PINTER ITU DI PIARA

Posted By Cerpen universal on Thursday, October 22, 2020 | October 22, 2020

PINTER ITU DI PIARA

Toing duduk di bawah pohon yang rindang sambil melihat keadaan sekitar.

"Hidup sesuai rencana manusia," kata Toing.

Heru pun menghampiri Toing, ya duduk di samping Toing. 

"Kenapa duduk di sini di bawah pohon rindang?" kata Heru.

"Santai," kata Toing.

"Di seberang jalan, ada gereja tua," kata Heru.

"Iya," kata Toing. 

"Agama Kristen. Membimbing umatnya agar di jalan kebenaran dan menjatuhkan perbuatan dari menciptakan kehancuran di muka bumi ini," kata Heru. 

"Seharus sesuai omongan Heru. Tapi kan namanya manusia yang memilih keyakinan sesuai keyakinannya, ya banyak masih ragu dengan ajaran yang di yakini tetap menciptakan kehancuran," kata Toing. 

"Kenapa bodoh selalu di pelihara manusia? Seharus pinter yang di pelihara!" kata Heru. 

"Lebih baik pelihara ayam, ya dapet keuntungan dari telurnya dan dagingnya," kata Toing. 

"Padahal yang pinter memelihara ayam itu, malah hidup berdampingan dengan agama lain dan menciptakan kemajuan ekonomi," kata Heru. 

"Dasarnya manusia itu paham dengan keyakinannya atau tidak. Padahal di kaum kita pun ada yang bodoh di piara juga, ya menciptakan kehancuran," kata Toing. 

"Kalau itu susah di bimbing juga," kata Heru. 

"Berarti sama aja kan. Keyakinan itu harus di jalani sesuai aturan. Agar tidak merusak diri dan orang lain," kata Toing. 

"Sebelas-bebasnya manusia menjalani kehidupan tetap harus mengikuti aturan demi hidup berdampingan, ya menciptakan kedamaian," kata Heru. 

"Sudah, yok ngobrol di sini!" kata Toing. 

"Ayo!" kata Heru. 

Heru dan Toing beranjak dari duduknya di pohon rindang, ya berjalan menuju rumah. 

"Di sebelah gereja tua, ada panti asuhan," kata Heru. 

"Iya," kata Toing. 

"Ada cerita yang menarik, ya cewek panti asuhan....yang menjalankan kisah cinta mulus sampai ke tujuannya," kata Heru. 

"Kisah cinta yang bahagia. Ya awalnya saja, gadis itu mencari jati dirinya karena yatim piatu," kata Toing. 

"Hidup tidak ada yang tahu....jalan cerita kehidupan ini. Bisa awalnya buruk. Bisa awalnya baik. Ya akhirnya cerita pun ada yang buruk dan juga ada yang baik," kata Heru. 

Sampai di persimpangan jalan, ya Heru dan Toing belok ke kiri. Tiba-tiba terlihat cewek cantik. Heru dan Toing itu memperhatikan cewek tersebut. Ketika berpapasan, ya tercium bau harum dari tubuh cewek itu. Cewek itu terus berjalan menjauh dari Toing dan Heru. 

"Parfumnya....luar biasa wanginya....cewek itu," kata Heru. 

"Cantik cewek itu dan juga wangi," kata Toing. 

"Andai jadi kekasih aku, ya seneng rasanya," kata Heru. 

"Kenyataannya, ya cuma khayalan saja!" kata Toing. 

"Sejenak boleh kan," kata Heru. 

"Boleh kok," kata Toing. 

Toing dan Heru sampai juga di rumah dan segera masuk ke dalam rumah. Ya Toing duduk di ruang tamu. Heru, ya menghidupkan Tv, ya setelah itu duduk bersama Heru lagi. Keduanya nonton Tv. 

"Kenapa sekarang banyak berita yang aneh-aneh ya?" kata Heru. 

"Sengaja di buat begitu," kata Toing. 

"Agar menarik di tonton dan di bahas orang-orang pinter ya!" kata Heru. 

"Bisa jadi!" kata Toing. 

"Memang iya bisa jadi," kata Heru. 

Heru dan Toing terus asik nonton Tv sambil ngobrol ini dan itu, ya menarik di obrolin saja. 

Blog, Updated at: October 22, 2020

0 komentar:

Post a Comment