BANGKU KOSONG
Seperti biasanya Beni memperhatikan pelajarannya dengan baik sadar guru memberikan pelajaran.Tetap saja bangku di sebelah Beni kosong. Biasanya si Lila yang mendudukinya. Kabarnya Lila telah lama menghilang dari rumah sampai sekarang. Pada hal sudah di laporkan ke polisi untuk mencari keberadaan Lila tetap tidak ada kabar.
Beni mulai mengingat kenangan bersama Lila saat duduk ngobrol di taman bercerita banyak hal termasuk urusan keluarga yang sedikit kacau. Sebagai teman yang baik memberikan masukkan untuk Lila agar sabar menjalankan hidup. Ya.....seperti biasa Lila menerima masukkan dari Beni.
Niat Beni sih sebagai....teman saja. Tapi niat Lila agak sedikit berubah sedikit duduk bersama Beni. Karena Beni merasakan aura dari tubuh Lila yang menunjukkan niat aslinya. Setelah obrolan itu Beni dan Lila berpisah mengurus urusan masing-masing. Tahu-tahu Beni melihat Lila di jemput seseorang cowok dengan menggunakan motor.
Beni menganggap itu semua di lihatnya hal biasa saja. Beni kembali dari dunia lamunannya tentang Lila karena di timpuk penghapus oleh Ibu Tina yang kiler. Ya.....untung saja ketangkap di tangan kalau kepala ya....benjolan. Ibu Tina bertanya "Kenapa bengong di jam saya?"
Semua teman-teman diam. Beni pun menjawabnya dengan penuh keberanian dan jujur "Maaf Bu....saya...memikirkan teman saya Lila yang sudah satu minggu tidak ada kabarnya."
Ibu Tina mengerti omongan Beni.....dia pun pingin tahu dengan keberadaan Lila yang telah lama menghilang dari rumahnya. Tapi Ibu Tina menyuruh semua murit termasuk Beni mengabaikan urusan Lila fokus dengan pelajaran. Proses pendidikan di lanjutkan dengan baik sampai usai sekolah.
Beni pulang ke rumahnya dengan berjalan kaki. Beni pun teringat terakhir kalinya melihat Lila di ujung seberang jalan bersama cowok. Beni pun menuju tempat tersebut. Sampai di sana Beni tak sengaja menemukan Hp Lila yang terjatuh dan tersembunyi di semak-semak. Hp tersebut lobet segera Beni pulang untuk mengecasnya di rumah.
Dengan sabar Beni mengecas Hp Lila sambil main Ps 4. Setelah terisi penuh baterai pada Hp. Beni membuka data terakhir Lila berhubungan. Ternyata Beni mendapatkan data penyimpanan hubungan telponan dengan seorang pada tanggal yang sama saat Beni melihat Lila terakhir kali di seberang jalan dan juga di hitung waktunya sudah satu minggu sesuai dengan Lila menghilang.
Beni segera menghubungi Toni untuk sedikit meminta bantuan menemani keberadaan Lila. Ya....Toni....mau menolong demi temannya. Setelah di telpon nomor yang berhubungan terakhir kali dengan Lila ternyata orang tersebut mengangkat dan orang yang mengangkat ternyata bernama Johan sesuai namanya tersimpan di dalam Hp dan juga ada kata di SMS yang isinya "I love Lila".
Beni berhasil mengusut satu persatu tentang keberadaan Lila. Sampai di rumah Lila sesuai rencana Beni dan Toni untuk bertemu untuk membuktikan satu.....SMS yang cukup aneh tapi percakapan itu benar-benar menunjukkan pertengkaran "Aku membenci kamu".
Dengan baik-baik Beni bertamu ke rumah Lila dan sambut baik oleh Ibu Lila. Mulailah Beni bertanya tentang Lila demi menghubungi suatu cerita yang di sering di omongin Lila pada Beni dan juga SMS yang membuat Beni yakin ada masalah di rumah Lila. Ibu Lila bercerita apa adanya, tapi Beni merasa ada yang di tutupi. Lalu Beni belum puas dengan cerita Ibu Lila meminta untuk melihat kamar Lila. Sang Ibu Lila mengizinkan. Beni dan Toni berusaha mencari tahu keberadaan Lila dengan mencari petunjuk yang mungkin di tinggalkan Lila.
Beni menemukan sebuah buku kecil yang di sembunyikan Lila di antara tumpukan buku yang sering Lila baca. Buku itu berisi curhatan Lila lebih tepatnya diary Lila Beni membacanya dengan seksama buku diary Lila. Ada kesamaan cerita yang di ceritakan Lila pada Beni dan akhirnya menemukan petunjuk Lila menghilang selama satu minggu.
Beni pun meminta Ibunya Lila berkata jujur pada Beni dengan cara memaksa. Memang agak kasar sih, tapi penting demi menemukan Lila. Padahal di cegah Toni agar tidak begitu memaksakan kehendak ke Ibunya Lila demi menemukan Lila. Beni memberikan keyakinan pada Toni yang sebenarnya "Bahwa Lila telah meninggal".
Toni terkejut mendengar perkataan sepontan dari Beni. Lalu Toni pun meminta kejelasan keberadaan Lila sama Ibunya Lila. Karena desakan Beni dan Toni.....akhirnya Ibu Lila menceritakan sebenarnya "Lila sudah meninggal. Selama ini saya menutupi aib suami saya yang telah memperkosa Lila dan pada akhirnya hamil. Tapi bukan di situ saja hari naas itu terjadi suami saya membunuh Lila dalam keadaan mabuk berat karena kebiasaannya minum bir".
Beni merekam pernyataan kejujuran dari Ibu Lila yang sebenarnya. Dan juga Toni menemukan bir yang di simpan di lemari es. Lalu Beni pun mencoba mencari lagi petunjuk lain tentang Ayah tiri Lila si Josep. Beni dan Toni menemukan sebuah kotak di dalam kamar Ibunya Lila di bawah tempat tidur ada kotak berisi kondom dan obat terlarang.
Segeralah Beni menelpon polisi untuk meminta bantuan menangkap Josep.....Ayah tiri Lila dengan kasus pembunuhan. Polisi langsung bergerak berdasarkan informasi dan menangkap Josep yang berada di tempat karokean dan sekaligus sedang transaksi narkotika.
Josep pun di penjara seberat-beratnya menghilangkan nyawa orang. Beni beserta di kuburkan jauh di hutan sama Josep untuk menghilangkan jejak kebejatan dari Ayah tiri. Kini Lila mendapatkan pemakaman yang layak. Orang yang mencintai Lila pun dateng di pemakaman Lila.....ya si Johan. Tapi sebenarnya petunjuk terakhir di buku diary ada sebuah sepucuk surat. Beni membaca surat tersebut.
Beni mengerti isi surat tersebut dan menitikkan air mata dalam hatinya berkata "Saya menyesal."
Isi surat Lila :
"Selama ini saya merasa nyaman dengan seorang yang saya ajak bicara dari hati ke hati. Tapi saya berusaha membuka diri untuk orang itu Tetap saja orang itu tak bisa merasakan perasaan saya yang sebenarnya yang ingin bersamanya terus. Hanya dengan tulisan ini saya bercerita tentang orang yang saya sukai. Dialah yang saya cintai selama ini. Beni teman terbaik dalam hidup dan orang paling mengerti saya. Harapan saya....ingin bersamanya selamanya".
Waktu terus berlalu setelah semuanya telah di ungkap oleh Beni dan bantuan Toni. Tetap setiap di ruang kelas Beni melihat bangku kosong yang bisa didudukin Lila orang yang mencintai Beni. Terkadang Beni masih merasakan keberadaan Lila yang masih duduk di bangkunya untuk menerima pelajaran saat proses belajar mengajar di mulai di ruang kelas.


0 komentar:
Post a Comment