MISTERI CERMIN

Posted By Cerpen universal on Wednesday, November 27, 2019 | November 27, 2019

MISTERI CERMIN

Malam itu, Salsa benar-benar gelisah dan tidak bisa tidur. Salsa memilih untuk keluar kamar dan berada di luar villa. Malam ini, angin terasa sangat dingin dan merasuk ke dalam tubuh. Salsa memeluk tubuhnya lebin erat, rapatkan sweaternya agar lebih hangat. Kaki Salsa melangkah perlahan menikmati hembusan angin, saat terus berjalan villa orangtuanya saat ini.

"Tenang saja, villa kita adalah bangunan paling besar dan mewah di tempat itu," kata-kata Mama membuat Salsa tak habis percaya. 

Mengapa dia berbohong? Salsa mencoba mengetuk pintu itu dalam kegelapan malam. Tak ada jawaban. Klek...pintu itu tidak dikunci. Sungguh aneh.

Rumah itu telihat sangat berantakkan seperti kapal pecah. Sofa-sofa besar yang ditutupi kain putih dengan debu tebal melekat. Rumah itu sangat kotor dan gelap. Salsa tidak melihat titik terang cahaya dalam ruangan besar itu. 

"Assalamualaikum...," ucap Salsa dalam keheningan. Tapi tidak ada jawaban.

Krekk...Salsa menginjak sesuatu.....yang ternyata sebuah cermin berukir yang sangat antik. Mungkin bila di jual harganya akan sangat mahal sekali.

***

"Maa, emangnya vila kita ini yang paling besar?" tanya Salsa.

"Iya dong.."

"Semalam, Salsa menemuin rumah sangat besar banget.."

"Salsa, dengar! Mama sama Papa udah survei ke semua tempat, dan hasilnya villa kita yang paling besar dan mewah. Kamu jangang ngacoh deh."

Di atas meja makan, terjadi perdebatan antara Salsa dengan Mama. Dan akhirnya, Mama yang mengalah daan pergi ke pasar bersama bibi Inem. Salsa masuk ke kamar dan semakin penasaran. Salsa mengambil cermin berukir itu dan menaruhkan wajahnya tepat di depan cermin itu.

"Apa yang berguna darimu cermin? Apa kau menguntungkan untukku?"

Sekarang, semenjak cermin ukiran itu berada di tangan Salsa, kehidupannya menjadi aneh. Mama dan Papa menjadi sering pulang malam dan membiarkan Salsa sendirian di villa sebesar itu. Entah mengapa, Salsa juga menjadi sering melihat bayangan-bayangan seseorang berbdan tinggi besar menggunakan jubah hitam, atau putih dengan rambut panjang, atau bahkan jubah merah dengan senyum liciknya. itu sangat membuat Salsa ketakutan. Hingga pada suatu hari, karena Salsa lelah diikuti oleh makluk-makluk menyeramkan, di saat Mama dan Papa pergi mencari pembantu baru untuk menjaga Salsa di rumah, Salsa mengunci pintu kamarnya, dan memecahkan cermin itu. Mendadak, tirainya bergoyang-goyaang. Bingkai-bingkai foto berjatuhan. Jam dinding jatuh dan pecah. Salsa merasa pusing, terdapat bayangan seorang anak kecil dalam benak Salsa. Terjadi film pendek dalam otak Salsa.

Seorang anak kecil berambut pirang panjang, matanya yang cokelat membuat setiap orang yang melihatnya merasa ingin berteman. Virginia, anak seorang penyihir jahat. Namun, Virginia sangat bertolak belakang pada perilaku Ibunya. Hingga pada suatu hari, Virginia dipaksa sang Ibu untuk berlatih untuk menjadi penyihir yang jahat. Yang akan menguasai hutan belantara di desa ini. Virgina menolaknya dengan lantang, Ibunya marah padanya dan memasukkannya ke dalam cermin ukiran-ukiran yang Salsa temukan di rumah besar itu. Verginia merasa kesepian berada di dalam cermin itu sendirian. Hingga ia berjanji. 

"Siapa pun yang menemukan aku atau cerminnya, mereka akan menemani aku  dalam cermin ini."

Tiba-tiba semuanya menjadi gelap. Dan Salsa tidak dapat melihat apapun juga.

Blog, Updated at: November 27, 2019

0 komentar:

Post a Comment