KUNTILANAK
Beni sedang meliput kejadian pembunuhan dan mayatnya di temukan di rumah tua. Polisi memeriksa tempat tersebut sampai menemukan alat bukti sebuah golok yang bersimbah darah. Mayat pun di bawa ke rumah sakit pake ambulan untuk di periksa lebih lanjut.
Beni pun balik ke kantor karena sudah dapet data untuk buat berita. Segera...memang di buat berita tersebut karena di kirimkan data ke kantor duluan lewat email ke ....Boy teman sekerja Beni.
Semenjak meliput berita pembunuhan di rumah tua....hidup Beni kacau balau-kalau terus di hantuin oleh makluk halus. Beni berusaha untuk melawan makluk halus dengan bantuan dukun yang sakti...kata orang-orang...yang namanya Pak Kliwon.
Di rumah dukun. Mulailah ritual pengusiran roh halus. Eee...beneran makluk halusnya dateng dan menghempas dukun sampai modar. Beni ketakutan sekali di datengin oleh makluk halus.
Tapi...Beni berusaha memberanikan diri melawan makluk halus demi hidupnya kembali normal. Tetap saja Beni kalah oleh si makluk halus hampir mati di cekek. Untung di tolong Pak kyai untuk mengusir si makluk halus yang lewat daerah tersebut.
Pak kyai segera baca doa mengusir makluk halus setelah itu dengan sarungnya di gibas makluk halus sambil berkata "Pergi sana kamu Kuntilanak....ke alam kamu sebenarnya."
Kuntilanak masih melawan padahal sudah di gibas berkali-kali. Sebuah rantai keluar dari tanah yang terbelah mengikat Kuntilanak dan di tariklah Kuntilanak ke dalam tanah.
Lalu tanah yang terbelah tertutup lagi. Pak Kyai mengucapkan "Alhamdulilah" rasa syukur telah berhasil mengusir Kuntilanak selamanya. Beni pingsan dan tergeletak di tanah. Mau gak mau Pak Kyai menggendongnya ke rumahnya untuk di berikan pertolongan secepat mungkin agar cepat siuman dari pingsannya.
Semenjak Kuntilanak menghilang hidup Beni kembali normal dan pada akhirnya Beni pun dapet berita kelanjutan tentang pembunuhan di rumah tua bahwa si mayat di bunuh oleh kekasih gelapnya.

0 komentar:
Post a Comment