KERASUKAN
Anto sedang santai di teras depan rumah sambil baca koran dan minum kopi. Toni berjalan dengan cukup cepat, ya mau ke rumah Anto. Di jalan melihat cewek cantik membuat diri Anto berkata "Waaw cantiknya."
Toni, ya berpapasan dengan cewek tersebut. Cewek itu tetap saja jojong dengan tujuannya. Toni langsung balik badan.
"Cantik dan juga wangi lagi. Cantiknya ini yang memukau banget kaya artis cewek Korea, yang kinclong wajahnya. Pake kosmetik apa ya....eke tertarik nek? Astaghfirullahalazim. Aku jadi berubah jadi cewek ini mah. Jantan. Jantan. Jantan!" kata Toni.
Toni balik badan dan berjalan lagi dengan cukup cepat. Sampai di halaman depan rumah Anto. Toni melihat cewek yang cantik banget, ya muslimah gitu.
"Wah ini bidadari surga kaya judul lagu," kata Toni.
Cewek muslimah itu berjalan terus, ya melewati Toni yang sedang melihat dengan baik.
"Enaknya masih jomlo. Kalau sudah punya pasangan, ya pasti di marah in melihat cewek cantik," kata Toni.
Toni masuk halaman rumah Anto dan melihat Anto sedang asik baca koran dan minum kopi.
"Assalamualaikum," kata Toni.
"Waalaikumsalam," kata Anto, ya berhenti baca koran dan koran di taruh di meja.
Anto mempersilakan Toni duduk, ya Toni duduklah.
"Anto hari ada cerita yang menarik di koran yang Anto baca?" kata Toni.
"Ada sih. Cerita misteri," kata Anto.
"Cerita misteri menarik nie. Aku baca korannya!" kata Toni.
Toni mengambil koran di meja, ya di baca dengan baik. Anto beranjak dari duduknya, ya dalam rumah dan langsung ke dapur untuk membuat kopi. Kopi pun jadi di buat Toni. Ya Toni mengambil kue bolu buatan Agnes di kulkas. Kue dan kopi di bawa ke teras depan rumah dan di taruh di meja sama Anto.
"Toni di makan kue buatan Agnes dan juga kopi yang enak buatan aku!" kata Anto.
"Iya," kata Toni menghentikan baca korannya sambil menaruh koran di meja.
Toni mengambil gelas kopi di meja dan segera meminumnya.
"Enak," kata Toni.
Sedangkan Anto, ya mengambil gelas kopi di meja dan segera meminumnya. Toni menaruh gelas kopi dan segera mengambil kue di piring. Kue di makan Toni.
"Enak kue buatan Agnes," kata Toni.
Anto menaruh gelas kopi di meja.
"Anto sekarang sudah enak jadian sama Agnes. Sampai-sampai kue yang enak ini ada di sini, ya aku lagi memakannya. Walau sebenarnya Anto dan Agnes tetap menjaga jarak karena belum menikah kan," kata Toni.
"Menjaga jarak kan lebih baik. Untuk apa mengumbar kemersaan seperti orang-orang kebanyakan yang sedang kasmaran karena cinta?!" kata Anto.
"Aku paham omongan Anto. Karena aku paham agama juga!" kata Toni.
"Cerita misteri di koran menarik kan, Toni?!" kata Anto.
"Iya menarik. Menceritakan tentang seorang cewek yang kerasukan roh penasaran. Ya roh penasaran itu cewek yang matinya di bunuh Ibu tirinya dan mayat ya di buang ke sumur tua," kata Toni.
"Ibu tirinya ternyata sakit jiwa karena depresi jatuh miskin dan suaminya meninggal kecelakaan mobil lagi, ya anak tirinya di bunuh," kata Anto.
"Sakit jiwa itu kan bisa buta pikiran makanya bisa membunuh. Untung saja cewek yang di rasukin kuat banget menghadapi ujian kerasukan. Jadi menolong cewek yang mati penasaran dengan tujuan mayatnya yang di buang di sumur tua, ya di kuburkan dengan layak," kata Toni.
"Cewek yang penasaran itu jadi tenang deh, ya tidak gentayangan lagi mengganggu manusia yang hidup. Ibu tirinya mati kecelakaan di tabrak truk, ya karena kebiasaan orang gila kocar ke sana ke sini," kata Anto.
"Oooo iya di Tv ada beberapa sinetron tema misteri kan?" kata Toni.
"Memang ada. Apa kaitannya cerita misteri di koran dengan sinetron misteri di Tv?" kata Anto.
"Sebenar tidak perlu di kaitkan lah cuma obrolan saja!" kata Toni.
"Cuma obrolan saja. Kalau begitu main kartun remi biasa cankolan saja!" kata Anto.
"Kok main kartun remi. Biasanya catur?!" kata Toni.
"Cari suasana yang lain!" kata Anto.
"Ok, main kartun Reni," kata Toni.
"Toni yang bener itu kartu Remi bukan Reni. Reni itu anak tetangga sebelah!" kata Anto.
"Guyon," kata Toni.
"Oooo gitu toh. Guyon," kata Anto.
Anto dan Toni, ya suit untuk siapa yang mengocok kartu? Ternyata Anto yang menang, jadi Toni mengocok kartu remi dengan baik dan membagi kan kartu dengan baik. Toni dan Anto main kartu remi dengan penuh ke santaian lah.


0 komentar:
Post a Comment