JANJI SETIA

Posted By Cerpen universal on Wednesday, November 27, 2019 | November 27, 2019

JANJI SETIA

Siang hari yang panas. Doni sampai di pantai menggunakan motor bututnya yang diwariskan oleh Pamannya. Ada sepasang kekasih yang sedang ngobrol dari tadi di pinggir pantai. Karena Doni dateng, jadinya sepasang kekasih meninggalkan pantai tersebut. Padahal memang sepasang kekasih yang ngobrol di pantai tersebut, lagi membicarakan rencana mereka berdua yang ingin segera menikah, tapi kendalanya biaya untuk mengadakan hajatan. Doni tidak peduli dengan sepasang kekasih yang pergi dari pantai.

Ada seorang pemuda dari tadi yang sedang memancing di pinggir pantai. Doni berjalan-jalan dan mendekati pemuda yang memancing tersebut, tujuannya ingin tahu apakah pemuda tersebut dapat ikan atau gak, yang di taruh di ember? Doni melihatnya dengan jelas isi ember di samping kiri pemuda. Tapi pemuda yang asik memancing melihat Doni. Ya Doni tersenyum saja pada pemuda tersebut. Pemuda yang asik mengancing mengerti arti senyuman Doni. Lalu Doni menjauh dari pemuda yang memancing.

Dalam hati Doni berkata "Jadi dari tadi mancing tidak dapet ikan toh".

Doni pun duduk di atas batu besar, ya lebih tepatnya batu karang gitu. Terlihat Doni, dua orang yang ngobrol di pinggir pantai. Sebenarnya Doni tidak mau tahu urusan orang di sekitar tersebut, hanya ingin menikmati indahnya pantai. Suara obrolan kedua orang tersebut cukup lumayan besar, jadi Doni memang mendengarnya.

Orang yang ngobrol di pinggir pantai, lagi negosiasi berkenaan ikan yang di beli langsung dari nelayan. Doni mengerti obrolan tersebut.

"Ternyata, orang tersebut kerjaannya pemilik kedai makan toh. Maka membeli ikan langsung dari nelayan," celoteh Doni dengan suara samar.

Orang membeli ikan dari nelayan pun pergi tempat tersebut, kaarena berhasil negosiasi harga barang yang di belinya langsung dari nelayan. Sedang nelayan mulai menghidupkan mesin kapalnya, mulailah menjauh dari pantai. Doni pun melihat nelayan itu pergi dan berkata "Pasti mau melaut lagi."

Doni pun sendirian di pantai, memang sih tenang banget. Eee selang berapa saat. Dateng dua orang yang ngobrol di pinggir pantai, tujuannya sih melihat keindahan pantai tapi sekalian untuk mengobrol pekerjaan gitu. Doni tidak mau ikut campur urusan orang, jadi meninggalkan pantai. Di bawalah motor bututnya menuju rumah.

Sampai di rumah. Kaget bukan main Doni, melihat Rara orang di cintai Doni bersama dengan cowok yang di kenal Doni. Rara sangat akrab banget ngobrol dengan Joshua. Rasa jengkel ada dalam diri Doni, tapi Doni berusaha menahan rasa itu jadi ingin tahu yang di obrolkan Rara dan Joshua.

Lebih-lebih terkejut lagi Doni tahu obrolan Rara dan Joshua. Doni ingin marah, tapi di tahan. Joshua berusaha untuk mendapatkan hatinya Rara. Ternyata Rara mulai luluh gitu dengan omongan manisnya Joshua yang memikat gitu. Obrolan antara Rara dan Joshua terhenti juga, karena Joshua ada urusan gitu. Doni dalam hatinya berkata "Nasif mencintai cewek cantik banyak mendekati, sedang aku...keling, gak gitu ganteng-ganteng amat."

Rara berjalan menuju ke rumahnya. Doni pun segera menghampiri Rara dengan menggunakan motor bututnya.

"Adek, Abang anter pulang ya," kata Doni.

"Iya, Abang," kata Rara.

Rara naik motornya Doni.  Dalam hati Doni masih kesel karena Rara mulai berpaling dari dirinya. Tapi ketika Rara pegang perutnya Doni saat boncengan di atas motor, perasaan yang kesel pun hilang jadi seneng.

"Kayanya Rara, tipe cewek setia pada ku," kata hati Doni.

Doni pun membawa motornya dengan baik ke rumahnya dan memberikan kenyamanan pada orang di cintainya. Sampai di rumah Rara.

"Terima kasih, Abang," kata Rara.

"Iya," kata Doni.

Rara berjalan ingin masuk rumahnya. Doni pun memanggil Rara, maka itu Rara berhenti berjalan dan berkata "Ada apa Abang manggil Rara?"

Doni pun berkata "I love you."

Rara memang tekejut dengan omongan Doni yang gak biasanya mengucapkan kata 'I love you', pada dirinya. Rara pun menjawab omongan Doni, bener-bener dari dalam hatinya " Abang, Rara cinta Abang."

Doni seneng mendengar omongan Rara yang cinta padanya. 

"Kalau begitu Abang pamit pulang dulu, ya dek Rara," kata Doni.

"Iya, Abang," kata Rara.

Doni pun meninggalkan Rara yang berdiri di depan rumahnya. Dengan penuh bahagia Doni membawa motornya ke rumahnya. Rara masuk rumahnya. Saat di kamar. Rara pun berpikir dengan tenang.

"Abang Doni cinta mati sama Rara, tapi Abang Joshua terus mendekati Rara dan meminta Rara jadi kekasihnya. Rara ingin setia pada Abang Doni, tapi desakan Abang Joshua membuat Rara jadi bimbang," kata Rara.

Rara yang tidak punya jalan keluar dengan masalahnya, jadi melupakan masalah sejenak urusan cintanya. Rara pun keluar dari rumahnya untuk main ke rumah Selfi, tetangga Rara di samping rumahnya. Kebetulan Selfi ada di rumahnya, tidak repot urusan kuliahnya jadi Rara bisa asik ngobrol dengan Selfi sampai urusan masalah dirinya agar cepat selesai masalahnya, tidak lagi jadi beban pikiran.

Doni yang bahagia banget, sampai juga di rumahnya. Motor di parkirkan Doni di depan rumahnya dengan baik, lalu Doni bersantai di teras depan.

"Aku bahagia, orang yang ku cintai bisa memegang janji setianya," celoteh Doni.

Doni yang bersantai di teras depan, tahu-tahu Toing lewat depan rumah. Doni pun memanggil Toing untuk di ajak ngobrol dan sekalian main catur. Toing mau ajakan Doni seperti biasanya. Doni dan Toing main catur, sambil ngobrol banyak hal sampai urusan pekerjaan gitu. 
Blog, Updated at: November 27, 2019

0 komentar:

Post a Comment