ADA YANG LAIN
"Tapi, aku ingin mengucapkan terima kasih padamu. Jika kau tak ada tentu aku akan mati diterkam serigala itu."
Jasmin tersenyum, betapa beruntungnya dia diselamatkan oleh seorang pemuda yang begitu tampan. Jika dia berselfie ria dengan pemuda itu, tentu teman-temannya akan iri melihat fotonya.
"Kukatakan sekali lagi, sebaliknya kau lari dan tinggalkan tempat ini!"
Rangga menatap ke arah langit, sang rembulan sebentar lagi akan bersinar dengan sempurna. Namun Jasmin tak peduli dengan peringatan yang di ucapkan oleh pemuda tampan itu. Dia lalu mengambil handphone dari dalam saku roknya dan mulai memasang gaya apa saja agar terlihat mempesona. Namun betapa terkejut Jasmin saat melihat hasil fotonya.
"Ka....kauu,' ucap Jasmin dengan penuh ketakutan.
Rasanya dia ingin berlari namun kaki-kakinya seakan menancap di tanah dengan penuh gemetaran. Butiran keringat mulai bercucuran dari wajahnya.
"Sudah kukatakan pergilah."
Kali ini Rangga mengucapnya dengan nada lembut. Perlahan langkah kakinya mulai mendekat ke arah Jasmin membuat gadis itu semakin panik.
"Pa...Pak Guru Ha...Hantu....!" teriak Jasmin, berlari meninggalkan pemuda tampan yang masih memasang wajah ramahnya.
"Heiii, handphonemu!" teriak Rangga dengan sambil melambai-lambaikan handphone milik Jasmin ke udara. Namun pemilik handphone itu telah menghilang di balik pekatnya suasana malam.
Rangga lalu menatap handphone milik gadis kepo itu. Pada layarnya terlihat foto Jasmin tersenyum manis dan wajah Rangga yang pucat dengan dua taring terselip di ke dua sisi bibirnya.
"Ahh, seharusnya kubunuh saja gadis itu!" ucap Rara kesal.
"Jangan kau ikuti emosimu sayang, aku tak ingin ada berita heboh tentang seorang gadis cantik yang diterkam gadis buas," ucap Rangga yang sukses membuat Rara melotot kesal padanya.
"Besok kau hapus ingatannya tentang kejadian tadi!"
Rara segera masuk ke dalam rumah lalu membanting pintu keras-keras.
"Kau mulai cemburu rupanya, sudah kukatakan kita kembali saja dan membicarakan hubungan ini dengan baik cemburu rupanya, sudah kukatakan kita kembali saja dan membicarakan hubungan ini dengan baik pada orangtuamu. Apa kau tidak takut gadis-gadis manusia itu akan terus menggoda dan mendekatiku?" ucap Rangga dengan nada bahagia yang dibuat-buatnya.
Kali ini dia harus berhasil membujuk kekasihnya itu agar kembali ke negeri asal mereka. Dia jenuh dengan kehidupan di dunia manusia sebab kekuatannya tak bisa dia gunakan sepenuhnya.
"Oke, kita akan balik tapi setelah kau menghapus ingatan gadis itu, jika tidak aku sendiri yang akan menghapusnya dari dunia manusia," ucap Rara dari dalam ruangan.
Perlahan adan rasa khawatir menyusup dari sela-sela hati Rangga, rasa ingin melindungi gadis itu. Ingatannya pun terputar pada kejadian satu hari yang lalu.
"Aku mencintaimu Pak, tak peduli apa alasannya kau menolakku," ucap Jasmin dengan suara bergetar, menahan luapan kesedihan.
"Datanglah ke rumahku besok malam, kau kan tahu sebenarnya siapa aku."
Rangga menghembuskan nafasnya berat, seperti ada sesuatu beban yang tak ingin Jasmin mengetahuinya.
"Aku tahu, kau pecinta serigala. Aku bisa pahami itu dan tak akan melarang hobbymu itu."
Lalu perlahan senyum Jasmin memenuhi langit-langit hatinya.


0 komentar:
Post a Comment