CINTA PUTRI
Seperti biasa Putri bersama teman-temannya ngumpul di satu kafe
pinggir jalan. Saat teman-temannya pesan makan dan minuman. Putri yang duduk
sendiri sambil melihat dari balik kaca....sosok cowok ganteng si Doni yang
sedang mengambil motornya di parkiran dan segera membawanya menuju ke rumahnya.
Putri pun menceploskan omongannya "Gantengnya cowok
itu".
Teman-teman Putri udah di belakang Putri dan mendengar omongan
Putri tersebut "Ganteng cowok itu".
Lia pun berkata "Putri kamu suka sama Doni".
"Jadi teman kita jatuh cinta toh sama Doni," kata Tina.
"Kalian berdua ini berisik aja. Aku cuma suka aja....belum
cinta," kata Putri yang membela diri.
"Iya aku...tahu. Kamu baru suka Putri. Tapi sebentar lagi
benaran cinta-cintaan. Aku dukung kamu sama Doni," kata Lia.
"Aku juga," saut Tina.
"Terserah kalian berkata apa?" kata Putri.
Pesanan makan dan minuman dateng segera Putri pun makan dan
minum bersama Lia dan Tina berusaha mengubah topik pembicaraan...ya hasilnya
berhasil. Lia dan Tina pun mengerti karena Putri males ngomongin sesuatu yang
belum pasti.
Ketiganya pun selesai juga urusannya di kafe dan kembali ke rumah
masing-masing. Dalam kamar. Putri masih memikirkan Doni "Andainya Doni
bilang cinta pada aku. Pasti aku terima".
Putri pun menghentikan lamunannya tentang Doni untuk tidur. Esok
paginya. Putri bertemu dengan Doni di sekolah. Rasa dak dik duk di jantung
Putri saat papasan dengan Doni. Untung aja gak ada Lia dan Tina maka gak di
ledek urusan dengan Doni. Putri pun seperti biasa di sekolah menjalankan
aktivitas seperti biasanya.
Saat jam istirahat Putri ngobrol dengan Lia dan Tina di dalam
kelas. Doni memang memperhatikan Putri tetapi hanya sejenak saja seperti halnya
teman saja. Bel pun berbunyi pelajaran pun di mulai sampai di jalankan pulang
sekolah.
Putri pun pulang sekolah bareng Lia dan Tina seperti biasanya.
Saat di persimpangan jalan pisahlah ketiganya. Putri jalan sendirian menuju
rumahnya. Kebetulan Doni lewat situ dan menawarkan Putri untuk di antarkan ke
rumahnya pake motor.
Ya Putri menerima kebaikan Doni yang menawarkan diri mengantarkan
ke rumahnya. Sampai di rumah. Putri berterima kasih sama Doni atas kebaikannya
sudah di antar ke rumahnya pake motor. Doninya biasa-biasa aja.
Putri balik badan untuk berjalan menuju rumahnya. Doni pun
tiba-tiba memegang tangan Putri dan berkata "Putri mau nonton bareng di
bioskop sama aku".
Putri sedikit terkejut sekali dengan sikap Doni dan berkata
"Iya aku mau".
"Nanti aku jemput ya," kata Doni.
"Iya," saut Putri.
Doni pun pergi dari situ dengan membawa motornya dengan baik
menuju ke rumahnya. Putri pun senang sekali di ajak nonton di bioskop sama
Doni. Di dalam kamarnya. Putri menyiapkan dirinya untuk jalan sama Doni.
Lia dan Tina pun main ke rumah Putri ingin mengajak main ke Mall.
Tapi Putri gak bisa main sama Lia dan Tina karena alasannya mau nonton di
bioskop sama Doni. Ya sebagai teman yang baik Lia dan Tina senang banget karena
proses jadian antara Doni dan Putri makin deket banget.
Malam pun tiba. Doni memenuhi janjinya untuk mengajak Putri nonton
di bioskop. Berangkatlah Putri bersama Doni menggunakan motor menuju Mall yang
ada bioskopnya. Ternyata Lia dan Tina sudah di Mall untuk melihat urusan
pedekatean Putri dan Doni berjalan lancar.
Saat Doni dan Putri masuk bioskop untuk nonton film. Lia dan Tina
pun masuk bioskop juga untuk nonton film. Sampai film selesai. Doni dan Putri
cuma akrab aja ngobrol. Lia dan Tina melihatnya gak seru banget jadi memilih
untuk balik pulang. Sebenarnya Doni tahu teman-temannya Putri mengawasi Putri.
Saat teman-teman Putri sudah gak ada lagi.
Ya...Doni pun mengantar Putri pulang ke rumahnya. Sampai di rumah
Putri. Doni pun bicara sama Putri yang membuat Putri terkejut mendengarkan
kata-kata itu "Aku suka kamu".
Putri bingung menjawabnya. Dalam diri ingin menerimanya, tetapi
Putri sadar dirinya masih sekolah kelas 3 SMA belum ingin pacaran. Doni tetap
sabar menunggu jawaban Putri sampai berkata "Gak perlu di jawab
sekarang".
Putri pun jauh paham dengan Doni yang tidak memaksakan
kehendaknya. Jadi Putri memberanikan dirinya untuk berkata "Aku suka
kamu...Doni".
Doni senang mendengar omongan Putri yang menerima cintanya dan
pulang ke rumah dengan perasaan gembira banget. Di dalam kamar. Putri pun
loncat-loncat di kasur karena hatinya senang jadian dengan Doni dan juga tidur
Putri jadi ngenyak banget.
Esok harinya. Doni dan Putri bertemu di sekolah tidak menunjukkan
diri mereka berdua punya ikatan jadian alias pacaran agar tidak di bicarakan
teman-temannya. Sampai lulus SMA. Doni dan Putri terus menjalin hubungan
percintaan mereka tidak begitu mencolok banget seperti kebanyakan orang yang
sifatnya fulgar untuk menunjukkan diri di muka umum bahwa diri mereka pacaran
gitu. Hubungan yang di bangun Putri dan Doni adalan teman tapi cinta dan
akhirnya menikah. Lia dan Tina pun senang dengan perjalan cinta temannya Putri
bersama Doni sampai ke pernikahan tanpa banyak cerita ini dan itu yang lebih
tepatnya sederhana tapi cinta.


0 komentar:
Post a Comment