HANTU SOPIR MIKROLET
Boni setiap hari kerja narik mikrolet punya Abah Toha. Dengan giat Boni menjalankan kerjaannya demi mencukupi kebutuhan keluarganya. Suatu ketika Boni mengantarkan seorang gadis yang meminta bantuan yang menyatakan dirinya di kejar-kejar oleh para penjahat. Ya...Boni menolongnya, tapi pada saat itu mobil mikrolet lagi penuh banget dengan penumpang.
Gadis di tolong Boni ikut ngiter sampe satu putaraan trek angkutan mikrolet. Hari mulai sore baru sang gadis di antarkan tujuannya padahal Boni menyarankan untuk kantor polisi untuk melaporkan urusan gadis yang di kejar penjahat agar tidak jadi masalah yang lebih bahaya lagi. Tapi sang gadis gak mau. Boni mengikuti mau sang gadis yang ditolongnya dan sekalian berkenalan.
Setelah berkenalan Boni baru tahu namanya Kania....secantik wajah yang di pandang Boni. Kania pun meminta Boni di antarkan ke suatu daerah cukup terpencil. Ya.....diantarkan Boni sampe tujuan.
Sampai di suatu desa hari sudah malam juga baru deh sampai depan rumah Kania yang sebenarnya....neneknya. Kania turun dari mobil mikrolet bersama Boni lalu berjalan menuju rumah nenek. Di sambut dengan baik oleh nenek.....kedatangan cucunya yang cantik dan manis. Kania senang bertemu dengan neneknya tersayang. Boni pun permisi dengan Kania dan nenek untuk pulang. Tapi Kania menyarankan untuk nginep di rumah nenek karena hari sudah malam dan juga Kania tahu kalau Boni kelelahan membawa mobil mikrolet seharian untuk mengumpulkan pundi-pundi rezeki hari ini dan sekaligus mengantar Kania ke tempat nenek di desa.
Boni pun menerima ajakan Kania. Ya....seperti biasa nelpon Abah Toha untuk urusan mobil mikrolet yang di cater satu hari penuh. Awalnya gak di terima oleh Abah, tapi Boni mendesak terus untuk memberikan kompensasi satu hari urusan keluarga Boni dengan alasan yang paling tepat. Abah Toha ya....mengizinkan mikrolet di cater satu hari dan besok harus ada di rumah Abah Toha. Boni pun seneng di izin Toha dan urusan telponan selesai.
Boni pun masuk ke dalam rumah nenek. Baru deh Kania cerita semuanya tentang kejadian sebenarnya kenapa di kejar penjahat. Boni pun baru mengerti ternyata Kania di larikan oleh pacarnya yang bernama Ricat untuk di berikan pekerjaan di kota....malah di jual ke Pak Lucas untuk di jadikan pelacur. Boni pun punya rencana untuk memasukkan para penjahat tersebut ke penjara dan Kania pun di usahakan tidak terlibat.
Esok harinya. Boni bangun pagi-pagi sekali. Kania membuat kopi panas untuk Boni. Tanpa sungkan langsung Boni minum kopi panas buatan Kania yang enak. Nenek melihat ada sesuatu antara Boni dan Kania. Setelah sarapan pagi selesai. Boni pun pamitan untuk balik pulang. Kania pun berterima kasih atas bantuan Boni begitu juga nenek.
Boni pun senang bisa menolong orang yang sedang mengalami kesusahan. Segera Boni membawa mobil mikrolet menuju ke kota. Eee....ternyata ada yang ingin ikut ke kota alias penumpang. Ya.....Boni tarik aja rezeki pagi hari. Boni pun membawa mobil mikrolet dengan penuh kehati-hatian agar penumpang nyaman. Sampe setoran ke Abah Toha terkumpul dengan lumayan banyat banget.
Boni sampe di rumah Abah Toha setelah mengantarkan para penumpang ke tujuan masing-masing. Abah Toha langsung memeriksa mobilnya dan sekaligus setoran uang narik mikrolet. Abah Toha dengan hasil dari narik mikrolet Boni ya...jadi gak ada marah-marah. Boni pun pamitan pulang ke rumah untuk beristirahat.
Sampai di rumah Boni terbayang wajah Kania terus. Sedang Kania pun terbayang wajah Boni terus sampe lamunan di bangunkan nenek. Sedangkan lamunan Boni di bangunkan Ibunya.
Boni punya firasat gak enak tentang Kania. Lalu segera menghubungi pake Hpnya. Kania tidak menjawab telponnya Boni. Segeralah Boni melaporkan kejadian tentang penculikan gadis sama polisi dan sekaligus membeberkan siapa-siapa penjahatnya. Boni bersama Polisi mencari Kania.
Sampai di rumah nenek ternyata Kania di culik oleh penjahat suruhan Ricat. Berdasarkan data terakhir polisi mencari Kania begitu dengan Boni. Di temukan kediaman Ricat yang tidak jauh dari area tersebut di sebuah rumah tua yang tidak layak di huni.
Polisi segera menangkap semua penjahat dan Boni pun menolong Kania yang terikat pada tiang. Ricat membawa sebuah pistol rakitan dan mau menembak Kania, tapi di halangi Boni. Polisi segera membak tangan Ricat untuk di lumpuhkan dan langsung di sergap dan di jatuhkan ke tanah dan pistol rakitan langsung di rampas oleh polisi sebagai bukti alat kejahatan.
Kania menangis dengan keadaan Boni yang sekarat. Polisi berusaha membawa Boni ke rumah sakit secepat mungkin. Boni terlalu mengeluarkan banyak darah dan tidak tertolong lagi dan meninggal dunia di pelukkan Kania orang yang di sukai Boni. Kania tambah sedih kehilangan Boni. Segeralah Boni di bawa ke rumahnya. Sang Ibu tahu anaknya.....meninggal langsung sokh berat dan pingsan.
Ya....semua warga mengurus semuanya untuk membantu kelayakan pemakaman Boni termasuk Abah Toha yang menganggap Boni anaknya sendiri. Waktu pun berlalu begitu cepat. Terjadilah rumor tentang hantu sopir mikrolet di kalangan masyarakat. Bagi yang belum melihatnya belum percaya....begitu dengan si Fatimah seorang pembantu yang bersolek kalau mau ke pasar.
Saat di pinggir jalan Fatimah menunggu mobil mikrolet dengan sabar sambil bedakan untuk mempercantik diri. Mobil mikrolet pun berhenti di pinggir jalan setelah di setop Fatimah dengan mengulurkan tangan kanannya. Fatimah masuk ke dalam mobil mikrolet dan langsung duduk sambil berkaca-kaca untuk melihat kecantikannya.
Sopir pun bertanya ke Fatimah "Mau di antr ke mana neng?"
"Pasar Impres ya...Bang."
"Iya."
Mobil mikrolet di jalankan dengan baik. Fatimah mencium bau busuk dan mencari asal bau tersebut dateng sopir mikrolet dan juga melihat wajah buruk rupa dari kaca. Fatimah ketakutan sekali dan meminta berhenti. Ya...sopir mikrolet pun berhenti di pinggir jalan.
"Berhenti di sini neng," kata sopir mikrolet sambil menunjukkan wajah buruknya yang bau busuk.
Fatimah langsung keluar dari mobil mikrolet dengan terburu-buru sekali sambil berteriak "Setan........"
Fatimah lari tunggang langgang dan tidak ingin melihat kebelakang.
Hantu sopir mikrolet pun tertawa dengan nyaring "Haaaaa......haaaa.....haaaa."
Segera mobil mikrolet di jalan lagi oleh sopir hantu lagi.

0 komentar:
Post a Comment