TOKO BERHANTU

Posted By Cerpen universal on Saturday, May 9, 2020 | May 09, 2020

TOKO BERHANTU

Pagi ini aku disuruh oleh ibuku untuk membeli gula, minyak, dan teh. Aku pun terpaksa berangkat walaupun dengan mata masih mengantuk.

“Ndi tolong Ibu belikan gula, minyak, dan teh di warung Bu Anis ya!” teriak ibu dari lantai bawah.

“Cepat Andi!” teriak ibuku lagi. “Iya, iya Bu,” jawabku kesal.

“Ingat ya membelinya di toko Bu Anis, jangan di toko linggis yang ada di perempatan itu ya,” kata ibuku setelah aku sampai di bawah.

“Hah? toko linggis emangnya kenapa Bu tokonya?” tanyaku.

“Udah cepat beli saja di toko Bu Anis, jangan beli di toko linggis. Awas loh kalau beli di toko linggis,” jawab ibuku. “Iya, iya Bu.” jawabku kesal.

Aku pun pergi ke luar rumah untuk membeli gula, minyak, dan teh. Sampai di perempatan jalan yang sepi aku berhenti. Tidak ada rumah satu pun kecuali toko yang berada di timur pojok perempatan. Toko itu ramai sekali tetapi ada yang aneh dengan toko itu, toko itu terlihat begitu kuno dan nama toko itu adalah toko linggis. Tanpa pikir panjang aku pun masuk ke dalam toko itu.

“Mbak saya beli gula, minyak, dan teh, semuanya berapa Mbak?” tanyaku kepada kasir.

Tapi kasir itu diam. “Mbak saya beli gula, minyak, dan teh semua dibayar berapa Mbak?” tanyaku dengan berteriak.

Tapi kasir itu tetap diam. Aku pun kesal. “Mbak.. Mbak denger nggak sih?” tanyaku dengan berteriak.

Tiba-tiba semua orang yang di dalam toko itu mendadak melihat ke arahku. Bulu kudukku pun berdiri, tiba-tiba semua orang yang ada di toko itu berubah menjadi hantu yang sangat mengerikan. Aku pun berlari ke luar toko menuju ke rumahku.

“Hos… hos… hos…” napasku ngos-ngosan setelah berlari.

“Ada apa Ndi kok kamu ngos-ngosan begitu? loh gula, minyak, dan tehnya mana?” tanya Ibu.

Aku tetap diam karena masih ketakutan. “Sudah duduk dulu Ndi, Ibu ambilkan air putih ya,” kata Ibu.

Aku pun duduk tak berapa lama Ibu ke luar sambil membawa segelas air putih.

“Ini Ndi diminum” kata Ibu. Aku pun segera minum air putih itu.

“Sekarang ceritakan kepada Ibu tidak usah takut,” kata Ibu. Aku pun menceritakan semuanya.

“Tuh kan Ibu bilang apa? kamu sih bandel,” kata ibu padaku setelah aku menceritakan semuanya.

“Bu, emang toko itu dulunya apa sih?” tanyaku. Ibu pun menceritakan.

Dulu di tahun 1990 toko itu adalah rumah peninggalan belanda. Pada tahun 2000 rumah itu dijual kepada seorang bangsawan. Bangsawan itu mempunyai satu orang putri. Putri itu sangat cantik jelita, dia berwatak baik, ramah, suka menolong, dan suka bergaul pada rakyat-rakyat kecil. Watak putri itu sama persis dengan ibunya lain dengan watak ayahnya yang berwatak sombong, sering menghardik orang, tidak suka menolong, dan pemarah. Suatu hari ada utusan dari kerajaan untuk meminang putri tersebut. Tetapi putri menolak utusan itu. Ayah putri pun marah. Putri itu dikurung di penjara bawah tanah. Setelah satu tahun dikurung, bangsawan itu menyuruh prajurit untuk membunuh putri itu.

Putri itu pun dibawa ke tengah hutan. Setelah sampai di hutan prajurit menyuruh putri itu lari tetapi, putri itu tidak mau lari dia rela untuk dibunuh. Akhirnya prajurit membunuh putri itu walau dengan berat hati. 5 bulan setelah pembunuhan putri itu, ayah dan ibu putri pindah dari rumah itu. Karena terus dihantui oleh arwah putrinya. Rumah itu pun jatuh kepada tentara yang masih muda dan gagah. Rumah itu diganti dengan bangunan toko yang megah. Setahun kemudian tentara itu pindah dan toko itu menjadi milik pemuda tampan yang kaya. Tetapi pada suatu malam pemuda itu dibunuh oleh komplotan penjahat. Akhirnya toko itu menjadi tempat pembunuhan. Toko itu pun menjadi angker dan banyak ditinggali oleh arwah-arwah yang menjadi korban pembunuhan. Dan arwah-arwah itu akan mencari korban yang banyak lagi maka, orang yang memasuki toko itu pasti akan pulang tinggal nama.

Setelah aku mendengar cerita dari ibuku, aku tidak pernah lagi datang ke toko linggis itu lagi.

SELESAI
Blog, Updated at: May 09, 2020

0 komentar:

Post a Comment