BAKSO
Ridwan sedang asik minum es cendol, ya duduk di sebuah ruko yang tutup. Dandi yang selesai fotocopy surat penting, ya segera pulang menuju rumahnya. Dandi melihat Ridwan yang santai lagi minum es cendol, ya duduk di sebuah ruko yang tutup. Dandi menghampiri Ridwan dan berkata "Hay sahabat ngapain di sini?"
"Dandi," kata Ridwan.
Dandi duduk di sebelah Ridwan.
"Dari mana mau kemana?" kata Ridwan.
"Dari tempat fotocopy, ini surat penting yang aku fotocopy. Telah selesai fotocopy, ya aku pulang lah," kata Dandi.
"Ooooo begitu," kata Ridwan.
"Sedangkan, Ridwan di sini lagi ngapain?" kata Dandi.
"Dua kali omongan itu. Ya jelas. Aku lagi santai minum es cendol, ya sambil melihat lingkungan sekitar," kata Ridwan.
"Ooooo begitu toh," kata Dandi.
"Lihat di seberang jalan itu, ada tempat jualan bakso terkenal di daerah sini!" kata Ridwan.
"Iya...aku lihat di seberang jalan ada tempat jualan bakso. Ya memang rame lagi," kata Dandi.
Ridwan selesai minum es cendol, ya membuang sampahnya ke tempat sampah.
"Emangnya kenapa Ridwan, kamu ngomongin tempat jualan bakso tersebut?" kata Dandi.
"Dulu di situ. Rumah biasa aja. Perubahan keadaan. Itu rumah di buat tempat makan, yang di pilih adalah bakso yang di jual. Seiring waktu tempat itu jadi rame, karena memang baksonya enak," kata Ridwan.
"Yang di omongin ini. Kaitannya ekonomi ya?!" kata Dandi.
"Iya....ekonomi," kata Ridwan.
"Membaca peluang di perhitungkan keadaan suatu lingkungan, ya agar jenis usaha berhasil dan keuntungan yang di raih," kata Dandi.
"Pemilik tempat bakso itu. Menbaca peluangnya sama seperti omongan mu Dandi, ya dengan modal besar mengubah rumahnya menjadi tempat usaha. Keberhasilannya adalah tata letak dari tempat bakso itu. Di pinggir jalan. Kanan dan kiri ada tempat usaha juga, sekolah SD, SMP, SMA....sampai Universitas. Maka itulah pertumbuhan ekonomi jadi maju," kata Ridwan.
"Apalagi, lahan parkirnya. Kalau tidak salah yang jaga Yamin," kata Dandi.
"Memang Yamin. Anak perantauan, tapi merantau....ya modal nekat saja, tidak bermodalkan ilmu. Pernah jual narkoba dan jadi preman demi hidup, ya di tangkap polisi. Setelah keluar dari penjara. Yamin kembali kehidupan di masyarakat, ya menjalani kehidupan ini di jalanin kebaikan. Ya bekerja jadi tukang parkir demi hidup," kata Ridwan.
"Memberikan kesempatan bagi orang yang ingin jadi baik. Tetap aja...ada yang mengawasi Yamin," kata Dandi.
"Polisi. Beni," kata Ridwan.
"Teman kita," kata Dandi.
"Demi keamanan semua orang," kata Ridwan.
"Aku mengerti," kata Ridwan.
Ridwan dan Dandi pun beranjak dari duduk di depan ruko yang tutup, ya pulanglah dengan jalan bareng gitu.
"Ada juga usaha yang gagalkan.... Ridwan?!" kata Dandi.
"Banyak yang gagal. Itu semua kesalahannya...sih tidak jauh beda. Tidak bisa membaca keadaan saja," kata Ridwan.
"Sederhana banget," kata Dandi.
"Memang sederhana," kata Ridwan menegaskan.
Tiba-tiba ada mobil masuk area toko di pinggir jalan. Dari mobil itu keluar cewek cantik dan segera masuk toko. Dandi dan Ridwan, yang tadi berhenti berjalan memperhatikan cewek cantik itu, ya setelah itu jalan lagi.
"Cewek tadi itu cantik banget," kata Dandi.
"Cewek cantik itu pemilik usaha baju di toko yang dimasukinnya untuk mengawasi kerja anak buahnya," kata Ridwan.
"Cantik, kaya dan pinter membaca keadaan untuk urusan ekonomi, ya buat usaha gitu," kata Dandi.
"Cewek seperti itu punya ambisi....jadi pengusaha hebat. Agresif di bidang ekonomi," kata Ridwan.
"Agresif aku suka itu," kata Dandi.
"Urusan usaha sih jalannya mulus. Tapi urusan cinta, tipe pemilih banget, ya minimal sama atau lebih dari cewek itu. Kepintarannya," kata Ridwan.
"Susah di dapet in dong," kata Dandi.
"Memang susah," kata Ridwan.
"Lebih baik aku mengejar cintaku, Lisa. Sederhana banget gitu," kata Dandi.
"Kalau Lisa sih, ya pas sesuai dengan Dandi. Sederajat," kata Ridwan.
Ridwan sampai juga di rumah.
"Dandi mampir ke rumahku!" kata Ridwan.
"Lain kali. Aku ada kerjaan. Assalamualaikum," kata Dandi.
"Waalaikumsalam," kata Ridwan.
Ridwan masuk rumah. Dandi terus berjalan sampai rumahnya. Selang berapa saat sampai rumah....Dandi. Ya Dandi segera membereskan urusan kerjaannya.

0 komentar:
Post a Comment