CINTA DAN MUSIK
Pagi yang cerah. Zein, ya sudah ganteng dan keren abis....biasalah nyanyi-nyanyi di kamar dengan lagu kesayangannya tujuannya olah vokal biar bagus tampil di depan para penonton. Zein pun mengakhiri nyanyian di kamar, ya keluar dari kamar menuju ruang tengah. Bibi Inah membawakan makanan yang di taruh di meja makan untuk Pak Teguh. Ya Zein pun duduk bersama Bapaknya untuk sarapan pagi. Bibi Inah, pun kembali ke dapur deh.
"Zein siap ke kantor," tanya Bapaknya sambil baca koran.
"Siap," jawab Zein.
Bapak Teguh, ya menghentikan baca korannya untuk melihat penampilan Zein yang bergaya anak band gitu.
"Bibi Inah, bawakan aku...gunting!" panggilan Bapak Teguh dengan suara keras.
Bibi Inah, ya mendengar perintah Bapak Teguh segera di laksanakanlah dengan membawa gunting ke Bapak Teguh.
"Ini Pak guntingnya," kata Bibi Inah.
Bapak Teguh ingin memotong rambutnya Zein, ya gondrong sih. Zein langsung beranjak dari tempat duduknya dan berlari keluar rumahnya. Bapak Teguh, ya mengejar Zein. Dengan cepat Zein naik motor gedenya.
"Zein...Zein," panggilan Bapak Teguh berkali-kali.
Zein tidak mengindahkan panggilan Bapaknya, ya terus membawa motornya dengan ngebut. Natasha yang bawa motor dengan hati-hati tapi terburu-buru. Papasan sih Zein dan Natasha dengan mengendarai motor, ya hampir tabrakan. Natasha, ya ngeremlah....sedangkan Zein terus melaju dan mengkol ke kiri gitu jadinya nabrak gunungan tanah di pinggir jalan dan jatoh deh.
Zein kejepit motor gedenya, ya susah bangun. Natsha ingin membantu orang tidak di kenalnya itu. Eeeee...Zein nyolot gitu, ya biasa minta ganti rugi sama cewek yang mencelakai dirinya. Natsha bingung dengan tudingan Zein tersebut dan memilih kabur dari situ karena tidak ada uang untuk ganti rugi.
Zein pun tidak bisa mencegah cewek yang kabur tersebut, jadinya ya membawa motornya ke bengkel gitu untuk di perbaiki. Natsha sampai di kantor, ya di marahi Mbak Linda, karena telat. Natsha sudah minta maaf karena dirinya telat dengan memberikan alasan yang sebenarnya kenapa dirinya telat. Tetap saja Mbak Linda tetap marahin Natsha dengan kata "Kamu ini cuma anak magang di sini. Mau aku pecat!!!!".
Natsha diam aja, dan segera melaksanakan kewajibannya...ya kerja dengan baik di kantor. Mbak Linda, ya membereskan kerjaan yang lain.
***
Zein pun sampai di kafe, ya telat sih cuma beberapa menit tapi di maklumi oleh pemilik kafe Thomas dan juga teman-teman Zein. Pertujukkan band musik pun di mulai di kafe, tapi ada saja yang menggagalkannya.....band musik gak hidup saat di mainkan. Ya jadi sorakin oleh penonton. Thomas pun meminta maaf ke pengunjung kafe, karena kesalahan teknis. Setelah di perbaiki dengan benar....mulailah band musik dengan vokalnya Zein menyanyikan sebuah lagu yang syair bagus dengan arasemen musik yang bagus pula jadi para pengunjung kafe seneng banget mendengar lagu yang bagus. Thomas pemilik kafe, ya suka dengan dengan band musiknya Zein dan teman-temannya.
***
Aurel yang suka dengan Thomas, ya ada motif mendekati dengan main ke kafe....tetap saja biasa-biasa aja gitu. Saat kucing anggora keluar dari kandannya mendekati Aurel, ya langsung kabur Aurelnya karena fobia kucing. Thomas, ya membiarkan Aurel pergi begitu saja....sambil menangkap kucing anggora dan di kembalikan ke kandangnya.
***
Natsha capek dan letih keeja seharian di kantor, ya nyantai...duduk di sofa di ruang tamu. Aurel pun masuk rumah dengan keadaan dirinya yang ketakutan gitu...jadi Natsha, ya mendekati Aurel.
"Kenapa kamu Aurel?" tanya Natsha.
"Kucing," kata Aurel.
Aurel pun duduk di sofa untuk menenangkan dirinya. Natsha yang tahu bahwa Aurel....fobia kucing di usahakan terus untuk memulihkan keadaannya gak trauma kucing lagi.
Lama kelamaan Aurel pun mulai mendingan gitu, ya jadinya berbenah diri kamar dan istirahat di kamarnya. Natsha...yang kos di rumah Aurel, ya istirahatlah karena hari sudah malem banget.
***
Esok paginya. Zein berpenampilan rapih banget, ya pake jas....kaya orang kantoran gitu. Eeeee...saat di periksa dompet surat-surat motor dan kartu ATM...gak ada, ya nanya Bapaknya. Ternyata surat-surat motor dan kartu ATM di sita Bapaknya, ya Zein menerima keadaannya untuk pergi ke kantor untuk nurutin permintaan Bapaknya...jadi Bos di kantor gantiin Bapaknya.
Zein pun pergi ke kantor, ya naik angkotlah. Selang berapa saat sampai di kantor. Natsha di suruh Mbak Linda menyiapkan minuman untuk Bos, ya di jalanin sih. Minuman jadi mau di taruh di ruangan Bos, eee...Natsha melihat cowok yang berselisih di jalan. Jadi Natsha bersembunyi gitu di bawah meja. Zeinnya duduk di situ. Dengan sabar Natsha...nyumput di bawah meja. Mbak Linda, ya nyariin Natsha. Ketahuan deh persembunyian Natsha, Mbak Linda pun berkata dengan cukup lantang "Natsha keluar dari persembunyian kamu. Apa kamu mau aku pecat!"
Natsha keluar dari persembunyiannya di bawah meja. Zein melihat cewek yang berselisih di jalan.
"Kamu!!!" kata Zein.
"Iya," kata Natsha dengan nunduk malu.
Natsha menerima nasifnya di kantor gitu. Zein yang baru jadi Bos dapet kerjaan berkas yang setumpuk gitu karena perintah Bapak Teguh. Ya Zein pun gak bisa ngapa-ngapain kalau perintah Bapaknya. Tapi rencana Zein ada gitu, jadi kerjaannya itu di berikan ke Natsha untuk membereskan berkas setumpuk. Ya...Nastha cuma magang di perusahaan Zein dan juga ada utang, padahal tudingan sepihak saja itu. Mau gak mau Natsha mengerjakan apa yang di perintahkan Zein. Sampai malem gitu, ya selesai sih menyelesaikan berkasnya....Natsha dan di temanin Zein sampai-sampai makan malam gitu. Setelah itu baru deh pulang.
***
Natsha pun sampai di rumah, ya istirahat gitu dengan baik. Zein pun, ya istirahat dengan baik di rumahnya. Natsha memikirkan Zein dan Zein pun memikirkan Natsha.
"Jangan-jangan aku jatuh cinta," kata Zein dan Natsha bersamaan, tapi di kamar masing-masing.
***
Esok harinya. Ya biasa sih Zein dan Natsha ke kantor dan bertemu di kantor, tetap urusan tetap sama....membereskan berkas-berkas ke kantor gitu. Saat waktu istirahat gitu, ya capek kerja alias makan siang gitu. Natsha main ke kafe Thomas gitu. Zein pun ke kafe dan melihat Natsha dekat dengan Thomas.
"Perasaan ku resah gini," kata Zein.
Zein pun jojong aja makan siang di kafenya Thomas. Aurel pun, ya berkunjung di kafenya Thomas....biasa untuk bisa dekat dengan Thomas untuk mengambil hatinya. Melihat Natsha dan Thomas dekat banget...ya makan bareng gitu, jadi Aurel kesel banget dan memilih pergi dari kafe tersebut.
Usai makan siang. Natsha kembali ke kantor, ya mengerjakan pekerjaan yang banyak banget dan Zein pun ngawasin Natsha kerja. Sampai waktu berganti malam terus saja Natsha mengerjakan pekerjaannya dengan baik, ya Zein pun ngawasinnya dengan baik sampai waktu jam pulang kantor....keduanya meninggalkan kantor, ya ke rumah masing-masing untuk istirahat.
***
Sampai di rumah. Natsha, ya berselisih dengan Aurel karena Thomas. Tapi Natsha menjelaskan semuanya dengan baik ke Aurel, hubunganya Natsha dengan Thomas....hanya berteman. Jadi Aurel seneng mendengar pernyataan Natsha tentang Thomas. Urusan beres. Natsha istirahat di kamar.
***
Esoknya, ya biasa sih Natsha dan Zein bertemu di kantor. Rasa di dalam hati Zein mulai tidak bisa di tutupi lagi, kalau suka dengan Natsha begitu dengan Natsha. Jadi ngobrol Zein dan Natsha gitu dari hati ke hati di kafe saat waktu makan siang. Zein mengutarakan niatnya suka sama Natsha, ya di terima oleh Natsha karena dirinya jomlo. Thomas pun mengetahui hubungan Natsha dan Zein, ya jadinya menerima kekalahannya tidak bisa mendapatkan Natsha. Aurel, ya biasa ke kafe untuk mendapatkan hatinya Thomas, ya tetap aja di anggap biasa-biasa sama Thomas.....tetap saja Aurel tidak pernah menyerah untuk jadian dengan Thomas.
***
Selesai juga urusan makan siang. Natsha dan Zein kembali ke kantornya, ya mengerjakan berkas kantor yang banyak banget sampai malam gitu, baru deh pulang. Hubungan Zein pun terjalin baik dengan Natsha.
***
Setengah tahun sudah. Natsha jadi karyawati di perusahaan Zein bukan anak magang lagi. Bapak Teguh pun setuju hubungan Zein dan Natsha. Apalagi Zein pun masih nerusin band musiknya dengan teman-temannya karena jiwa musik Zein yang ingin terus main musik....sampai-sampai ia...sediri memproduserin albumnya dan terkenalah band musik Zein dan teman-teman.


0 komentar:
Post a Comment