RIVAL CINTA
Toing sedang asik baca koran di teras rumah. Heru sedang beli es dugan. Setelah membeli es dugan, ya Heru balik ke rumah. Sampai di rumah, Heru mengucap salam "Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam," saut Toing.
"Ini es dugan, aku beliin untuk mu Toing," kata Heru memberikan seplastik es dugan ke Toing.
Toing mengambil seplastik es dugan yang di sodorkan ke padanya dan berkata "Terima kasih....Heru yang baik."
"Iya," kata Heru.
Heru menikmati minum es dugan, ya begitu dengan Toing.
"Toing....lagi baca berita apa di koran?" kata Heru.
"Baca berita yang menarik. Ya artis sih!" kata Toing.
"Cewek apa cowok?" kata Heru.
"Cewek lah. Aku cowok, ya suka dengan cewek lah!" kata Toing.
"Itu hal yang normal. Padahal cuma penggemar saja sih. Kalau menyukai cowok, yang di idolakan... ya tidak ada masalah sih. Kaya menyukai pemain bola, yang hebat banget laganya di lapangan sepak bola...sampai mencetak gol," kata Heru.
"Iya. Kalau itu duh aku paham," kata Toing.
"Ngomong-ngomong, siapa nama artis cewek yang Toing baca beritanya di koran?" kata Heru.
"Tiara," kata Toing.
"Oooooo. Tiara toh. Penyanyi toh," kata Heru.
"Cantik dan suaranya merdu," pujian Toing.
"Kalau penggemar, ya biasa tuh.....pujian seperti itu. Cantik dan suaranya merdu," kata Heru.
"Kalau terlalu menyukai bisa dibilang cinta juga kan!" kata Toing.
"Bisa sih," kata Heru.
Heru selesai minum es dugan, jadi plastiknya di buang ke tempat sampah. Toing selesai juga minum es dugan dan plastik di buang ke tempat sampah.
"Ooooo iya Heru. Orang kecil seperti kita bisa mendapatkan cintanya artis yang di sukai?" kata Toing.
"Sebenarnya bisa aja sih. Tapi kenyataan tetap susah. Ya kita memang orang kecil, ya di bilang miskin ya gak juga miskin banget gitu. Beda dengan miskin yang kerjaannya minta-minta sana sini," kata Heru.
"Maksudnya? Pengemis!" kata Toing.
"Pengemis itu lah. Tapi kalau di kaitkan lagu, jadi seperti....aku bukan pengemis cinta," kata Heru.
"Iya juga, ya untuk apa jadi pengemis cinta? Laki-laki itu kalau suka sama cewek, ya katakan suka. Jika di tolak, ya memang sakit di hati. Tetap tegar. Kata orang tua sih, kalau suka ya lamar aja, ya mempung ia lagi jomlo," kata Toing.
"Lamar kan pake harta. Harta itu di gunakan untuk jalani kehidupan ini, jaminan hidup," kata Heru.
"Memang ia sih pake harta. Masalah sekarang.....ini ngelamar cewek itu, ya maharnya sudah mahal banget," kata Toing.
"Itulah....cewek jadi mahal, karena maharnya itu. Maka itu....cara di pacarin gitu, lalu di negolah harga mahar...agar tidak mahal-mahal," kata Heru.
"Siasat itu sering di lakukan," kata Toing.
"Namanya orang kecil," kata Heru.
"Maka kata orang tua yang baik itu. Cari cewek yang sesuai dengan takaran keadaan," kata Toing.
"Ooooo berarti. Miskin dapet miskin. Naik tingkat, ya sederhana gitu. Kalau kaya di pikir dua kali," kata Heru.
"Ya....susah dong dapet artis cewek yang di sukai. Kaya itu ya," kata Toing.
"Sudah di bilang in susah," kata Heru.
Lewat seorang cewek di depan rumah Toing dan Heru. Ya Andini memang di kenal Toing dan Heru.
"Toing, lebih baik Toing tuh menyukai Andini!" kata Heru.
"Iya juga ya. Lebih baik Andini. Selevel dengan aku. Jomlo lagi!" kata Toing.
"Masih....jomlo...Toing?!" kata Heru.
"Aku kan pernah ngobrol dengan Andini, ya dia sih masih jomlo," kata Toing.
"Gimana ini Teguh, ntgasih info tentang Andini....itu sudah punya pacar. Aku tidak jadi menyatakan suka sana Andini," kata Heru.
"Teguh. Ya dia mah suka sama Andini. Sengaja memanipulasi keadaan bahwa Andini sudah punya pacar. Teguh pernah menyatakan cinta sama Andini," kata Toing.
"Kecolongan star itu mah. Di terima....enggak Toing, itu Teguh?!" kata Heru.
"Ya....tidak di terima. Teguhnya, kerjaannya itu masih gak jelas. Hidup di zaman sekarang ini. Mateng kerjaannya dan melamarlah cewek yang di sukai, pasti di terima," kata Toing.
"Jadi...aku masih punya peluang mendapatkan Andini," kata Heru.
"Ya....aku juga punya peluang mendapatkan Andini," kata Toing.
"Jadi ya Rival Cinta namanya," kata Heru.
"Ya...iyalah Rival Cinta," kata Toing.
"Ok, tidak ada masalah," kata Heru.
"Sudahlah ngobrol di teras rumah. Aku mau nonton Tv aja!" kata Toing.
"Aku ikutan deh," kata Heru.
Heru dan Toing masuk rumah dan duduk di ruang tamu. Toing menghidupkan Tv. Setelah itu, ya Toing duduk bersama Heru. Keduanya menonton Tv dengan santai. Tiba-tiba hujan turun.
"Hujan di luar," kata Toing.
"Iya....hujan di luar, untung sudah di dalem rumah," kata Heru.
Heru dan Toing terus menonton Tv dengan santai.

0 komentar:
Post a Comment