SOPIR DAN MAJIKAN

Posted By Cerpen universal on Wednesday, June 26, 2019 | June 26, 2019

SOPIR DAN MAJIKAN

Lira dateng ke pesta perkawinan temannya si Tiana bersama sopirnya untuk pasangan sementara Lira untuk di tunjukkan ke temannya. Tiana tahu ulah si Lira yang menutupi kesendiriaannya. Saat moment terakhir di pesta perkawinan Tiana melemparkan bunga ke para undangan pestanya. Tak sangka bunga jatuh di tangan Lira. Semua bertepuk tangan karena selanjutnya akan menikah adalah Lira. Tiana senang dengan pesta perkawinannya berjalan lancar banget.

Lira pun pamitan pulang dengan Tiana dan juga dengan pasangannya alias suami yang sah. Lira pun di anter dengan mobil mewahnya dan sopirin dengan baik sama Akang Budi.
Walau di dalam mobil Lira agak kesel banget sampe-sampe ke ceplosan bahwa mau menikah dengan Akang Budi. Sedangkan Akang Budi cuma diam saja sampai di rumah Lira.

Lira pun turun dari mobilnya dan masuk rumahnya untuk istirahat. Akang Budi langsung pulang ke rumahnya dengan membawa mobil mewah punya majikannya. Di tengah jalan bertemu dengan putrinya sendiri si Akang Budi yaitu si Sinta. Akang Budi gak abis pikir dengan ulah anaknya yang keluar malam-malam. Mau gak mau menyuruh si Sinta pulang dan ikut masuk mobil.

Dalam mobil Sinta menemukan bunga dan bertanya kepada Ayahnya. Seperti biasanya menerangkan kepada anaknya si Akang Budi tentang Bunga dengan singkat banget. Tapi Sinta punya pandangan lain yaitu bahwa Tante Lira suka dengan Ayahnya Sinta.

Mendengar omongan anaknya itu langsung Akang Budi diam seribu bahasa. Sampai di rumah tetap saja Akang Budi memberikan banyak nasehat agar jangan keluar malem-malem gak baik untuk anak cewek.

Namanya remaja si Sinta masih berontak dikit alias ngambek gitu karena mengganggu pravesi Sinta dan Ayahnya gak tahu tujuan Sinta keluar malem-malem alias tidak berani cerita kalau cerita pasti di larang. Maka itu Sinta punya rencana untuk menelpon Tante Lira untuk memberikan kerjaan tambahan untuk membuat Ayahnya sibuk dan pulang malem aja.

Lira pun mengiyakan saja untuk menyenangkan si Sinta. Keesokan harinya seperti biasanya Sinta menjalankan aktivitasnya ke sekolah. Sedangkan Akang Budi menjemput majikannya untuk ke kantor. Sampai di ke kantor Lira langsung mengadakan rapat untuk urusan proyek yang sedang di jalankannya. Sedangkan Akang Budi di angkat jadi asiten pribadi direktur untuk mengambil kwitansi pembayaran sama Pak Andi.

Akang Budi menjalankan perintah Bosnya dengan baik dan bertemu Pak Andi di sebuah panti jompo. Ketika kwitansi pembayaran di kasih sama Akang Budi langsung di ambil nenek pelupa langsung kwitansi di sobek-sobek. Akang Budi tidak bisa berkata-kata jadi di biarkan saja surat kwitansi di sobek-sobek sama nenek pelupa.

Setelah itu baru deh di kumpulin kwitasi tersebut sama Akang Budi di bawa ke Bosnya. Saat di rumah majikannya di berikanlah kwitansi tersebut ke Bosnya dan menceritakan kejadiaan yang sebenarnya kenapa kwitansi itu sobek-sobek. Lira malah menyuruh meminta yang baru lagi sekaligus mengarahkan kepada Akang Budi. Dan juga bertanya kenapa Akang Budi menolak di angkat jadi asisten pribadi direktur? Padahal niat Lira baik untuk memudahkan kerjaannya. Tetap saja Akang Budi gak mau status itu. Ya Lira tidak bisa memaksakannya. Jadi seperti biasanya aja jadi supir pribadi si Akang Budi.

Lira masuk ke dalam rumahnya dan Akang Budi pulang ke rumahnya tapi besok Lira telah memberikan tugas pada Akang Budi menjemput temannya yang ahli di bidang fesion di Bandara.

Akang Budi siap sedia menerima tugas dari Bosnya. Sampai di rumah Akang Budi beristirahat tetap masih harus memperhatikan anak gadisnya semata wayang di didik dengan baik dengan memberikan arahan yang baik. Sinta ya seperti biasanya ya..."Iya dan Iya..saja". Sebagai Ayah yang baik senang dengan anaknya penurut yang mau didik dengan baik.

Sinta di dalam kamar belajar dengan baik walau masih cetingan lewat fb untuk hal-hal yang sifatnya senang-senang saja. Akang Budi tidur di kamarnya untuk menghilangkan rasa lelahnya menjalankan aktivitas ke sana ke sini mengikuti perintah Bosnya.

***

Akang Budi bangun pagi-pagi sekali dan langsung ke Bandara untuk menjemput temannya Bos Lira. Sinta sedikit ngambek karena gak di antar pake mobil ke sekolah untuk mendiamkan si Sinta. Sebagai Ayah yang mengerti dengan sifat anaknya cuma di kasih uang tambahan jajannya. Sinta langsung senang dan pergi ke sekolah naik ojek on line.

Akang Budi segera di Bandara dengan cepat. Ternyata temannya Bos Lira sudah menunggu dengan segera di datengin oleh Akang Budi setelah parkir sebentar. Ternyata teman Bos Lira agak lebay alias ngondek. Akang Budi harus menghadapi cowok jadi-jadian kaya cewek dan juga namanya awalnya Jon dan akhirnya Jesy. Jesy pun segera naik ke mobil. Akang Budi segera membawa mobil ke rumah Bos Lira. Selang beberapa saat sampai di rumah dan di sambut baik oleh Bos Lira.

Segera deh tanpa basa-basi mengubah penampilan Lira agar terlihat lebih modis lagi. Sedangkan Akang Budi di suruh pulang oleh Bos Lira karena gak ada kerjaan lagi. Karena mau Bosnya...ya Akang Budi menjalankan tugasnya seperti biasanya yaitu ngurusin si Sinta.

Sampai di rumah. Sinta membuat situs perkenalan lewat fb untuk menjodohkan ayahnya sama cewek yang di kenal Sinta lewat fb. Dan juga ngajak temuan alias kencan. Awalnya Ayahnya Sinta tidak mau dengan urusan kencan begituan, tapi sudah kepalang tanggung di mainkan oleh Sinta mau gak mau ngikutin mau anaknya dan juga sudah lama jomblo lagi.
Sinta pun menyusun rencana pertemuan dengan cewek yang di jodohkan ke Ayahnya ke sebuah kafe di pinggiran kota Jakarta.

***

Lira berpenampilab rapih banget dengan gaya cewek masa kini. Mulai Lira keluar rumahnya dan menelpon si Akang Budi untuk menjemput di rumah.

Segera meluncur Akang Budi ke rumah Bosnya. Sampai di tempat melihat Bosnya yang berdandan aneh banget. Sebenarnya mau memberikan kritikan yang menjelaskan kebenaran tentang Bosnya, tapi di bantah terus oleh Lira. Jadi masukkan dari Akang Budi gak di tanggepi. Mau gak mau ikutin aja mau Bosnya.

Lira pun meminta Akang Budi ke suatu tempat yang cukup ramai di tengah kota untuk mengetes penampilannya. Karena permintaan Bos jalaninlah si Akang Budi di antar ke tempat permintaan Bosnya. Setelah iti Akang Budi pamit sebentar karena ada urusan. Ya sebagai Bos membiarkan maunya Akang Budi dan juga urusannya pekerjaan udah selesai.

Meluncur Akang Budi ke tempat kafe di pinggiran kota bertemu dengan cewek lewat fb yang Diana. Akang Budi bertemu dengan Diana yang berpenampilan kalem layaknya cewek baik-baik. Akang Budi mulai akrab dengan Diana dengan perbincangan singkat tapi menyenangkan hati. Lalu diantarlah pulang si Diana pake mobil mewahnya si Akang Budi.

Tapi di pikiran Diana bahwa Akang Budi itu orang kaya tajir melintir tapi pembawaannya sederhana. Sampai di rumah kontrakan Diana segera pamitan untuk pulang eee ada telpon dari Bosnya yang di tangkap polisi dan sekarang masih di kantor polisi dengan alasan gak jelas.
Diana pun masuk ke rumah dan bercerita banyak dengan Seli teman satu kontrakan dengannya. Akang Budi buru-buru ke kantor polisi. Sampai di kantor polisi langsung meminta kejelasan kenapa Bos Lira di tangkap? Ternyata Bos Lira di kirain wanita gak bener. Karena jaminan dari Akang Budi maka di keluarkan Bos Lira.

Lalu Akang Budi mau memberikan masukan tapi tidak di tanggapi oleh Bos Lira yang kepintaran dan sok kecantikan gara-gara si Jesy yang mengubah Bos Lira dengan gaya berkelas gitu deh.

Akang Budi tetap membiarkan mau Bosnya begitu aja sampai ke rumah baru pulang deh. Sampai di rumah Sinta tanya tentang kencannya dengan Diana? Penjelasan dari Ayahnya Sinta berjalan baik. Sinta pun senang karena berhasil menjodohkan Ayahnya dengan cewek yang baik dan menurut pendapat Sinta bahwa Ayahnya "Suka".

Tapi yang menjalani si Akang Budi tetap diam aja dan tidak perduli dengan pendapat anaknya yang bau kencur alias belum punya pengalaman. Akang Budi istirahat untuk menghilangkan letihnya setelah aktifitasnya seharian dengan rebaan di kasur sampe ke tiduran. Sinta masih sibuk belajar sambil cetingan dengan temannya lewat fbnya.

***

Akang Budi seperti biasanya mengantar Bosnya ke kantor pagi-pagi karena ada rapat dadakan tentang hasil program kerja. Sampai di ruangan miting semua anak buahnya sudah di tempat masing-masing.

Lira sebagai Bos yang bijak dan baik memberikan bonus kepada anak buahnya yang berhasil menaikkan penjualan dari dari target yang di tentukan. Semuanya senang dengan hasil rapat yang memuaskan hasilnya. Lira pun keluar dari ruangan miting menuju ruang kerjaanya untuk memeriksa kerjaan yang lain.

Akang Budi minta izin sama Bos Lira karena ada urusan penting lewat telponan dan izinkan. Akang Budi bergerak ke tempat tujuan menjemput Diana yang keluar dari kantor untuk makan siang bersama temannya.

Sampai di tempat tujuan segera Akang Budi mengajak Diana masuk mobil beserta temannya untuk mencari kafe di pinggir kota Jakarta. Selang beberapa saat sampai di kafe dan segera memakirkan mobilnya dengan baik dan segera masuk ke dalam kafe makan minum bersama sambil bercerita banyak hal.

Lagi enak-enak di panggil oleh Bos Lira. Mau gak mau Akang Budi meninggalkan Diana dengan temannya begitu aja dan di berikan alasan kenapa Akang Budi harus meninggalkan Diana yaitu "Ada kerjaan".

Diana memaklumi keadaan si Akang Budi tapi sebenarnya jengkel dan di tenangkan oleh temannya setelah Akang Budi pergi dari kafe tapi semua makan dan minum sudah di bayar oleh Akang Budi. Segera mungkin Akang Budi sampei di kantor. Bos Lira sudah menunggu. Setelah Akang Budi sampei langsung masuk mobil dan di suruhlah diantarkan ke rumah karena temannya Lira mau dateng.

Sampei di rumah ternyata Audi temannya Lira suda menunggu. Seperti biasa banyak bercerita banyak hal tentang ini dan itu sampe-sampe mengkaitksn urusan pribadinya Audi dan Lira.

Keduanya saling berbagi cerita dengan baik sampe akhirnya Audi menawarkan kerja sama infestasi di bidang kebugaran. Lira masih mempertimbangkan tawaran dari Audi. Tetapi si Audi selalu mengalihkan omongannya tentang si Akang Budi si sopir pribadi Lira.

Tetap Lira tidak peduli dengan omongan si Audi sampe menyudutkan "Sampe kapan cin...sediri terus...lo kaya tapi sendiri...gak enak kali lebih baik loe nyatakan cinta...ke gebetan loe itu si Akang itu".

Terkejut kata-kata itu. Tapi Lira bisa menjawab dengan baik selayaknya bisa menjaga hatinya. Audi pun pulang juga. Lira pun istirahat di kamarnya sambil merenungkan segalanya.

Sedangkan Akang Budi sudah di suruh pulang setelah Audi pulang. Sampe di rumah masih harus ngurusin si Sinta yang masih main kucing-kucingan dengan Ayahnya dengan keinginannya menjadi penyanyi dan selalu pulangnya malem.

Tetap Ayahnya gak tahu ulah anaknya karena pandai menyembunyikan. Maka pertengkaran antara Ayah dan anak hanya sekedar cekcok biasa aja dan akhirnya cape sendiri dan istirahat di kamar masing-masing.

***

Keesokannya Audi dateng ke rumahnya si Lira sambil bawa makan ke sukaan si Lira yaitu "Sifut".

Segeralah si embok masakin untuk Lira dan Audi. Tetap sama ceritanya tentang masalah pribadi alias curhatan. Selingan dari omongan Audi untuk Lira menanamkan infestasinya ke usahanya yang lagi dia bangun.

Lira pun setuju dan segera mentranfer uangnya ke rekeningnya Audi lewat anak buahnya. Setelah itu Audi meninggalkan rumahnya Lira dengan alasan ada kerjaan yang lain.

Lira melanjutkan aktivitasnya dengan kebutiknya Jesy....ya tetap di anter dengan sopirnya si Akang Budi. Sampai di butik Jesy mulai di buat si Lira agar terlihat modis gaya zaman now.

Lira berpenampilan cantik banget dan di puji oleh Jesy dan setelah itu keluarlah dari butik Jesy dan segera pergi ke kantor ada kelain yang menunggu Lira untuk mengajak investasi di perusahaan Lira.

Selang berapa saat sampai di kantor dan bertemu dengan Pak Teguh. Dengan lobian Lira yang paten dan mampu meyakini untuk berinfestasi di perusahaan Lira. Perjanjian kontrak di sepakatin dengan baik antara Lira dan Pak Teguh.

Urusan pun selesai Pak Teguh keluar kantornya Lira dengan perasaan senang sekali. Lalu Lira memutuskan pulang ke rumahnya untuk beristirahat. Akang Budi setembai mengantarkan Bosnya pulang.

Tapi sebelumnya mampir makan di pinggir jalan si Lira bersama Akang Budi. Di tempat mie ayam pinggir jalan banyak ceritalah si Akang Budi dengan Bosnya tentang Diana. Eee malah si Lira jengkel banget karena berharap cinta di terima Akang Budi malah orang lain yang mau masuk untuk mendapatkan cinta Akang Budi. Sampe-sampe makan sambel yang banyak pada mie ayam Lira. Akang Budi sudah ketakutan dengan ulah Bosnya yang kelewatan dengan pola makannya.

Setelah itu memutuskan pulang ke rumah. Di dalama mobil Lira pun blak-blakan menyatakan perasaannya sama Akang Budi. Tetap saja menanggapinya dengan santai sampai di rumah.

Baru deh setelah di rumah menyatakan cintanya si Akang Budi sama Bosnya dengan alasannya Sinta. Ya..Lira pun sudah tahu tentang Sinta dan sudah di anggap anaknya sendiri. Maka itu Akang Budi pun lega sekali kalau Lira sayang sama Sinta anak semata wayangnya.

Akang Budi pulang ke rumahnya. Sedangkan Lira senang dengan perasaannya yang berbunga-bunga. Sampai di rumah Akang Budi seperti biasa ngurus Sinta dengan baik di rumahnya dan akhirnya ketahuanlah keinginan dari anaknya jadi penyanyi. Sebagai Ayah yang baik setuju aja dengan keinginan anaknya karena positif banget tetap tidak boleh meninggalkan sekolah demi impian sesaat yang belum pasti.

Sinta menerima dengan baik nasehat Ayahnya dan juga menerima Tante Lira jadi Ibu baru buat Sinta dan menjadi istri yang baik buat Ayahnya Sinta. Karena tidak ada penghalang lagi di segerakanlah pernikahan antara Akang Budi da Lira. Audi dateng sebagai sahabat yang baik begitu juga si Jesy mengeluarkan rancangan gaun pengantin yang bagus untuk  Lira dengan perhitungan potongan harga spesial. Lira pun memaklumi dengan sistem kerja Jesy yang gak mau rugi karena bisnis di bidang fesion sedikit bergolak dengan kompetetor yang sangat bersaing ketat.

Lira pun bahagia dengan pernikahannya bersama Akang Budi. Ternyata Akang Budi  mau jadi sopirnya Lira bukan alasan pekerjaan tapi cinta karena pekerjaan awalnya si Akang Budi adalah sopir taxi dan Lira awalnya seles tapi berhasil menjadi Bos karena mampu membangun kepercayaan para investor yang mau bekerja sama dengan baik di perusahaan Lira.
Blog, Updated at: June 26, 2019

5 komentar:

  1. HANYA DI KENARI POKER BANYAK BONUSNYA BOSSKU
    Bonus New Member Bervariasi
    Bonus next deposit 5%
    Bonus rilingan 0,5%
    dan masik banyak yang lainnya bossku
    Penasaran!!! coba aja dulu.. biar gk penasaran.

    WHATSAPP : +855966139323
    BBM : KENARI00
    LIVE CHAT : KENARIPOKER . COM
    ALTERNATIVE LINK : KENARIPOKER . COM

    ReplyDelete
  2. WIN323 - Merupakan Situs Online Betting NO.1 Di Indonesia.
    Dengan WIN RATE tertinggi 97% + Bonus Bonus Super Heboh yang bisa
    anda dapatkan setiap hari nya!!

    Bonus Bonus Super Heboh Dari WIN323
    ~ Bonus New Member : 20%
    ~ Bonus Next Deposit : 5%
    ~ Bonus Cash Back : 5%

    Minimal Deposit : Rp.25.000
    Minimal Withdraw : Rp.25.000

    Tunggu apalagi mari langsung bergabung bersama WIN323 dan jadilah
    pemenang di setiap taruhan yang Bossku lakukan :)

    Contact Person WIN323 :
    LINE: Official.win323
    WA : +85578633430

    ReplyDelete
  3. ijin promo yahhh
    EDENPOKER adalah situs judi game online terbaik dengan ranting kemenangan terbesar yang pernah ada di indonesia.
    Kartu bagus,mudah menang dan banyak bonus.
    Pendaftaran dapat dibantu ! Proses Depo Wd cepat dan aman,
    Dapat dimainkan di HP / Smartphone kesayangan anda loh...

    ReplyDelete
  4. VAZBET - Situs Slot Mesin Online

    Welcome Bonus 100%
    Syarat Mudah dan Tidak Ribet !
    - Maks. Bonus 1,000,000
    - Min. Depo Rp 100,000 untuk Claim Bonus 100%
    - Bonus Rollingan Setiap Minggu 0.8%
    - Bonus Deposit 3% - 10%

    Daftar yuk! ♥
    WA: +855 87879520
    WWW,VAZBETGAME,COM

    ReplyDelete
  5. Join yuk di EDEN POKER.
    Tunggu Apalagi Segera Daftar dan Depositkan Segera Di E D E N P O K E R . X Y Z
    - Minimal Deposit 15.000
    - Bonus New Member 10.000
    - Bonus Next Deposit 5%
    - Bonus Rollingan 0,5%
    - Bonus Refferal 10%
    Contact Person :
    WA : +855 7863 3569
    LINK : edenpoker.xyz

    ReplyDelete