KALA CINTA MENGGODA
Anto membuat kopi di dapur. Kopi jadi bawa ke teras depan rumah sama Anto. Ya Anto duduk dan segera minum kopinya.
"Enak kopi ini," kata Anto.
Anto menaruh gelas kopi di meja dan mengambil koran di meja, ya segera di baca tuh koran dengan baik. Toni selesai beli gorengan di warung Lastri, ya segera bergerak ke rumah Anto. Saat di jalan Toni melihat cewek cantik keluar dari mobil mewah dan juga cowoknya, ya keduanya bergerak menuju masuk rumah yang gedong nama juga orang kaya. Toni memang diam di tempat memperhatikan tuh cewek cantik.
"Kala cinta menggoda kaya lagu. Cewek itu cantik banget menunjukkan pesona kecantikanya. Sayangnya tuh cewek sudah ada pemiliknya. Aku masih jomlo yang mencari kekasih hati," kata Toni.
Toni bergerak lagi menuju rumah Anto. Sampai di rumah Anto. Toni melihat Anto sedang asik baca koran di teras depan rumah. Toni mengucap salam "Assalamualaikum."
Anto mendengar salam Toni, ya menghentikan baca koran, ya koran di taruh di meja.
"Waalaikumsalam," kata Anto.
Anto mempersilakan Toni duduk. Ya Toni duduk dan menaruh plastik berisi gorengan.
"Anto gorengan," kata Toni.
"Iya," kata Anto.
Anto mengambil gorengan di dalam plastik, ya segera di makan gorengan. Toni, ya sedang asik juga makan gorengan. Anto telah makan dua gorengan yang enak itu. Anto mengambil gelas kopi dan meminumnya.
"Enak kopi ini," kata Anto.
Anto menaruh gelas kopinya.
"Kopi untuk Toni belum di buat. Toni aku ke dalam dulu buat kopi untuk kamu, Toni!" kata Anto.
"Iya," kata Toni.
Anto beranjak dari duduknya, ya bergerak masuk rumah langsung menuju dapur untuk membuat kopi. Ya kopi jadi, di bawa sama Anto ke teras depan rumah. Anto menaruh kopi di meja dan berkata "Toni kopinya."
"Iya," kata Toni.
Anto duduk dan mengambil gorengan lagi di plastik dan segera memakannya. Toni mengambil gelas kopi di meja dan segera meminumnya.
"Enak kopi ini," kata Toni.
Toni menaruh gelas kopi di meja.
"Ngomong-ngomong Anto, hari ada cerita apa yang menarik?" kata Toni.
"Cerita koran yang menarik. Cerita cinta," kata Anto.
"Cerita Cinta toh. Kalau begitu aku baca korannya, ya Anto!" kata Toni dengan cepat mengambil koran di meja
"Belum ngomong iya, tanda boleh. Udah di ambil koran di meja. Kebiasan Toni," kata Anto.
"Hal biasa itu mah. Kadang hal yang tidak penting kita bahas, biasa sekedar bahan obrolan saja," kata Toni.
"Ya Toni....sekedar bahan obrolan saja," kata Anto.
Anto jojong makan gorengan dan juga minum kopi. Toni, ya baca koran dengan baik banget. Anto dengan sabar nunggu Toni selesai baca koran. Ya pada akhirnya Toni selesai baca korannya dan korannya di taruh di meja.
"Ceritanya menarik cerita cintanya," kata Toni.
"Memang menarik cerita cintanya," kata Anto.
"Ceritanya....seorang cowok yang menyukai seorang cewek, ya rekan kerjanya. Tapi sayangnya. Cowok itu sudah punya kekasih dan cewek yang di sukai itu, ya rekan kerjanya ternyata sudah ada kekasihnya," kata Toni.
"Ujian cowok itu. Tanda-tanda ke lain hati, ya bisa saja jadi perselingkuhan," kata Anto.
"Jadinya serba salah jadinya. Mencintai cinta pertama, ya takut menyakiti. Yang kedua pun takut menyakiti juga," kata Toni.
"Memang susah kalau kala cinta menggoda," kata Anto.
"Ending ceritanya sih bagus sih. Cowok itu, ya memilih memutuskan hubungan dengan dua cewek yang ia cintai itu. Cowok itu pun pergi ke luar negeri dengan tujuannya melanjutkan kuliahnya di luar negeri dan sekaligus kerja juga di luar negeri," kata Toni.
"Kadang lebih baik di putus kan dua cewek yang cowok itu sukai," kata Anto.
"Ceritanya memang di buat seperti itu," kata Toni.
"Ya...ya...ya...ceritanya di buat seperti itu," kata Anto.
"Kenyataan saja. Aku masih jomlo. Masih mencari cewek yang aku sukai. Sedangkan Anto sudah pasti dengan Agnes, tapi ujian kesetiaan pasti datangnya tidak jauh beda dengan cerita cinta yang kita baca di koran, ya kan Anto?" kata Toni.
"Ya sih ujian kesetiaan itu pasti ada. Di pihak aku ada di pihak Agnes juga ada. Jadi harus kuat menghadapi ujian bentuk apa pun? Ya tetap dalam satu keputusan kesetiaan dengan pasangan," kata Anto.
"Anto lebih main aja!" kata Toni.
"Main catur," kata Anto.
"Yang lain aja," kata Toni.
"Main kartu domino," kata Anto.
"Boleh juga main kartu domino," kata Toni.
Toni yang sepakat dengan Anto main kartu domino, ya segera Anto mengambil kartu domino di kamarnya. Kartu domino telah di ambil di meja belajar, ya Anto keluar dari kamarnya dan langsung ke teras depan rumah. Anto dan Toni menentukan siapa yang ngocok kartu domino, ya dengan suit. Pada akhirnya yang menang adalah Anto dan Toni yang kalah mengocok kartu domino. Setelah kartu di bagian dengan baik sama Toni, ya pemain kartu domino pun berjalan dengan baik. Anto dan Toni terus main kartu domino sambil menikmati makan gorengan dan kopi yang enak juga.

0 komentar:
Post a Comment