KEBAKARAN

Posted By Cerpen universal on Saturday, October 31, 2020 | October 31, 2020

KEBAKARAN

Ridwan lantai di depan rumahnya, ya lagi santai baca koran. Dandi yang boring di rumahnya, ya ke rumah Ridwan. Dandi berjalan kaki ke rumah Ridwan, ya cuma dua rumah jaraknya dari rumah Dandi. Dandi sampai di rumah Ridwan.

"Assalamualaikum," kata Dandi.

"Waalaikumsalam," jawab Ridwan menghentikan baca korannya. 

"Dandi....apa gerangan main ke rumah ku?" kata Ridwan.

Dandi duduk di sebelah Ridwan. 

"Ya lagi bosen di rumah saja," kata Dandi.

"Ooo begitu," kata Ridwan.

"Lagi asik baca koran ya Ridwan," kata Dandi.

"Iya, lagi santai," kata Ridwan.

Dandi pun membaca koran tersebut yang menarik.

"Ooooo ada kejadian kebakaran daerah sini toh," kata Dandi. 

"Ya kebakaran ya sih ketahuan penyebabnya sih di akar pemiliknya. Karena stres....usahanya hancur terbelit hutang sana sini," kata Ridwan menanggapinya. 
 
Dandi berhenti baca korannya. 

"Hidup sudah susah di bikin susah. Bawa kesusahan ke semua orang. Nyamber apinya itu, jadinya kebakarannya tambah luas banget," kata Dandi.

"Untung saja ada petugas pemadam kebakaran sekarang. Kalau dulu sih tidak ada tuh petugas pemadam kebakaran. Ya hanya warga yang bergotong royong memadamkan api," kata Ridwan.

"Untung saja. Tuh pembuat onar sudah di tangkap. Hebat juga polisi bisa menyelidiki sampai tuh pembuat onar di penjara dan harus bertanggungjawab dengan segala perbuataannya," kata Dandi.

"Kerja sama tim itu penting untuk menyelesaikan masalah," kata Ridwan.

"Ya...aku paham itu. Kadang lebih baik cinta yang membakar diri ku," kata Dandi.

"Ungkapkan perasaan kalau suka sama cewek. Yang memadamkannya petugas kebakaran yang cantik, yang Dandi sukai," kata Ridwan.

"Cinta menariknya di situ," kata Dandi.

"Main catur aja ya!" kata Ridwan.

"Ok, main catur!" kata Dandi.

Dandi dan Ridwan ya sepakat main catur. Ridwan mengambil catur di bawah meja. Bidak catur di taruh di papan catur, ya di susun rapih. Permainan catur pun di mulai. Ridwan dan Dandi penuh konsentrasi main catur.

Toto pun berteriak keras "Kebakaran!"

Semua orang mendengar teriakan 'Kebakaran', jadi pada dateng ke tempat orang yang berteriak. Ridwan dan Dandi, ya meninggalkan main caturnya ke tempat orang berteriak kebakaran. Semua orang bahu membahu memadamkan api yang membakar sebuah toko makan, ya kompornya meleduk dan menyambar lah ke gas epiji tiga kilo....jadi meledak deh tambah kacau tuh warung.

Pemilik warung memang selamat. Semua terus memadamkan api. Baru deh pemadam kebakaran dateng, ya segera memadamkan api. Reporter Tv pun meliput berita. Usaha memadamkan api pun selesai.

Semua warga kembali ke rumah masing-masing. Ya polisi masih mengusut masalah kebakaran tersebut. Ridwan dan Dandi yang cukup menolong saja, ya pulang ke rumahnya Ridwan. 

Sampai di rumah. Keduanya duduk di depan rumah. 

"Kebakaran terjadi karena kecerobohan manusia," kata Dandi. 

"Kenyataannya seperti itu," kata Ridwan. 

"Kadang lebih baik.....cinta itu membakar diri ku," kata Dandi. 

"Kebiasaan yang punya rasa cinta yang membara. Padahal Dandi jomlo," kata Ridwan. 

"Cewek susah di dapatkan," kata Dandi. 

"Yang di kejar tidak sesuai dengan takaran. Ya susah di dapetin. Cantik dan kaya," kata Ridwan. 

"Ya selera gimana!" kata Dandi. 

"Ketinggian seleranya," kata Ridwan. 

"Ya aku akui. Ya sudah jangan di bahas. Main catur lagi!" kata Dandi. 

"Ayo!" kata Ridwan. 

Ridwan dan Dandi, ya main catur dan melanjutkan permainan yang tadi tertunda. 
Blog, Updated at: October 31, 2020

0 komentar:

Post a Comment