KEMATIAN MUSUH BESAR
Suatu hari yang indah Jasmin mendatangi acara pernikahan di rumah tua. Jasmin mendatangi kamar pengantin wanita. Segeralah Jasmin membekapnya dan menyamar menggantikan pengantin wanita. Acara pun di mulai Jasmin melangkah bersama dengan pasangannya menghadap Rahwana sebagai ayah sang mempelai. Rahwana pun memberikan sebuah pedang pusaka kepada putranya.
“Dengan pedang pusaka ini saya merestui kalian menikah hari ini,” kata Rahwana
Putra Rahwana menerima pedang pusaka yang di sodorkan ke hadapnya sebagai hadiah pernikahan.
“Terima kasih ayah,” jawab putra Rahwana
Jasmin mencabut pedang pusaka tersebut. Rahwana melihatnya terkejut. Jasmin membuka cadar yang menutupi mukanya. Rahwana melihat Jasmin dengan sangat terkejut. Jasmin mulai menebas Rahwana dengan pedang pusaka. Rahwana pun tertebas dan terluka. Anak buah Rahwana mulai menyerang Jasmin. Sedangkan Rahwana di tolong anak buah untuk meninggalkan tempat pernikahan. Terjadilah pertarungan yang sengit. Jasmin dengan kehebatan tarian pedangnya menebas satu persatu anak buah Rahwana.
Jasmin pun mengejar Rahwana yang melarikan diri bersama anak buahnya yang menyelamatkanya. Jasmin terus di halangi setiap pengejaranya. Dengan mengeluarkan pedang ganda yang di siapkannya dan keluarkannya dari ke dua tanganya menebas setiap lawan yang datang. Terkadang melempar pedang Jasmin ke arah musuh. Kemudian Jasmin maju dan mengambil pedang yang lemparnya dan mencabutnya.
Di sisi lain Rama datang dengan pasukannya menghajar anak buah Rahwana. Terjadilah pertarungan antara kedua kelompok. Dengan gagah berani Rama menghajar satu persatu dengan tinjunya yang kuat. Jasmin sibuk mengejar Rahwana. Di tembakan Jasmin dengan anak buah Rahwana. Jasmin berhasil menghindari serangan tembakan itu dengan bersembunyi di dinding. Dengan perhitungan tepat Jasmin melempar pedangnya ke arah musuh yang menembaknya. Pedang Jasmin kena sasaran musuh pun mati. Jasmin maju dan mencabut pedang yang di lemparnya, lalu mengejar Rahwana yang terus menghindar.
Satu persatu tumbang anak buah Rahwana. Sampailah di atas gedung tua. Jasmin melihat Rahwana duduk di kursi. Segera Jasmin mendekatinya.
“Door,” suara pistol.
“Aaah,” suara Jasmin yang tertembak.
“Bagaimana Jasmin?," memangnya segampang itu membunuh saya,” kata Rahwana.
“Sial,” kata Jasmin.
Rahwana mulai mau menembak kembali. Jasmin melihat arah pistol yang di tujukan kepadanya. Tiba-tiba Rama datang dan berusaha mengalihkan serangan tembakannya ke arah Jasmin.
“Hei brengsek jangan menyerang dia,” kata Rama.
“Siapa kamu?,” tanya Rahwana.
Jasmin tetap diam dengan bersimbah darah di lengan kanannya.
“Jangan sakiti dia, kalau berani sama saya,” kata tantang Rama
“Dasar brengsek,” kata Rahwana
Rahwana bergerak melangkah dan mengacungkan pistolnya ke arah Rama.
“Door,” suara tembakan.
Rama terkena tembakan di bagian bahunya dan jatuh dari atas gedung. Jasmin melihat Rama tertembak terkejut. Lalu bergerak cepat ke arah Rahwana menyerang dengan pedangnya di tangan kanannya. Rahwana yang tahu pergerakan Jasmin menodong pistol. Jasmin mulai menghindar dari todongan jarak dekat tersebut.
“Door,” suara tembakan.
Jasmin berhasil lolos dari tembakan Rahwana. Berada di samping Rahwana dan langsung Jasmin menusuk pedang ke arah perut.
“Eee...ahh,” suara terakhir Rahwana.
Rahwana pun jatuh dari lantai gendung menuju jalan di bawah. Jasmin segera mencari Rama melihatnya dari atas gedung. Ternyata di lihat Jasmin sebuah mayat tergeletak di lantai gedung. Jasmin bersedih hati, air matanya menetes di pipi.
“Woy tolong saya,” kata Rama.
“Emm,” suara kecil Jasmin tertawa dan tersenyum.
Jasmin senang Rama selamat dari serangan Rahwana dan memegang sebuah pipa besi untuk bertahan dari jatuh dari gedung. Sekuat tenaga Rama berusaha naik dan Jasmin berusaha membantunya. Rama berhasil naik ke atas gedung. Langsung memeluk Rama dengan penuh rasa senang dan bahagia. Perang pun berakhir Jasmin, Rama dan beserta anak buahnya meninggalkan tempat Rahwana. Rama dan Jasmin langsung di obatin di rumah sakit akibat luka tembak. Setelah dari rumah sakit Jasmin menuju ke sebuah pertemuan besar di sebuah rumah tua. Rama mengikuti Jasmin pergi ke pertemuan di rumah tua. Jasmin menjadi pimpinan perkumpulan. Berusaha untuk menggantikan kekuasaan yang selama ini di pegang Ayahnya. Para pengikut setuju dengan pelantikan pimpinan baru.
Sedangkan Rama menunggu di luar rumah tua tepatnya di halaman rumah. Jasmin melihatnya sambil asik membicarakan masalah internal di dalam perkumpulan. Sedangkan para sesepuh lagi membibing Jasmin untuk menjadi pimpinan yang baik. Kemudian Rama menghilang dari pandangan Jasmin yang asik berbincang. Jasmin mulai gusar dan menghentikan pembicaraan.
“Dengan pedang pusaka ini saya merestui kalian menikah hari ini,” kata Rahwana
Putra Rahwana menerima pedang pusaka yang di sodorkan ke hadapnya sebagai hadiah pernikahan.
“Terima kasih ayah,” jawab putra Rahwana
Jasmin mencabut pedang pusaka tersebut. Rahwana melihatnya terkejut. Jasmin membuka cadar yang menutupi mukanya. Rahwana melihat Jasmin dengan sangat terkejut. Jasmin mulai menebas Rahwana dengan pedang pusaka. Rahwana pun tertebas dan terluka. Anak buah Rahwana mulai menyerang Jasmin. Sedangkan Rahwana di tolong anak buah untuk meninggalkan tempat pernikahan. Terjadilah pertarungan yang sengit. Jasmin dengan kehebatan tarian pedangnya menebas satu persatu anak buah Rahwana.
Jasmin pun mengejar Rahwana yang melarikan diri bersama anak buahnya yang menyelamatkanya. Jasmin terus di halangi setiap pengejaranya. Dengan mengeluarkan pedang ganda yang di siapkannya dan keluarkannya dari ke dua tanganya menebas setiap lawan yang datang. Terkadang melempar pedang Jasmin ke arah musuh. Kemudian Jasmin maju dan mengambil pedang yang lemparnya dan mencabutnya.
Di sisi lain Rama datang dengan pasukannya menghajar anak buah Rahwana. Terjadilah pertarungan antara kedua kelompok. Dengan gagah berani Rama menghajar satu persatu dengan tinjunya yang kuat. Jasmin sibuk mengejar Rahwana. Di tembakan Jasmin dengan anak buah Rahwana. Jasmin berhasil menghindari serangan tembakan itu dengan bersembunyi di dinding. Dengan perhitungan tepat Jasmin melempar pedangnya ke arah musuh yang menembaknya. Pedang Jasmin kena sasaran musuh pun mati. Jasmin maju dan mencabut pedang yang di lemparnya, lalu mengejar Rahwana yang terus menghindar.
Satu persatu tumbang anak buah Rahwana. Sampailah di atas gedung tua. Jasmin melihat Rahwana duduk di kursi. Segera Jasmin mendekatinya.
“Door,” suara pistol.
“Aaah,” suara Jasmin yang tertembak.
“Bagaimana Jasmin?," memangnya segampang itu membunuh saya,” kata Rahwana.
“Sial,” kata Jasmin.
Rahwana mulai mau menembak kembali. Jasmin melihat arah pistol yang di tujukan kepadanya. Tiba-tiba Rama datang dan berusaha mengalihkan serangan tembakannya ke arah Jasmin.
“Hei brengsek jangan menyerang dia,” kata Rama.
“Siapa kamu?,” tanya Rahwana.
Jasmin tetap diam dengan bersimbah darah di lengan kanannya.
“Jangan sakiti dia, kalau berani sama saya,” kata tantang Rama
“Dasar brengsek,” kata Rahwana
Rahwana bergerak melangkah dan mengacungkan pistolnya ke arah Rama.
“Door,” suara tembakan.
Rama terkena tembakan di bagian bahunya dan jatuh dari atas gedung. Jasmin melihat Rama tertembak terkejut. Lalu bergerak cepat ke arah Rahwana menyerang dengan pedangnya di tangan kanannya. Rahwana yang tahu pergerakan Jasmin menodong pistol. Jasmin mulai menghindar dari todongan jarak dekat tersebut.
“Door,” suara tembakan.
Jasmin berhasil lolos dari tembakan Rahwana. Berada di samping Rahwana dan langsung Jasmin menusuk pedang ke arah perut.
“Eee...ahh,” suara terakhir Rahwana.
Rahwana pun jatuh dari lantai gendung menuju jalan di bawah. Jasmin segera mencari Rama melihatnya dari atas gedung. Ternyata di lihat Jasmin sebuah mayat tergeletak di lantai gedung. Jasmin bersedih hati, air matanya menetes di pipi.
“Woy tolong saya,” kata Rama.
“Emm,” suara kecil Jasmin tertawa dan tersenyum.
Jasmin senang Rama selamat dari serangan Rahwana dan memegang sebuah pipa besi untuk bertahan dari jatuh dari gedung. Sekuat tenaga Rama berusaha naik dan Jasmin berusaha membantunya. Rama berhasil naik ke atas gedung. Langsung memeluk Rama dengan penuh rasa senang dan bahagia. Perang pun berakhir Jasmin, Rama dan beserta anak buahnya meninggalkan tempat Rahwana. Rama dan Jasmin langsung di obatin di rumah sakit akibat luka tembak. Setelah dari rumah sakit Jasmin menuju ke sebuah pertemuan besar di sebuah rumah tua. Rama mengikuti Jasmin pergi ke pertemuan di rumah tua. Jasmin menjadi pimpinan perkumpulan. Berusaha untuk menggantikan kekuasaan yang selama ini di pegang Ayahnya. Para pengikut setuju dengan pelantikan pimpinan baru.
Sedangkan Rama menunggu di luar rumah tua tepatnya di halaman rumah. Jasmin melihatnya sambil asik membicarakan masalah internal di dalam perkumpulan. Sedangkan para sesepuh lagi membibing Jasmin untuk menjadi pimpinan yang baik. Kemudian Rama menghilang dari pandangan Jasmin yang asik berbincang. Jasmin mulai gusar dan menghentikan pembicaraan.
"Permisi saya ada keluar sebentar ada keperluan yang harus di selesaikan. Bisa menungu sebentar," kata Jasmin memohon izin.
"Baiklah kami akan menungu," kata Para sesepuh perkumpulan
Jasmin keluar dari pertemuan di rumah tua beserta anak buahnya mengejar Rama pergi tanpa pamitan.
Para anak buah Jasmin berhasil menghadang laju mobil Rama tepat berhenti di depan mobil. Segera mungkin Rama mengerem dadakan. Setelah itu Rama keluar dari mobil. Jasmin juga keluar dari mobil mendatangi Rama.
“Lamar saya,” kata Jasmin.
“Gimana kalau menolaknya?,” tanya Rama
“Lakukan,” perintah Jasmin.
Anak buah Jasmin langsung mengeluarkan senjata yang di bawa mereka langsung di arahkan kepada Rama.
“Baiklah kalau itu mau kamu,” kata Rama.
Anak buah Jasmin langsung mencabut todongan senjatanya, lalu masukan ke dalam jas mereka semua. Rama mengeluarkan sebuah kotak berisikan cincin yang selama ini di tolak Jasmin.
“Mau kah menikah dengan ku?,” tanya Rama.
“Ya,” kata Jasmin sambil menganguk.
Jasmin langsung memeluk Rama dengan rasa cinta dan sayang.
“Awas kalau selingkuh,” kata Jasmin mengancam.
“Gak......berani lah,” jawab Rama.
Jasmin dan Rama akhirnya bersatu dengan ikatan pernikahan.
Para anak buah Jasmin berhasil menghadang laju mobil Rama tepat berhenti di depan mobil. Segera mungkin Rama mengerem dadakan. Setelah itu Rama keluar dari mobil. Jasmin juga keluar dari mobil mendatangi Rama.
“Lamar saya,” kata Jasmin.
“Gimana kalau menolaknya?,” tanya Rama
“Lakukan,” perintah Jasmin.
Anak buah Jasmin langsung mengeluarkan senjata yang di bawa mereka langsung di arahkan kepada Rama.
“Baiklah kalau itu mau kamu,” kata Rama.
Anak buah Jasmin langsung mencabut todongan senjatanya, lalu masukan ke dalam jas mereka semua. Rama mengeluarkan sebuah kotak berisikan cincin yang selama ini di tolak Jasmin.
“Mau kah menikah dengan ku?,” tanya Rama.
“Ya,” kata Jasmin sambil menganguk.
Jasmin langsung memeluk Rama dengan rasa cinta dan sayang.
“Awas kalau selingkuh,” kata Jasmin mengancam.
“Gak......berani lah,” jawab Rama.
Jasmin dan Rama akhirnya bersatu dengan ikatan pernikahan.


0 komentar:
Post a Comment