit terpukul sampai jatuh masuk ke dalam gunung kalimanjaro. Mario melihatnya sang naga langit terus jatuh menabarak di mana Monster Oger tidur. Sang Monster terusik oleh tertimpa bebatuan dan naga langit bangunan dari tidurnya, berteriak keraslah Monster Oger. Lalu bertarunglah Monster Oger dengan naga langit di dalam goa.
Mario turun dari langit ke pinggir sarang naga langit menyaksikan pertarungan naga langit dengan Monster Oger sambil menikmati perbekalanya. Berjam-jam menonton ke dua makluk buas tersebut. pada akhirnya sang naga langit mati di tangan Monster Oger dengan mematahkan lehernya sang naga langit. Sang Monster Oger berteriak keras karena kemenangannya. Mario pun senang karena sang naga langit mati. Segera meninggalkan gunung Kalimanjaro dengan mengunakan palu ajaib.
“Palu ajaib terbang,” kata Mario.
Terbanglah Mario dengan melesat sangat cepat menuju desanya.
“Yes..dapet,” kata Mario.
Sang babi hutan terus berteriak karena ketakutan oleh Mario. Kemudian Mario menjerat babi hutan dan diikat kedua kakinya dan bawa pulang.
“Hari ini tangkapan lumayan hebat......kalau di makan enak. Tapi jual untung banyak ni, kalau diternak yang lumayan lagi,” celoteh Mario.
Melangkah Mario dengan gembira keluar dari hutan belantara. Sampai ke pinggir des. Mario melihat seekor naga membakar desanya. Para warga desa pun kocar-kacir. Mario bergegas dengan berlari menuju desanya. Berusaha membantu warga yang kesulitan. Banyak warga jadi korban. Rumah banyak terbakar. Naga pun pergi meningalkan desa dengan hangus terbakar oleh api yang dasyat.
“Haaaaa,” kemarahan Mario.
Mario mencari buku peninggalan kakek buyutnya yang di simpan rumahnya. Bergegas Mario ke rumahnya. Terlihat Cuma pintunya yang tersisa yang hancur lebur. Mario mendorong pintu tersebut roboh seketika. Mario membuka sebuah pintu bawah tanah di mana buku itu tersimpan. Dengan grasak-grusuk mencari buku kuno peninggalan kakeknya.
“Ini bukunya aku temukan,” kata Mario.
Buku tersebut dibukanya mencari keberadaan tinggal naga langit. Ternyata berdasarkan buku kuno naga langit tinggal di sebuah gunung tertinggi di daerahnya gunung itu di beri gunung kalimanjaro. Membuka lembaran berikutnya ternyata ada sebuah senjata yang dapat mengalahkan naga langit sebuah palu ajaib yang tersimpan di sebuah goa kuno.
“Ini harus ku dapatkan,” kata Mario.
Mario bergegas membereskan perbekalanya untuk mendapatkan palu ajaib. Sedang babi buruannya di berikan ke temannya bernama Lugi.
“Ini babi untuk kamu,” kata Mario.
“Ya terima kasih Mario. Tapi kamu mau kemana?,” tanya Lugi.
“Mau berburu naga langit,” kata Mario.
“Haaaaa,” kaget Lugi.
Mario berangkat dengan membawa buku kuno. Perjalan itu cukup panjang melewati hutan belantara. Mario terus melangkah mengikuti petunjuk buku kuno. Menjelang tengah malam Mario sampai di guo kuno dimana palu ajaib tersimpan. Mencari sebuah kayu dan dililitan sebuah kain, lalu di beri minyak. Kemudian Mario membuat api dari dua batu di benturkan. Terjadilah percikan api di arahkan ke kayu yang telah diberi minyak. Dengan sabar Mario melakukan membuat api. Akhirnya obor tercipta untuk penerangan. Mario masuk ke dalam goa dengan penerangan obor.
Pelan-pelan Mario masuk ke dalam goa yang gelap dan lembab itu. Terlihat sebuah palu ajaib dekat sebuah batu kristal berwarna putih. Karena cahaya kristal memantulkan cahaya. Sekejab goa pun terang benderang. Tiba-tiba sesosok besar di depan Mario.
“Whaaa,” terikan dari beruang hitam dan besar.
“Aaaaa,” teriak Mario kaget sekalus ketakutan.
Mario berlari kocar-kacir di dalam goa. Sang beruang terus mengejar Mario. Sampai obor ter jatuh ke lantai goa. Mario terus berusaha menghindar dari terkaman beruang. Dengan ggih Mario mendekati palu ajaib tersebut. sang beruang terus meraung karena terusik oleh Mario. Mengambil palu ajaib tersebut, kemudian berbalik dan memukul beruang.
“Bhuuuk,” suara pukulan.
Sang beruang terpental jauh sampai menabrak diding goa dan jatuh ke lantai goa. Batu berjatuhan menimpa beruang. Mario berusaha menghindari runtuhan Goa tersebut pada akhirnya selamet tapi terjebak dalam goa.
“Dasar sial gimana saya keluar,” kata Mario.
Mario sepanjang malam di dalam goa berpikir keras agar bisa keluar sambil memakan perbekalanya.
“Palu ini sudah di dapat. Oh iya buku kuno siapa tahu ada petunjuk,” celoteh Mario.
Mario mengeluarkan bukunya sambil mendekatkan cahaya obor. Mario terus membaca buku kuno sampai habis tidak ada satu penjelasan. Mario semakin frustasi. Kemudian mulai jengkel dengan memukul palu ajaib tersebut ke batu sampai hancur. Mario dapet ide untuk menghancurkan batu besar yang mengurung dinding goa. Di pukulnya oleh Mario batu besar tersebut.
“Bhuuuk,” suara pukulan.
Hancur batu tersebut sampai terlihat celah. Di pukul terus dengan palu ajaib tersebut pada akhirnya jebol juga batu besar tersebut. Mario berhasil keluar dari guo kuno. Melihat matahari yang cerah Mario senang sekali. bergegas untuk pergi ke gunung kalimanjaro. Berhari-hari Mario berjalan pada akhirnya sampai di gunung Kalimanjaro.
“Waah....tinggi juga gunungnya,” celoteh Mario.
Mario mulai memajat gunung tersebut dengan susah payah. Baru satu hari perjalan gunung yang di daki masih seperempatnya.
“Kapan sampainya,” celoteh Mario.
Berusaha sekuat tenaga Mario memanjat gunung Kalimanjaro yang tinggi. Terlihat ada sebuah celah berbentuk goa untuk istirahat. Mario bergegas untuk sampai di sana. Pada akhirnya dengan usaha gigih Mario sampai di goa tersebut. Mario istirahat sambil memakan perbekalannya.
“Waduh sampai kapan sampeknya ke atas gunung?,” celoteh Mario.
Rasa capek memanjat pun menghilang. Energi terisi kembali. Mario bergegas untuk memajat kembali.
“Ini goa bisa nembus gak ya,” celoteh Mario.
Mario mencoba masuk ke dalam goa dengan menghidupkan obor untuk penerangan. Terlihat jalan yang sangat panjang. Mario terus mencobanya. Tapi sampai ujung terlihat sebuah makluk besar lagi tidur.
“Up salah,” Celoteh Mario.
Mendengar suara aneh sang Makluk mulai resah. Kelopak matanya terbuka lalu terbangun.
“Wah dasar sial itu Monster Oger,” Celoteh Mario.
Mario berusaha menhindari Monster Oger. Meninggalkan tempat tersebut kembali ke posisi awal.
“Eehhhh andai saja bisa terbang bisa mudah sampai puncak,” celoteh Mario.
Palu ajaib merespon mulai bergetar Mario memegang dengan Erat sekali. terbanglah Mario ke langit dengan cepat sampai puncak gunung Kalimanjaro.
“Waaw hebat bener...gimana turunya,” celoteh Mario.
Mendengar kata Mario respon lagi palu ajaib turun ke bawah.
“Wah bahaya ini kalau sampai jatuh menabrak bumi,” celoteh Mario.
Palu merespon lagi tambah cepat lagi. Mario mulai sadar menggunakan palu ajaib.
“Palu ajaib naik ke langit,” perintah Mario.
Mario naik ke langit dengan cepat sekali.
“Palu ajaib terbang ke arah gunung di depan sana,” kata Mario.
Sang palu ajaib menerbangkan Mario ke gunung kalimanjaro.
“Palu ajaib turun secara pelan-pelan,” perintah Mario.
Palu ajaib menurunkan mario dengan aman. Tetapi Mario lupa yang di hadapannya naga besar yang sedang tidur pules.
“Waduh bagaimana cara mengalahkannya,” celoteh Mario.
Mario duduk di samping naga langit sambil memikirkan bagaimana membunuhnya?. Sambil memakan perbekalanya dan juga membaca buku kuno tetap tidak mendapat jawaban. Sampai-sampai Mario ketiduran. Mario pun tidur pules karena keletihan. Keesokan harinya Mario terbangun. Dengan penglihatan yang terkejut.
“Kemana naga langit pergi,” teriak Mario.
Mario tambah bingung dengan keadaan. Sang naga yang ingin bunuh Mario malah pergi. Pada akhirnya Mario menunggu sampai naga langit kembali ke sarangnya. Sambil membuka tas perbekalanya. Mario tetap melahap makan. Berhari-hari menunggu persediaan pun habis. Mario hendak turun untuk berburu meningalkan keinginannya membunuh naga langit. Terbang lah Mario dengan palu ajaibnya. Kemudian turun di hutan dengan sempurna pendaratannya sampai ke tanah. Mulai Mario membuat jebakan. Setelah jadi Mario menunggunya sampai ketiduran di bawah semak-semak untuk mengawasi jebakanya. Terbangun dari tidurnya Mario melihat jebakannya berhasil menangkap kelinci. Mario segera mengoleni kelinci tersebut panggang oleh Mario.
Setelah daging kelinci matang dengan segera menyantapnya makan tersebut dengan lahabnya. Mario menikmati tiap gigitan daging panggang tersebut. perut terasa kenyang di tambah minum air dari tempat air untuk menghilangkan dahaga. Tambah seger lagi Mario. Sang naga langit pulang kesangkarnya terlihat dari bayangannya yang besar dan juga suaranya.
“Yang ku tunggu dateng juga,” kata Mario.
Mario berlari ke arah pegununungan selanjut terbang dengan mengunakan palu ajaib untuk naik ke gunung kalimanjaro. Dengan cepat Mario melesat dan sampailah di sarang naga Langit. Mario memberanikan diri melawan naga langit. Mario mengerang dengan pukulan palu. Sang naga langit terbangun pada baru mau tidur. Terus menerus menyerang Mario pada akhirnya sang naga langit tambah marah menyemburkan api. Mario berusaha menghindari serangan mematikan naga langit. Ketika ada celah Mario memukul naga tersebut, sang naga langit terus menjerit kesakitan. Kemarahan naga langit membabi buta. Di kepakan sayapnya naga langit dengan kuat. Mario berusaha menahan gelombang angin yang kuat tersebut. terpentallah Mario melayang di udara sampai berputar-putar. Tetapi karena palu ajaib Mario kembali ke sarang naga langit. Kembali lagi Mario memukul naga langit saat ia lengah. Sang naga langit kembali menyemburkan api yang mematikan.
“Seandainya palu ini besar mungkin naga langit hancur,” celoteh Mario.
Lagi-lagi gara-gara kata yang baru di inginkan palu ajaib meresponnya. Berubahlah ajaib menjadi besar, tapi malah bingun sekali karena sang naga terus menyerang.
“Bahaya,” kata Mario.
Karena mario tidak mampu mengendalikan palunya maka terjatuh di sarang naga. Mario terdesak sang naga langit menginjak palu ajab yang besar itu. sang naga langit lagi mengumpulkan seluruh energi apinya di mulut dan mau menyemburkan ke Mario. Api pun mengarah Mario dengan sangat dasyat sekali. Mario menghindari dan berlari ke belakang naga untuk menghindari serangan.
Sang naga langit kecele di perkirakan penggangunya hancur. Lalu kembali untuk tidur. Dengan pelan-pelan menyelinap. Tapi menginjak suara lanting.
“Tak,” suara patah kayu kecil.
Sang naga menoleh ke arah suara berasal.
“Dasar sial,” celoteh Mario.
Sang naga langit marah karena penggangunya belum juga musnah. Berteriak keraslah sang naga langit sangking marahnya dan menyerang Mario. Dengan cepat Mario berlari ke arah palu ajaibnya dan memegangnya.
“Mengecil,” kata perintah Mario.
Sang palu ajaib meresponya dan berubah kembali mengecil. Mario mudah untuk membawa palu ajaib. Dengan segera Mario mengunakan palu ajaib untuk terbang. Melesatlah Mario menghindari serangan dari sang naga langit mengamuk. Di atas udara Mario melayang , lalu segera memukul sang naga langit dengan palu ajaib.
“Membesar,” kata Mario teriak keras.
Sang palu merespon berubah menjadi besar dan menghantam naga langit tepat di kepalanya.
“Buuuuk....dhoooom,” bunyi gelombang pukulan.
Sang naga langit terpukul sampai jatuh masuk ke dalam gunung kalimanjaro. Mario melihatnya sang naga langit terus jatuh menabarak di mana Monster Oger tidur. Sang Monster terusik oleh tertimpa bebatuan dan naga langit bangunan dari tidurnya, berteriak keraslah Monster Oger. Lalu bertarunglah Monster Oger dengan naga langit di dalam goa.
Mario turun dari langit ke pinggir sarang naga langit menyaksikan pertarungan naga langit dengan Monster Oger sambil menikmati perbekalanya. Berjam-jam menonton ke dua makluk buas tersebut. pada akhirnya sang naga langit mati di tangan Monster Oger dengan mematahkan lehernya sang naga langit. Sang Monster Oger berteriak keras karena kemenangannya. Mario pun senang karena sang naga langit mati. Segera meninggalkan gunung Kalimanjaro dengan mengunakan palu ajaib.
“Palu ajaib terbang,” kata Mario.
Terbanglah Mario dengan melesat sangat cepat menuju desanya.


0 komentar:
Post a Comment