MUNGKINKAH
Seperti biasa Sutina dateng kerumah Sarah untuk PDKT. Sampai di
depan rumah Sarah. Gak ada petir dan awan mendung. Air pun jatuh ke arah Sutina
jadinya basah kuyup deh. Sutina pun kesal dengan keadaannya yang basah kuyup dan ingin
marah-marah kepada orang menyiramnya. Tapi ternyata Sarah jadi niat marah-marah
gak jadi sama Sarah.
Sarah pun melihat keadaan Sutina yang basah kuyup dari lantai dua
dan berkata "Maaf Kang".
Sarah pun segera turun dari lantai dua dan mengambil handuk untuk
di berikan ke Sutina. Pintu rumah Sarah di buka. Keluar Sarah bawa handuk untuk
Sutina dan sambil berkata "Maaf Kang gak sengaja ke siram air bekas
ngepel".
"Gak apa-apa? Kebenaran Akang belum mandi," kata Sutina
dengan sabar banget.
Sarah pun mengajak Sutina ngobrol di dalem untuk sekalian ganti
baju di pinjemin baju adiknya Sarah, si Bono. Sutina menerima tawaran ganti
baju di dalam rumah. Setelah ganti baju dan memakai baju Bono. Sutina merasa
ada yang aneh dengan penampilannya.
"Sarah pakaian in ketat banget," kata Sutina.
Sarah tertawa sambil menutup dengan kedua tangannya karena melihat
Sutina yang make pakaian yang kekecilan.
Sarah pun berkata "Bagus banget...Kang."
Sutina pun senang pujian dari Sarah dengan lugunya. Sutina mulai
berbincang-bincang dengan Sarah dengan akrab banget, maka suasana penuh dengan
keceriaan. Terdengar mobil mewah parkir di depan rumah Sarah. Turunlah seorang
pemuda yang keren abis. Andre pun langsung ketok pintu yang terbuka sambil
mengucap salam "Asalamualaikum".
"Waalaikumsalam," jawab Sarah dan Sutina.
"Boleh Abang masuk ke rumah adek Sarah yang istana megah
ini," kata Andre dengan pujian.
"Silakan Abang Andre," kata Sarah.
Di dalam hati Sutina "Ini saingan aku mendapatkan hatinya
Sarah".
Andre pun duduk bersama Sarah dan Sutina. Baru deh Andre ngomong niatnya
ngajak Sarah jalan-jalan. Eee Sarah pun mau menerima ajakan Andre. Padahal
Sutina juga mau ngajak jalan-jalan karena penampilan gak menjanjikan jadinya
Sarah memilih jalan sama Andre.
Sarah pun beranjak dari duduknya ke kamarnya untuk mengambil tasnya
dan segera keluar bersama Andre keluar dari rumah menuju mobil mewah Andre.
Dengan segera Andre membawa mobilnya dengan baik keluar dari halaman rumah
Sarah. Sutina hanya bisa murung dan berkata "Mungkinkah kita selalu
bersama Sarah".
Sutina pun berjalan dari halaman rumah Sarah sambil berkata
"Apa salah ku."
Sutina pun terus berjalan menuju jalan pulang. Malah di ketawaan
oleh anak-anak karena pakaiannya yang ketat banget. Dalam hati Sutina berkata
"Sudah nasif aku".
Sampai di pengkolan ada tukang ojek temannya Sutina, si Tiko.
"Sutina kenapa kamu pakaian kamu begini? Padahal tadi pakaian
kamu keren abis ke rumah Sarah?" kata Tiko.
"Itu masalahnya Tiko. Emang ia aku pake pakaian keren abis ke
rumah Sarah. Gara-gara kesiram air bekas pelnya dari lantai dua dan Sarah
ngasih pakaian adiknya Bono. Ya aku pakai aja. Eee keluar dari rumah Sarah
malah di ledek semua orang karena pakaian kekecilan jadinya ketat banget,"
penjelasan Sutina.
"Oh.. begitu. Oia jadi gak nyewa motornya untuk ngajak Sarah
jalan-jalan?" kata Tiko.
"Gak jadi. Kalah sama Andre. Yang bawa mobil mewah. Jadinya
Sarah jalan-jalan sama Andre," kata Sutina.
"Nasif orang miskin mencintai anak orang kaya," kata
Tiko.
"Iya," saut Sutina.
Sutina pun naik motornya Tiko minta di anter pulang ke rumahnya.
Singkat waktu sampai di rumah. Sutina bayar ojek motornya ke Tiko seperti
biasanya. Tiko segera jalan lagi bawa motornya ke tempat pangkalan ojek. Sutina
masuk rumahnya sambil berkata "Begini nasif jadi orang miskin cinta pun
gagal di dapatkan."
Sutina pun mulai berbenah dirinya di rumahnya. Setelah terlihat
enak di lihat saat berkaca baru deh keluar dari rumah untuk main ke warung
kopinya. Selang berapa saat sampai di warung kopi.
"Gea seperti biasa kopi satu gelas yang item dan pait banget!"
kata Sutina.
"Baik Kang Sutina. Tapi tumben minta di buat kopi item dan
pait," kata Gea.
"Suasana hati ku lagi pait banget di tinggal pergi oleh orang
ku sukai," kata Sutina.
"Jadi patah hati. Akang Sutina," kata Gea
"Enggak juga jalan ceritanya cintanya patah hati. Masih
proses penjajakan aja," kata Sutina.
"Oh begitu. Ini Kang. Kopi paitnya," kata Gea
sambil menaruh gelas kopi di depan Sutina.
"Terima kasih. Gea. Akang coba ya," kata Sutina.
"Silakan," saut Gea.
Sutina menyeruput kopi buatan Gea.
"Gea!" kata Sutina.
"Ada apa Kang," saut Gea.
"Kopinya. Manis banget," kata Sutina.
"Kok. Manis Kang Sutina. Gea kan gak ngasih gula pada kopi
yang Gea buat. Harusnya manis," kata Gea yang jujur.
"Manisnya karena karena Akang minum kopinya sambil melihat
Gea. Yang manis gitu," kata Sutina yang menggoda Gea.
"Emangnya Gea gula. Manis. Nanti Gea di kerumunin semut
lagi," kata Gea.
"Semutnya Akang," kata Sutina.
"Bisa aja...Akang," saut Gea.
Sutina santai menikmati kopi yang enak buatan Gea sambil makan
gorengan. Sampai azan terdengar. Sutina langsung membayar semua minuman dan
makanannya yang ia makan dan minum di warung kopi Gea. Baru deh Sutina bergerak
menuju mesjid bersama Pak RT Bolot yang bertemu di jalan untuk sholat
asar sebagai muslim yang baik.


0 komentar:
Post a Comment