JADIAN
Gilang sedang santai duduk di bawah pohon jambu, sambil mendengarkan musik di Hp-nya.
"Lagunya bagus," kata Gilang.
Benu abis dari warung, ya berjalan menuju rumahnya. Saat lewat rumah Gilang, ya Benu melihat Gilang yang sedang duduk di bawah pohon jambu sambil mendengarkan musik dari Hp-nya. Benu pun menyamperin Gilang.
"Gilang....lagi nyantai ya," kata Benu sambil duduk di sebelah Gilang.
"Benu," kata Gilang sambil mematikan musik di Hp-nya.
"Memang enak sih duduk di bawah pohon. Tapi kata orang-orang, malam-malam gini ada hantu di atas pohon," kata Benu.
"Benu....kebiasaan nakutin. Emangnya aku anak kecil. Bisa di takutin seperti itu. Pohon jambu tumbuh di pekarangan ruamah aku. Ya jelas tidak ada hantu. Aku buktikan," kata Gilang.
Gilang menggunakan remot yang di pegang di tangannya, ya menghidupkan lampu yang di pasang di pohon jambu...jadinya terang banget.
"Tidak ada hantu kan. Kelihatan semuanya," kata Gilang.
"Cuma bercanda, eeee malah di seriusin," kata Benu.
"Ya aku. Gilang gitu," katanya.
"Ngomong-ngomong....dengerin lagu siapa di Hp?" kata Benu.
"The Junas Monkey, ya lagunya tentang 'Jadian'.....," kata Gilang.
"Lagu lama toh," kata Benu.
"Lagu yang aku dengerin ini. Ya suasana hati aku, yang ingin jadian sama cewek," kata Gilang.
"Ooooo begitu. Lagi mikirin cewek toh. Memangnya susah menyatakan cinta sama cewek yang di sukai?" kata Benu.
"Belum. Mau sih nyatakan cinta. Jadinya jadian gitu," kata Gilang.
"Memangnya cewek mana yang kamu taksir....Gilang?" kata Benu.
"Aku malu ngomongnya," kata Gilang.
"Ngomong aja. Kita temen. Siapa orangnya?" kata Benu.
"Ya...gimana ya. Adiknya Benu. Cahaya," kata Gilang yang terus terang.
"Aku kirain. Cewek mana. Tahunya, adik aku yang taksir," kata Benu.
"Namanya cinta. Tapi inginnya ngomong langsung sama Cahaya. Eeee ternyata Cahaya sering jalan bareng dengan Yoga, ya teman sekelas Cahaya. Kayanya sih pacaran," kata Gilang.
"Ya ampun. Gilang....Gilang. Cahaya dengan Yoga itu teman saja. Gilang suka sama Cahaya, ya aku boleh kan jadian sama Cahaya," kata Benu.
"Baik. Kakak ipar," kata Gilang.
"Ya sudahlah aku pulang ya! Assalamualaikum," kata Benu.
"Waalaikumsalam," kata Gilang.
Gilang pun beranjak dari duduknya di bawah pohon jambu, ya masuk rumahnya dan tidak lupa mematikan lampu dengan remot di tangan Gilang. Benu, ya berjalan dengan santai menuju rumahnya. Gilang di di dalam rumahnya, ya istirahat di kamarnya.
Benu sampai di rumahnya. Benu pun masak di dapur, ya yang di beli di warung adalah mie. Singkat waktu, mie pun matang dan segera di makan Benu sambil nonton Tv, ya ruang makan gitu. Cahaya keluar dari kamarnya dan duduk bersama Benu, ya untuk nonton Tv.
"Cahaya, kemungkinan ada cowok yang ingin menyatakan cinta ke kamu!" kata Benu.
"Siapa Bang?" kata Cahaya.
"Siapa ya? Rahasia lah!" kata Benu.
"Jadi penasaran," kata Cahaya.
Benu selesai makan mie, ya segera di cuci di belakang tuh mangkok. Cahaya, ya masuk kamar lagi. Benu selesai mencuci mangkok, ya mematikan Tv dan masuk ke kamarnya untuk tidur.
Esok harinya, ya hari minggu.
Gilang dateng ke rumah Benu. Pintu mau di ketuk Gilang, eeeeee.....Cahaya membuka pintunya jadi Gilang tidak jadi mengetuk pintu.
"Assalamualaikum," kata Gilang.
"Waalaikumsalam," kata Cahaya.
"Cahaya mau nyapu halaman ya?" Kata Gilang.
"Iya, seperti biasanya. Abang Gilang, pagi-pagi main kesini mau nemui Abang Benu ya?" kata Cahaya.
"Abang tidak ada urusan dengan Abangnya Cahaya. Tapi Abang ada urusan dengan Cahaya, ya ingin ngomong sesuatu," kata Gilang.
"Ada urusan dengan aku," kata Cahaya.
"Cahaya, Abang jujur ya. Abang suka dengan Cahaya," kata Gilang.
Cahaya terkejut dengan pernyataan cintanya Gilang, ya pagi-pagi sih. Dalam hati Cahaya berkata "Yang di maksud Abang Benu, cowok yang suka aku adalah Abang Gilang."
"Cahaya memang suka Abang Gilang," kata Cahaya.
"Jadi....Cahaya terima Abang," kata Gilang, ya motong omongan Cahaya.
"Iya," kata Cahaya.
"Yes, jadi kita jadian," kata Gilang yang senang banget.
"Iya," kata Cahaya.
Cahaya pun nyapu halaman depan, ya di bantuin Gilang. Setelah itu, ya ngobrol asik di ruang tamu Gilang dan Cahaya. Benu keluar dari kamarnya, ya melihat siapa yang bertamu? Ya ternyata Gilang.
"Udah jadian toh keduanya," kata Benu.
Benu pun membiarkan Gilang dan Cahaya, ya ngobrol dengan asik di ruang tamu. Benu pun ke dapur untuk masak.

0 komentar:
Post a Comment