VALENTEN

Posted By Cerpen universal on Thursday, December 5, 2019 | December 05, 2019

VALENTEN

Maya baru pulang dari pekerjaanya di kafe. Saat di rumah. Sang Ibu ngomel Maya yang pulangnya terlarut malam. Maya sudah meminta maaf kepada Ibu, karena dirinya telat pulang. Ibu tetap tidak bisa menerima alasan Maya. Semenjak kematian Ayah yang di bunuh orang brengsek. Ibu selalu bersifat protektif kepada anaknya. Jono, Kakaknya Maya selalu menenangkan Ibu, agar tidak marah lagi sama Maya yang pulang ke rumah telat sesuai dengan perjanjian di rumah.

Maya memang mengerti dengan keadaan rumahnya. Lalu Maya segera beres diri dan tidur di kamarnya.

"Hari yang melahkan," kata Maya.

Maya tidur dengan tenang di kamarnya. Esok paginya. Maya seperti biasa berangkat kerja, tak lupa pamitan dengan Ibu tercinta. Sampai di kafe, tempat Maya bekerja, segeralah Maya bekerja seperti biasanya jadi pelayan kafe. 

Maya giat bekerja di kafe bersama teman baiknya Lisa. Bono dateng kafe bersama teman kerjanya Joe, untuk membicarakan program Tv yang terbaru. Joe tidak bisa membantu Bono, karena program Tv yang akan di jalankan tidak bisa menguntungkan. Bono memang sedikit frustasi dengan omongan temannya Joe tersebut.

Maya mengantarkan pesannya ke mejanya Bono. Ya Bono, lebih baik bersantai dari pada mikirkan pekerjaan yang gak ada solusinya. Joe masih sibuk nelpon sana dan sini untuk mengurusin kerjaan yang di jalaninya.

Maya kembali ke tempatnya. Lisa membawa pesanan ke tempat anak muda, tapi tingkahnya tidak tahu aturan jadi menggangu Lisa. Maya pun menolong temannya yang di ganggu. 

Pemuda itu bangun dari tempat duduknya dan ingin menghajar Maya karena tersinggung, menggangu dirinya yang sedang menggoda gadis cantik, ya Lisa itu. Tinjuan di arahkan ke Maya, oleh pemuda. Maya yang insting bertarungnya tajem karena sering latihan silat dari umur 10 tahun. Maya menghindari serangan tinjuan yang mengarah dirinya. Pemuda itu, agak sedikit terkejut karena serangan tinjuannya bisa di hindari, maka itu menyerang kembali sebuah tinjuan di lancarkan ke arah Maya.

Kembali dengan instingnya yang tajem, menghindari serangan tinjuan tersebut dan Maya pun memberikan pukulan yang cukup kuat dan akurat ke arah tenggorokan pemuda yang menyerangnya dua kali. 

Sang pemuda kesakitan karena serangan cepatnya Maya. Teman-temannya pemuda yang mulai perkelahian dengan Maya pun mulai menyerang Maya dengan tinjuan dan tendangan. Maya menangkis serangan dadakan tersebut. Ketika kesempatan ada, Maya langsung menyerang satu persatu pemuda berengsek dengan pukulan ke bagian vital mereka, jadinya ya kalah semuanya dan kabur dari kafe tersebut.

Maya dan Lisa membereskan benda-benda yang berceceran di lantai akibat pertarungan mengusir pemuda yang brengsek. Bono melihat pertarungan memukau Maya. Segera Bono mendekati Maya untuk mengajak kerja sama. Maya pun mengikuti maunya Bono untuk mengetahui pekerjaan yang di tawarkan.

Maya menolaknya dengan mentah-mentah "Aku tidak ingin jadi pahlawan super, kaya Batman memberantas kejahatan demi program Tv yang kamu buat".

Bono terkejut penolakan dari Maya, jadi murung deh. Maya pun kembali ngurusin pekerjaannya. Joe pun mengajak Bono ke luar dari kafe, karena ada kerjaan di program Tv yang menjanjikan keuntungan. Bono pun mengikuti Joe, karena jalan terbaik itu.

Pekerjaan di kafe pun selesai juga. Maya pulang ke rumah. Ketika di persimpangan ada orang yang di tegek oleh penjahat. Maya tidak tinggal diam begitu saja melihat orang yang tidak berdaya di tegek sama orang brengsek. Maya pun menolong orang tidak berdaya dan menghajar penjahat tersebut.

Pertarungan cukup bahaya buat Maya, karena penjahat menyerang dengan pisau. Maya berusaha menghindari serangan penjahat tersebut, lalu dengan cepat menyerang penjahat ke bagian vitalnya dan pisau pegang penjahat jatuh ke tanah.

Karena dirinya kalah dalam pertarungan, maka itu penjahat langsung langkah seribu dari tempat tersebut. Sedangkan orang di selamatkan Maya mengucapkan "Terima kasih, atas bantuannya".

Maya pun menjawab "Sama-sama".

Maya pun langsung bergerak menuju rumahnya. Ternyata Bono melihat pertarungan Maya melawan penjahat jalanan dan di rekam lagi pake kamera yang di bawanya.

"Aku dapet adegan jalan yang bagus banget," kata Bono.

Bono pun kembali ke kerjaannya. 

***
Maya sampai di rumahnya. Tapi kali ini Ibu tidak ngomel lagi, karena Maya tepat waktu. Maya segera beres-beres diri, setelah itu tidur di kamarnya.

"Hari yang melahkan buat aku," kata Maya.

Maya pun tidur dengan di kamarnya. Esok paginya. Maya sudah bersiap berangkat kerja. Sang Ibu memang menghidupkan Tv dan menonton berita hari ini. Ibu dan Maya memang terkejut dengan vidio yang di tayangkan di Tv dan pembawa berita menerangkan "Terjadi pembunuhan anggota DPR di rumahnya".

Ibu teringat dengan kematian Ayah yang di bunuh orang brengsek. Maya di dalam hatinya berkata "Dunia ini sudah kacau, kejahatan di mana-mana".

Ibu pun mematikan Tv dan tidak ingin melihat tontonan Tv yang berkaitan dengan pembunuhan. Maya pun berangkat kerja dan pamitan dengan Ibunya. Selang berapa saat Maya sampai di kafe.

Bono dateng ke Maya untuk menawarkan kerjaan. Lagi-lagi Maya menolaknya dan berkata "Aku tidak ingin jadi pahlawan super yang kamu inginkan, Siapa nama pahlawan super yang kamu ingin wujudkan dalam program Tv mu?"

"Valenten," kata Bono.

"Ya, Valenten. Kaya perayaan kasih sayang aja. Valenten. Lebih baik Saras," kata Maya.

"Tapi, aku punya alasannya kenapa aku ingin nama pahlawan supernya 'Valenten'?" kata Bono.

"Coba ceritakan!" kata Maya.

"Valenten, nama anakku yang meninggal di bunuh penjahat. Jadi aku ingin menghidupkan nama Valenten itu sebagai kenanganku yang berharga dan aku ingin menghancurkan kejahatan di mana-mana. Maka itu aku butuh kamu, Maya yang berbakat dalam seni bela diri," cerita Bono.

"Kalau begitu. Aku tidak ingin ikut campur dengan urusan masa lalu kamu dan masa depan kamu untuk menciptakan pahlawan super itu, Valenten namanya," kata Maya.

Bono tidak bisa berkata lagi dan akhirnya diam. Maya masuk kafe, karena sudah waktunya kerja. Maya giat bekerja di tempat kerjaannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Bono kembali ke tempat kerjaan. Saat ada waktu luwang di tempat kerjaan. Maya dan Lisa bisa bersantai dengan nonton Tv yang memang di pasang di tempat kafe, tujuan memberikan kenyamanan pelanggan seperti di rumah. Acara yang di tonton Maya dan Lisa adalah berita hari ini tentang penangkapan pembunuhan anggota DPR, karena ada kaitan dengan kasus masa lalu bernama Bapak Hendrata.

Maya terkejut dengan berita yang di tontonnya. Apalagi di berita Kakaknya Maya, Jono sebagai penegak hukum alias polisi berhasil mengungkap kejahatan masa lalu yang terjadi pada keluarganya dan pembunuhan anggota DPR yang ada kaitannya dengan mafia narkotika yang di julukin Blcakit. 

Maya satu sisi senang di dalam dirinya karena penjahat yang membunuh Ayahnya sudah di tangkap polisi, yaitu Kakaknya sendiri, tapi di sisi lain dalam diri Maya sedih kehilangan Ayah tercinta. Maya pun izin untuk pulang ke Bosnya. Ya Bos mengizinkan Maya untuk tidak melanjutkan kerjanya karena Bosnya menerima alasan Maya.

Maya segera pulang ke rumahnya. Sampai di rumah. Maya langsung berpelukan dengan Ibu tercinta. Jono pun pulang ke rumah juga. Sampai di rumah. Jono berpelukan dengan Ibu dan adiknya.

"Aku berhasil menemukan penjahat yang membunuh Ayah," kata Jono sambil meneteskan air mata.

Maya dan Ibu pun menangis juga. Setelah itu semuanya. Esok harinya. Jono, Maya dan Ibu ke makam Ayah.

"Ayah tidur yang tenang ya. Penjahatnya sudah di penjara dan segera di adili untuk mendapatkan hukuman mati dari pengadilan," kata Jono.

Maya di makam Ayah tidak bisa berkata-kata lagi, cuma air mata yang mengalir deras di pipinya. Ibu pun sama denga Maya, hanya bisa menangis. Lalu ketiganya kembali ke rumah.

***
Bono yang ingin membuat acara Tv, tentang pahlawan super seperti Batman, akhirnya jadi di buat juga dan menemukan tokoh yang baik, pandai bertarung dan bekerja sama dengan polisi untuk mengungkap kejahatan di masyarakat. Ya nama pahlawan tersebut tetap di sesuaikan dengan keinginan Bono, namanya Valenten.
Blog, Updated at: December 05, 2019

0 komentar:

Post a Comment