DAERAH TERLARANG
Beni dan kawan-kawannya sedang bermain sepedah setelah pulang sekolah. Sepedah terus di kayuh sampai di suatu tempat yang di pasang papan yang bertuliskan "Dilarang masuk."
Beni pun mengerti bacaan tersebut "Dilarang masuk."
Tapi beda dengan pemikiran Toni "Boleh masuk kok."
Andi pun ikutan dengan Toni "Masuk...kenapa tidak!!!"
Sedangkan Boby mengikuti Beni yang khawatir dengan daerah tancapkan papan bertuliskan "Dilarang masuk."
Karena tidak ada keputusan masuk gaknya daerah yang di larang. Maka Toni dengan permainan lempar koin. Dengan kesepakatan lambang atau angka.
Toni dan Andi memilih "lambang" Sedangkan Boby dan Beni "angka. Koin pun di lempar ke langit. Sampai jatuh di tanah agar ke putusan adil banget.
Hasilnya menunjukkan "Lambang" Andi dan Toni. Boby dan Beni ikut saja yang kalah. Dengan memberanikan diri mereka semua masuk daerah terlarang dengan penuh hati-hati dengan sepedah sampai di sebuah danau. Menunggulah empat sekawan dengan cukup lama.
"Gak ada apa-apa kan?!" kata Andi.
"Bener gak ada apa-apanya....aman...!!!" saut Toni.
Beni dan Boby sudah khawatir sekali dengan suasana lingkungan yang sunyi, lembab dan dingin. Lalu muncul dengan perlahan dari danau menunjukkan wujud kepalanya.
Boby melihatnya sosok yang menyeramkan begitu juga Beni dan berteriak "Monster......"
Andi dan Toni langsung menoleh ke sesuatu di belakangnya "Monster...."
Mereka berempat kabur dari situ dengan mengayuh sepedah dengan cepat sekali dan dan berusaha keluar dari daerah terlarang. Makluk buas wujudnya naga langsung mencium bau enak dan mengejarnya dengan cepat sekali.
Sampai juga di depan pelang yang bertuliskan "Dilarang masuk."
Naga sudah di depan empat sekawan dan tidak bisa berlari lagi langsung di hadang dengan tubuh yang panjang. Naga langsung menelan satu persatu -persatu mereka sampai tersisa sepedah saja.
Naga kembali ke danau lagi untuk tidur di dasarnya. Selang berapa saat ada mobil yang berhenti di depan papan yang bertuliskan "Dilarang masuk."
Keluarlah supir mobil untuk buang air kecil di daerah tersebut dan membaca tulisan "Dilarang masuk."
"Selesai juga buang kecil. Jadi tulisan di larang masuk. Ya..sudahlah.. saya gak akan masuk...kan di larang," kata sopir.
Sang sopir kembali ke mobilnya dan mengabaikan daerah tersebut dan melanjutkan perjalannya.


0 komentar:
Post a Comment