APA SALAH KU
Toni berangkat kuliah seperti biasanya ke Universitas untuk
membimbing dirinya menjadi mahasiswa yang baik dan cerdas agar bisa cepat kerja
dan bisa beradaptasi dengan jenis pekerjaan yang di pengaruhi oleh perkembangan
teknologi.
Terkadang kalau di kampus. Saat tidak ada jam kuliah lagi. Toni
lebih menyibukkan di perpustakaan untuk membaca buku. Terkadang juga ada
temannya Toni satu fakultas mengajak dirinya untuk ikut masuk dalam BEM,
ya...biasa si Heru dengan perkataan yang penuh semangat berapi-api dengan
tujuan bisa naikkan kemampuannya di bidang organisasian kemahasiswaan agar bisa
terjun ke politik setelah lulus kuliah.
Toni tetap tidak tertarik dengan organisasi kemahasiswaan lebih
cenderung baca buku dan mencatat di buku tulis poin-poin penting hasil
bacaannya. Jadi antara Toni dan Heru saling memaklumi satu sama lain. Saat Toni
mau pulang melihat Melisa, gadis yang ia sukai. Jadi Toni seperti biasa
menawarkan pulang bareng-bareng pake motornya.
Seperti biasanya Melisa menerima ajakan Toni untuk di anter ke
tempat kosannya setelah kuliah pada hari itu selesai. Toni pun makin dekat
dengan Melisa. Pada akhirnya Toni berani menembak Melisa untuk menyatakan
cintanya. Melisa yang masih jomblo menerimanya. Jadi hubungan antara Melisa dan
Toni berlangsung berjalan sampai satu tahun dengan kelanggengan.
Suatu ketika. Toni melihat Melisa jalan dengan seorang cowok dan
juga sering mengantar ke tempat kosannya. Toni awalnya menganggapnya
biasa-biasa aja hubungan dengan cowok yang sering nganter Melisa, karena Toni
sibuk dengan urusan bermusik yang di ajak bergabung oleh teman-teman satu
fakultas jadi lah Band. Maka itu Toni terus bersabar dengan urusan pacarannya
dengan Melisa.
Sampai akhirnya kabar dari Heru tentang Melisa ke Toni bahwa ada
hubungan sepesial Melisa dengan Bram, masih satu Universitas tapi fakultasnya
beda. Toni pun berkata dan di saksikan Heru "Apa salah ku".
Heru pun memberikan masukan baik pada Toni untuk lebih mengambil
sikap untuk memutuskan hubungan Melisa agar tidak mengganggu kuliahnya Toni
karena urusan cinta dasar dari kehancuran pikiran dan hati. Toni pun menerima
masukan dari Heru dan hendak bicara dengan Melisa untuk kejelasan hubungannya.
Toni pun bertemu dengan Melisa dan ngobrol di taman kampus. Toni
ingin bilang "Putus" Eee... ternyata Melisa pun bilang
"Putus" duluan. Jadinya Toni terkejut banget dengan ucapan Melisa
yang duluan bilang "Putus" Dalam hati Toni berkata "Entah apa
yang merasukinya diri Melisa sampai ia berani bicara putus duluan".
Toni pun mulai bicara baik-baik dengan Melisa yang ingin jauh
lebih tahu mengapa ingin putus dengannya. Melisa pun berkata dengan terus
terang ke Toni "Aku tidak cinta lagi". Toni pun mengerti omongan
Melisa. Jadi hubungan cinta Toni yang di bangun dengan Melisa sia-sia saja
dalam hitungan satu tahun. Pengkhiantan Melisa pada Toni di maafkan karena Toni
berpikir dewasa tidak membuat perkara yang berlarut-larut dengan urusan cinta.
Jadi Toni menyelesaikan pembicaraannya dengan Melisa dengan kata sepakat
"Putus".
Toni pun menjalankan aktivitasnya seperti biasanya. Malahan Toni
pun membuat syair lagu berkenaan dengan keadaan percintaannya dengan di beri
judul syair lagu itu "Apa salah ku". Teman-teman Band Toni senang
dengan syair lagu di buat Toni. Pada akhirnya usaha Toni dan teman-teman
Bandnya membuahkan hasil dari latihannya dan manggung di kafe yang cukup
terkenal. Heru pun seperti biasa nonton manggungnya Band Toni dan teman-teman
dengan membawa anak-anak BEM.
Hasil pun memuaskan dari usaha Toni dan teman-temannya membentuk
Band karena banyak menyukai lagu buatan Toni dan teman-teman. Heru sebagai
teman baik tidak henti-hentinya mengajak Toni masuk organisasi kemahasiswaan.
Toni pun menerima ajakan Heru jadi anggota BEM, walau tidak aktif banget karena
kesibukan Toni yang dengan Band musik yang di bangun dengan teman-temannya dari
nol.
Heru pun memakluminya dengan keadaan Toni yang sibuk dengan
Bandnya. Waktu pun berjalan dengan semestinya. 3 tahun sudah. Toni dan Heru
sudah jadi sarjana. Heru pun bener-bener terjun ke politik. Sedangkan Toni pun
meneruskan Band bersama teman-temannya karena sudah mulai terkenal di kalangan
anak muda melenial dan sudah buat album juga. Maka teruslah Toni melanjutkan
karier musiknya dengan tujuan menjadi orang sukses. Terkadang Toni masih
teringat dengan cinta pertamanya Melisa yang mengecewakan perasaan Toni. Tapi
Toni berpikir positif untuk maju dan membuat banyak syair-syair lagu berkenaan
dengan keadaan percintaannya.


0 komentar:
Post a Comment