HOTEL

Posted By Cerpen universal on Thursday, October 22, 2020 | October 22, 2020

HOTEL

Doni berjalan bersama dengan Budi, ya menikmati keadaan. 

"Aku capek jalan, berhenti dulu!" kata Doni.

"Aneh...Doni. Baru beberapa kilometer sudah capek. Padahal memang hobynya jalan kaki untuk menikmati keadaan," kata Budi.

"Menikmati keadaan, ya duduklah!" kata Doni yang duduk di tempat duduk di pinggir jalan.

"Ooooo maksudnya itu toh?!" kata Budi.

Budi pun duduk di sebelah Doni, ya melihat keadaan lingkungan yang sibuk dengan rencana masing-masing untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

"Lihat....gedung di seberang sana Budi!" kata Doni.

"Aku lihat tuh gedung di seberang jalan. Hotel...kan!" kata Budi.

"Iya, hotel. Dulu tidak ada hotel di seberang jalan itu. Ya perumahan dan ruko," kata Doni.

"Iya....aku inget. Memang ia sih bangunan lama itu perumahan dan ruko," kata Budi.

"Keadaan ekonomi daerah sini yang mengalami perubahan besar ya hotel itu. Yang punya modal besar, ya membuat usaha perhotelan," kata Doni.

"Aku pernah baca di koran, ya artikel tentang hotel tersebut. Polisi mengrebek di hotel tersebut....ya masalah narkoba dan pelacuran," kata Budi.

"Di bangun usaha, ya nilai kebaikan kemajuan ekonomi tapi ada negatifnya juga," kata Doni.

"Yang negatif itu kan masih kaitan ekonomi. Jadi kemajuan dari ekonomi itu sendiri," kata Budi.

"Iya juga sih. Mereka membayar untuk beli narkoba dan juga bayar pelacur untuk hal yang enak itu kan. Tapi hukum itu telah di buat untuk mencegah kehancuran ini dan itu yang dampaknya penyakit ini dan itu," kata Doni.

"Manusia itu susah di atur," kata Budi.

"Kenyataannya begitu," kata Doni.

"Doni, jika dapet cewek pelacur gimana Doni kamu menghadapi cewek itu?!" kata Budi.

"Ya gimana ya agak susah sih. Keburukannya itu susah dihapuskan di mata masyarakat yang ini dan itu. Kalau cinta banget, ya aku berusaha mengubah cewek pelacur itu jadi bener dan menerimanya," kata Doni.

"Di ubah jadi baik toh dan terima dengan baik," kata Budi.

"Yang susah itu. Orang tua, tahu masalahku tuh cewek yang aku pilih ternyata bekas cewek tidak baik. Ya orang tua kecewa toh," kata Doni.

"Berarti penghalangnya tetap orang tua. Memang bener sih orang tua demi kebaikan anaknya," kata Budi.

"Ayok jalan lagi!" kata Doni.

"Ayok!" kata Budi.

Budi dan Doni berjalan lagi sambil menikmati keadaan lingkungan. Terlihat cewek cantik yang masuk ke dalam toko baju. 

"Waaaw," kata Doni dan Budi bersamaan ketika melihat cewek cantik yang aduhai. 

Doni dan Budi, ya terus berjalan.

"Cewek tadi cantik banget....body," kata Doni.

"Iya, memang cantik banget. Pakaiannya....waaaw banget menonjolkan lekuk tubuh yang luar biasa," kata Budi.

"Cewek selalu seperti itu....mengumbar kecantikannya," kata Doni.

"Kenyataannya begitu. Mengikuti budaya yang ini dan itu," kata Budi.

"Padahal tujuannya pakaian itu di pakai untuk mempercantik diri dan melindungiku diri," kata Doni.

"Memang maksudnya sesuai omongan mu Doni. Tapi dasarnya awalnya telanjang bulat, ya hal itulah masih di jalanan beberapa cewek yang tidak sadar itu," kata Budi.

"Mengundang bencana itu namanya. Kalau dulu sih orangnya sedikit. Sekarang banyak banget. Ya hukum di buat untuk mengatur manusia dan mencegah kejahatan. Contohnya pemerkosaan," kata Doni.

"Kenyataan tetap kenyataan," kata Budi.

Budi dan Doni, ya sampai di warung kopinya Laras. Keduanya pun mesen kopi sama Laras. Ya Laras segera membuatkan dua gelas kopi dan disajikan. Budi dan Doni menikmati kopi yang enak buatan Laras sambil makan gorengan. Santailah keduanya dari jalan-jalan melihat keadaan lingkungan. 
Blog, Updated at: October 22, 2020

0 komentar:

Post a Comment