CINTA SELFI
Selfi sedang bermain musik biola dengan baik di ruang tengah. Bejo
mendengarkan permainan biola Selfi yang bagus banget sampai terbawa suasana.
Lira adik Selfi baru pulang sekolah dan langsung masuk rumah berkali-kali
ngucap salam untuk masuk rumah gak di jawab-jawab.
Lira kesel banget gak di gubris. Terlihat oleh Lira adalah Selfi
masih main biola di temenin oleh Bejo. Pada akhirnya Lira lebih baik masuk
kamarnya dari pada melihat dua orang yang lagi pacaran.
Selfi menyelesaikan main biolanya. Bejo pun bertepuk tangan karena
permainan biolanya bangus. Bejo teman terbaik Selfi dari kecil sampai dewasa
walau sebenarnya Selfi tidak pernah mengungkapkan perasaannya sama
Bejo.....karena keadaannya buta. Tapi Bejo tetap setia untuk bersama Selfi dan
menerima kekurangan Selfi yang fatal tidak bisa melihat dunia yang indah dengan
cahaya bukannya kegelapan sejati di dapatkan Selfi dari kecil.
Ibu Selfi pun baru pulang dari urusan kerjaannya yang baru ikut
kerja sama dalam penjualan obat nama lainnya seles. Karena keadaan ekonomi
mendesak maka itu Ibu Selfi ikutan jadi seles walau sebenarnya perusahaan
membuat sistem permainan untuk meningkat karier dan gaji dari jumlah
barang yang di jual.
Resiko pun ambil Ibu Selfi jadi seles obat lebih tepatnya
investasi jika sekali pertemuan dengan Bos pemilik perusahaan. Ibu Selfi pun
berterima kasih sama Bejo udah jagain Selfi. Bejo pun pamitan untuk pulang
karena ada kerjaan yang harus di kerjakan.
Selfi senang di temanin Bejo teman baiknya. Ibu Selfi seperti
biasa membimbing anaknya kesayangannya yang buta. Bejo pun ingin membahagiakan
orang di cintainya tapi kenyataannya Bejo hanya orang gak punya untuk sekolah
pun ya...untung-untungan lulus SMA itu pun swasta lagi.
Bejo pun langsung ke tempat Paman Belangkon untuk urusan kerjaan
mindah-mindah barang dan upahnya juga lumayan. Dengan giat Bejo di tempat Paman
Blangkon sampai larut malam. Pekerjaan beres. Paman Blangkon memberikan gaji
harian untuk Bejo. Senangnya bukan main Bejo mendapatkan gaji dari hasil
kerjanya.
Bejo pun pamitan pulang dengan Paman Blangkon langsung pulang ke
rumahnya. Bejo pun sampai rumah. Seperti biasa gaji di bagi dua oleh Bejo hasil
kerjanya di berikan pada Ibunya. Baru deh berbenah diri dan istirahat untuk
tidur.
Esok harinya. Bejo pun seperti biasa menemani Selfi lagi main
biola di rumahnya. Lira tidak perduli urusan Selfi dan Bejo yang selalu setiap
hari begitu-begitu saja. Ibu Selfi pun berangkat kerja untuk mencari konsumen
agar barang yang di milikinya terjual.....maklum target penjualan berdasarkan
sistem di buat perusahaan.
Dari pagi sampai siang Selfi bersama Bejo yang menjaganya.
Perasaan tenang di temenin baik seperti Bejo. Padahal Bejo sudah berpikir lain
ingin menikahi Selfi, tapi selalu terpikir keadaan yang sebenarnya. Kadang
kerja kadang juga tidak di karenakan memang usaha Paman Belangkon mengalami
kemunduran.
Saat Ibu Selfi pulang dari kerjaannya selesai. Bejo seperti biasa
pulang ke rumahnya. Ternyata Ibu Selfi bawa Bosnya untuk main ke rumah Ibu
Selfi. Bertemulah Bos pemilik perusahaan....Pak Angga berkenalan dengan Selfi.
Awal pertemuan Pak Angga terkesan dengan Selfi walau sebenarnya
Selfi buta. Ngobrol antara Pak Angga dan Ibu Selfi sebatas urusan kerjaan saja
dan ingin tahu anak buahnya seperti apa? Pak Angga pun pamitan pulang dengan
Ibu Selfi masih banyak urusan yang harus di kerjakan.
Pak Angga pun main di sebuah kafe yang biasa ia ngumpul dengan
teman-temannya. Saat di ajak ngobrol oleh teman-temannya....Pak Angga melamunin
Selfi yang cantik jelita. Akhirnya di bangunin lamunan itu oleh
teman-temannya....jadi Pak Angga sadar dan melanjutkan obrolan bisnis sambil
minum-minum dan menikmati musik yang di sajikan oleh kafe.
Selfi pun tiba-tiba pingsan. Suhunya tubuhnya naik. Lira sudah
khawatir dengan keadaan Selfi karena ketakutan dalam diri Lira tidak ingin
kehilangan Mbaknya yang tersayang. Ibu telah memanggil Dokter untuk memeriksa
Selfi. Sang Dokter memeriksa dengan baik keadaan Selfi. Ternyata keadaan Selfi
parah banget.....menjelang akhir hidup dan Dokter pun pamit pulang. Ibu Selfi
terpukul dengan keadaan Selfi begitu dengan Lira.
Bejo pun dapet kabar juga untuk keadaan Selfi di ujung
tanduk.....pada kematiannya. Bejo kacau dan berusaha ingin menolong Selfi untuk
menjual barang miliknya di jadikan uang agar Selfi di bawa ke rumah sakit yang
bonafit agar bisa selamat.
Tapi sang Ibu Bejo pun memberikan nasehat yang baik untuk anaknya
agar tenang dalam menjalani ujian hidup. Bejo pun mengerti dengan nasehat
Ibunya dan berusaha tenang dan akhirnya Ikhlas.
Esoknya. Selfi pun meninggal dunia. Bejo pun mengantarkan mayat
Selfi bersama keluarganya untuk di makam dengan baik untuk tenang
selama-lamanya di kuburan tersebut. Hati Bejo bener-bener hancur kehilangan
Selfi, tapi nasehat Ibu Bejo harus bisa mengikhaskan Selfi agar ia tenang
dengan tidurnya panjang di alam kubur.


0 komentar:
Post a Comment