PERSELINGKUHAN
Toni sedang duduk baca koran di bawah pohon yang rindang. Anto selesai membeli minuman dan roti di minimarket, ya ke tempat Toni. Di jalan Anto melihat cowok dan cewek bertengkar. Anto tidak peduli urusan orang dan berkata "Urusan perselingkungan otomatis bertengkar."
Anto berjalan menuju Toni yang santai duduk di bawah pohon rindang sambil baca koran. Sampai juga, ya Anto duduk dan berkata "Toni, minuman dan juga roti."
Anto menaruh plastik yang di dalamnya roti dan minuman di kursi. Toni menghentikan baca korannya dan koran di taruh di kursi. Anto sedang asik minum kaleng yang enak banget. Toni yang mengambil minuman di dalam plastik, ya segera di minum minuman kaleng.
"Emmmm enak minuman kaleng ini," kata Toni.
"Ngomong-ngomong tadi sebelum sampai di sini. Aku melihat cowok dan cewek bertengkar, ya permasalahannya tidak jauh beda kaya di sinetron dan film....perselingkuhan," kata Anto.
"Selingkuh. Jika terjadi pertengkaran, ya salah ke dua-duanya yang tidak bisa menjaga arti dari kesepakatan kesetiaan. Ya lebih baik aku lagi lah. Masih jomlo," kata Toni.
"Omongan mu benar Toni. Lebih baik jomlo dari pada punya pasangan tapi tidak bisa menjaga kesepakatan kesetiaan," kata Anto.
"Jomlo sementara aja. Kalau kelamaan jomlo, ya sepi juga rasa di hati ini," kata Toni.
"Kalau itu sih urusan Toni. Oh iya Toni cerita di koran ada yang menarik?" kata Anto.
"Ada sih menarik. Cerita cinta, ya tentang perselingkungan," kata Toni.
"Masa ceritanya tentang perselingkuhan?" kata Anto.
"Kalau tidak percaya baca sendiri tuh koran!" kata Toni.
"Iya aku baca koran," kata Anto.
Anto menaruh minuman kaleng di kursi dan mengambil koran di kursi dan segera membaca koran yang cerita cinta. Toni menaruh minuman kaleng di kursi dan mengambil roti di dalam plastik. Roti di buka dari bungkusnya plastik dan segera di makan roti sama Toni.
"Roti ini enak. Apalagi rasa coklat. Rasa yang aku sukai," kata Toni.
Toni terus makan roti. Anto, ya asik baca koran. Toni telah habis dua roti, ya Anto belum menyelesaikan baca korannya. Toni makan roti yang ketiga. Baru deh Anto selesai baca koran dan koran di taruh di kursi. Anto pun mengambil minuman kalengnya di kursi, ya meminumnya.
"Benarkan cerita cintanya tentang perselingkuhan," kata Anto.
Anto mengambil minuman kaleng di kursi dan meminumnya.
"Cerita cintanya tentang perselingkuhan. Awalnya cowok itu setia sama cewek. Cowok itu tipe pekerja keras karena ia berasal dari orang tidak punya. Usahanya di bangun dengan baik bersama ceweknya, ya istrinya. 25 tahun membangun usaha jadi kaya raya. Tapi sayang belum di karunai anak. Cowoknya kepincut cewek cantik, ya muda gitu. Runtuhlah kesetiaan cowok itu. Pada akhir ceritanya. Cowoknya menyesal telah berselingkuh dan minta maaf sama ceweknya, ya istrinya," kata Anto.
"Alasannya sih yang tidak masuk akal bagi aku. Belum dapet anak dari membangun rumah tangga 25 tahun. Padahal mengangkat anak masalah selesai, jadi tidak ada perselingkuhan," kata Toni.
"Nama juga alasan agar tujuan selingkuh itu di jalankan. Kalau berhasilkan bisa di bilang poligami," kata Anto.
"Cerita di koran benar-benar kaya sinetron dan film, ya pokok permasalahannya," kata Toni.
"Ada kesamaan cerita kan hal biasa," kata Anto.
"Ya sudah lah ngobrolnya di lanjut di rumah aja!" kata Toni.
"Ok," kata Anto.
Anto dan Toni beranjak dari duduk. Kaleng minuman dan plastik di buang di tong sampah. Roti tinggal tiga di plastik, ya di bawa Anto dan Toni membawa koran. Toni dan Anto berjalan dengan santai menuju rumah Toni. Belum sampai di rumah masih di jalan Toni dan Anto....melihat cewek dan cowok pacaran gitu, jalan berdua untuk mengumbar kemersaan gitu. Toni dan Anto, ya jojong saja tidak peduli urusan sepasang kekasih mengumbar kemersaan. Sampai di rumah Toni. Ya seperti biasanya Toni dan Anto main catur sambil menikmati kopi, roti dan juga ngobrol yang asik seputar isi cerita di koran.

0 komentar:
Post a Comment