GONDORUWO

Posted By Cerpen universal on Thursday, October 3, 2019 | October 03, 2019

GONDORUWO

Seperti biasa Budi baru pulang dari rumah temannya Toing urusan main catur sambil ngobrol ini dan itu yang menyenangkan hati. Hari makin larut Budi pulang balik ke rumah dengan jalan kaki maklum di desa dan juga orang miskin. Tapi sebelum Budi berjalan untuk pulang ke rumahnya sudah di berikan pesan "Agar jangan lewat bambuan nanti ketemu Gondoruwo".

Budi "Iya saja" karena sudah di ingatkan.

Dengan santai Budi berjalan kaki menuju rumah. Lingkungan sih sudah terang sih gak gelap seperti zaman dulu banget listrik belum masuk desa dan juga penerangan masih pake obor. Budi tahu-tahu lupa lewat bambuan padahal sudah di peringatin si Toing karena alasan lebih dekat dengan rumah kalau lewat situ. Memang ia lewat bambuan gelap banget maklum lampu jalan tertutup oleh lebatnya bambu. Budi juga tidak percaya dengan tahayul tentang Gondoruwo. Ya jadinya beranilah Budi lewat jalan situ.

Di tengah bambuan mulai Budi mendengar ada orang yang memanggil namanya berkali-kali dan suara yang memanggil kaya si Toing. Budi mulai rasa takut dateng di barengin dengan bulu kuduknya berdiri. Suara yang memanggil Budi semakin dekat sekali kaya ada di sebelah kirinya. Budi langsung mencoba menoleh ke kiri dengan perasaan yang cukup was-was.

"Kosong," ocehan Budi.

Rasa lega di dada Budi sambil di elus dengan tangan kanan. Tiba-tiba ada suara berkata pada Budi "Cari siapa?"

Budi mulai takut banget dan gemetaran. Lalu di lihat hadapannya si Toing. Budi hampir berteriak "Gundoruwo" gak jadi karena di tahan melihat Toing malah mengucap "Selamat....saya."

"Selamat apa?" tanya Toing.

"Ah....gak apa-apa? Cuma perasaan saja."

"Maksudnya ini," kata Toing berubah wujud jadi Gundoruwo.

Budi ketakutan banget melihat Gondoruwo dan berusaha langkah seribu dengan cepat banget. Budi berlari sambil menutup mata supaya tidak melihat Gundoruwo. Sedang Gundoruwo sendiri langsung menghilang sambil tertawa keras. Budi pun terus berlari sampe gak tahu kalau jalan yang di lewatinya menuju selokan yang mampet dan bau busuk. Tercebur Budi ke dalam selokan tersebut. Baru deh Budi sadar dengan ketakutannya di takutin oleh Gundoruwo. Budi keluar dari selokan yang bau busuk menuju rumah.

Selang beberapa saat sampai di rumah. Ibu membukakan pintu setelah pintu di ketuk Budi. Sang Ibu kaget banget dengan keadaan Budi yang bau busuk.

"Kenapa kamu....Budi sampai...seperti ini?"

"Jatuh ke selokan....gara-gara melihat Gondoruwo."

"Aduh....aduh...sial nian....anak ku."

"Budi mandi dulu...."

"Iya langsung ke menuju kamar mandi untuk membilas dirinya dengan air bersih dan sabun agar menghilangkan bau busuk yang melekat pada tubuh Budi. Selesai mandi dan badan Budi tidak bau lagi segera istirahat di kamar. Esok paginya Budi menjalankan seperti biasanya ke sawah. Saat bertemu dengan Toing di jalan barulah Budi menceritakan dirinya bertemu dengan Gundoruwo di dekat bambuan.

Toing menyarankan ke Budi untuk bertemu dengan Mbah Mijan untuk tidak sial lagi. Ya....Budi sih...."Iya-iya...saja seperti biasanya". Tetap Budi pun berpikir setelah pertemuan dengan Toing di tengah jalan. Sampai-sampai saat garap sawah kepikiran dengan sarannya Toing. Budi setelah selesai kerja garap sawah berniat untuk menemui Mbah Mijan untuk meminta penangkal supaya tidak bertemu dengan Gondoruwo.

Tapi sang Ibu tahu anaknya mau menemui Mbah Mijan malah di larang dan memberikan arahan ke Kyai Soleh. Ya....Budi pun berpikir saat di jalan. Sampai di rumah Mbah Mijan. Budi tidak jadi untuk meminta bantuan ke Mbah Mijan yang terkenal kesaktiannya....ya namanya juga dukun kerjaannya. Budi mengikuti saran Ibunya untuk menemui Kyai Soleh agar di jauhkan dari Gondoruwo.

Sampai di rumah Kyai Soleh. Budi di ajarkan sholat dan membaca doa yang melindungi dirinya dan di jauhkan dari Gondoruwo. Apa yang di ajarkan Kyai Soleh di jalanin Budi dengan baik sampe sekarang. Maka itu Budi tidak ganggu lagi sama Gondoruwo malahan dapet rezeki yang gak di sangka-sangka....ibarat ketiban rembulan. Budi mendapatkan hati gadis idamannya si Fatimah kembang desa dan mengalahkan Toing yang suka juga sama Fatimah. Budi selalu bersyukur banget mengikuti saran Ibunya yang membimbing dirinya di jalan yang benar.
Blog, Updated at: October 03, 2019

0 komentar:

Post a Comment