POCONG
Seperti biasa Toing lewat jalan dekat kuburan agar lebih cepat sampe rumah. Tapi rumor di masyarakat kacau banget bahwa kuburan ada Pocong yang berkumpul lagi rapat yang penting banget. Toing tidak percaya rumor yang di bicarakan masyarakat karena setiap hari lewat jalan situ gak melihat Pocong satu pun. Tapi kali ini Toing lewat jalan dekat kuburan saat jum'at kliwon....malen lagi. Toing dengan berani lewat situ.
Terdengar suara yang gaduh di kuburan. Ya....Toing penasaran mencari tahu apa yang gaduh di kuburan? Dengan memberanikan diri melihatnya. Hati-hati sekali Toing melangkah masuk kuburan dengan berkata "Permisi" walau tersamar. Terlihat putih-putih pake kuncung bergerombol lagi sibuk ngoceh ini dan itu. Toing penasaran menghilangkan segala ketakutannya.
Makin dekat Toing dengan para Pocong. Makin lama gaduh banget dengan perdebatan Pocong. Setelah Toing tahu yang apa yang di perdebatan Pocong? Langsung Toing berkata "Ya....ampun repot amat urusan siapa yang jadi RT di kuburan ini kaya Pemilu aja."
"Hus...anak manusia yang masih hidup jangan ikut campur urusan kami," kata salah satu Pocong yang bicara di samping kanan Toing.
"Maaf....bukan saya ikut campur. Ya...urusan jadi pemimpin cukup tunjuk langsung aja ....siapa yang mampu jadi pemimpin dan bertanggung jawab.....kan bukan urusan uang lagi cuma kedudukan saja."
"Bener...juga...saran anak ini bukan urusan uang. Kami semua sudah mati," kats Pocong mewakili teman-temannya.
Para Pocong pun selesai debat pemilihan RT...karena sudah terpilih RT sesuai tunjuk langsung setelah itu para Pocong menghilang. Toing pun pulang ke rumahnya sambi berkata "Kalau saja urusan Pemilu mudah seperti urusan memilih RT seperti Pocong...maka masalah gak ada....jadi tidak ada unjuk rasa ini dan itu".
Selang berapa saat sampai di rumahnya. Toing langsung duduk di ruang tengah sambil nonton Tv dan sang istri si Iyem membuatkan Toing kopi panas ke sukaan Toing. Setelah itu berceritalah Toing sama Iyem tentang bertemu dengan Pocong. Langsung Iyem tutup telinga gak mau mendengarkan omongan Toing.....karena takut.
Ya....Toing ganti topik pembicaraan yang enak tentang cerita masa pengejaran Toing mendapatkan hati Iyem sampe di tolak mentah-mentah lebih dari tiga kali alias lima. Setelah menikah Toing baru tahu kenapa di tolak Iyem karena ....ada cowok lain...lebih tajir dari Toing. Rivalnya Toing ini....anak orang kaya....si Teguh. Karena keuletan Toing merebut hati Iyem dan bisa mementalkan si....Teguh....anak orang kaya.
Toing seneng mendapatkan istri secantik Iyem. Saat lagi asik-asik ngobrol Toing bersama Iyem.....eeeee RT Pocong dateng tiba-tiba. Iyem pingsan lihat Pocong. Toing terkejut kaya jantungnya mau copot gimana gitu. Lalu Toing nanya ke RT Pocong "Kenapa dateng ke rumah?"
"Iseng...aja."
"Iseng...."
Pocong pun menghilang begitu aja. Sedangkan Toing lebih sabar lagi menghadapi ulah Pocong yang aneh-aneh aja. Segeralah Toing nolong istrinya si Iyem yang pingsan di kursi untuk di bawa ke dalam kamar.


0 komentar:
Post a Comment