HANTU KEPALA BOLONG
Siang hari cerah. Ibu dan Lisa berjalan menuju arah rumah setelah dari minimarket. Hampir sampai rumah. Ibu dan Lisa melihat ibu-ibu sedang memindahkan barang dari rumah ke kontrakannya ke mobil, ya mau pindah sih.
"Kak. Kaya ibu itu mau pindahan," kata ibu.
"Padahal. Baru satu minggu tinggal di rumah itu. Sekarang sudah mau pindah," kata Lisa.
"Kenapa gerangan ibu itu mau pindahnya?" kata ibu.
"Kita tanya aja bu!" kata Lisa.
"Ayo kita tanya ke ibu itu kenapa dirinya mau pindah!" kata ibu.
"Ayo!" kata Lisa.
Lisa dan ibu mendekati ibu yang sedang memindahkan barang-barang, ya ke mobil sih.
"Assalamualaikum," kata Lisa dan ibu.
"Waalaikumsalam," jawab salam ibu Minah dan Nenek Ipe bersamaan.
"Mau pindahan ya?!" kata ibunya Lisa.
"Iya," kata ibu Minah.
"Ibu kenapa baru satu minggu tinggal di rumah itu. Sekarang udah mau pindahan?" kata Lisa.
"Aku tidak betah tinggal di rumah itu. Di gangu sama hantu terus," kata ibu Minah.
"Hantu!" kata ibu dan Lisa bersamaan.
"Iya hantu. Begini ceritanya!" kata ibu Minah.
Ibu Minah menceritakan kejadian dirinya di ganggu hantu. Malam hari. Ibu Minah tidur di kamarnya dengan baik. Tiba-tiba terdengar suara orang. Ibu Minah terus tidur saja mengabaikan suara itu tapi tetap merasa takut sih. Jatuhlah setetes darah ke pipi ibu Minah. Ya ibu Minah membuka matanya dan mengecek apa yang jatuh pada pipinya.
"Darah," kata ibu Minah.
Ibu Minah bangun dari tempat tidurnya. Muncullah sesosok cewek yang kepalanya bolong dan mengucurkan darah gitu. Ibu Minah ketakutan sampai pingsan. Esok paginya. Ibu Minah sadar dari pingsannya.
"Semalam saya bertemu dengan hantu," kata ibu Minah.
Ibu minah selesai menceritakan tentang hantu.
"Begitu ceritanya," kata ibu Minah.
"Hantu itu memang menggangu," kata Lisa.
"Maka itu aku mau pindah dari rumah kontrakan itu," kata ibu Minah.
"Semua ini karena pemilik rumah sih," kata Nenek Ipe.
"Nenek Ipe kan. Yang ngurus rumah itu kan!" kata ibunya Lisa.
"Iya. Ibu. Aku akan ceritakan tentang rumah itu. Kejadian sebenarnya!" kata Nenek Ipe.
Nenek Ipe mulai menceritkan kejadian di rumah itu. Saat itu Nenek Ipe sedang tidur di kamarnya, karena memang waktunya istirahat....malam. Pak Bodan dan ibu Lira sedang bertengkar di kamar karena masalah anak, ya ibu Lira tidak bisa mengurus anak dengan benar. Pak Bondan kesal, ya naik pitan dan mengambil pistol dan menembak istrinya tepat di kepalanya. Nenek Ipe bangun dari tidurnya dan keluar dari kamarnya untuk memastikan keadaan. Nenek Ipe ke kamar Pak Bondan dan ibu Lira. Pak Bondan keluar dari kamarnya.
"Besok pagi. Ibu akan di kubur kan dengan baik. Aku telah membunuh dengan menembak dengan pistol di kepalanya," kata Pak Bondan.
Nenek Ipe kaget banget dengan pernyataan Pak Bondan. Nenek Ipe masuk ke dalam kamarnya ibu Lira. Terlihat dengan baik. Ibu Lira terbaring di kasur dengan kepalanya bolong bersimbah darah karena di tembak. Pak Bondan menyerahkan diri ke polisi karena kesalahannya menembak istrinya. Pak Bondan sadar dirinya seorang polisi dan meninggalkan semua atribut kepolisian karena salah dan di penjara karena perkara pembunuhan. Nenek Ipe selesai menceritakan tentang Tuan rumah itu.
"Begitulah ceritanya," kata Nenek Ipe.
"Ceritanya begitu," kata Lisa dan ibunya bersamaan.
"Rumah itu di kontrakkan setelah kejadian dan di jual dengan harga murah. Tetap rumah itu tidak laku juga. Lalu ada yang mengontrak di rumah itu. Ibu Minahlah yang ngontrak rumah itu. Ternyata rumah itu berhantu karena pemilik rumah mati penasaran. Ibu Minah pindah dari kontrakan," kata Nenek Ipe.
"Rumah itu berhantu," kata Lisa.
"Kalau begitu saya dengan anak permisi!" kata ibunya Lisa.
"Iya," kata ibu Minah dan juga Nenek Ipe dengan bersamaan.
Ibu Minah telah beres mengangkut barangnya ke mobil, ya meninggal tempat tersebut. Nenek Ipe meninggalkan pulang ke rumahnya. Lisa dan ibunya, ya berjalan dengan baik menuju arah ke rumah lah. Rumah yang di bicarakan muncul sosok hantu penasaran tersebut.


0 komentar:
Post a Comment