JODOH PASTI BERTEMU

Posted By Cerpen universal on Monday, September 30, 2019 | September 30, 2019

JODOH PASTI BERTEMU

Gelombang laut begitu besar sekali. Hujan deras di barengin dengan angin yang sangat kencang. Seekor siluman monster Ikan bergerak dengan cepat di lautan yang bergelombang. Sebuah perahu siluman dinaikin oleh seorang pelajar dari langit bernama Wang berusaha menangkap siluman monster Ikan. Sang siluman monster Ikan mengamuk karena mau di tangkap oleh si alih dalam menangkap siluman. Wang kualahan menghadapi siluman monster Ikan sampai terpental dari perahu siluman. Untung saja di tangkap oleh siluman Perahu dengan sulurnya mengikat Wang.

Saat siluman monster Ikan membuka mulutnya lebar-lebar ini memakan Wang. Di lemparlah si siluman Bubu yang punya kemampuan kentut yang busuk yang bau busuk kalau ketakutan. Siluman monster Ikan terkena kentutnya dari siluman Bubu....jadinya teler. Segeralah Wang mengeluarkan kuas ajaibnya dari kecil menjadi besar dan menulis sesuatu, lalu keluarlah sebuah buku Yin dan Yang. Setelah itu di tulislah di buku Yin dan Yang mantra pembelenggu. Keluarlah rantai dari buku Yin dan Yang mengejar si siluman monster Ikan. Masih dalam keadaan sadar.....siluman monster Ikan berusaha melarikan diri dari rantai yang ingin membelenggunya. Tapi ternyata rantai pengikat lebih cepat bergeraknya untuk mengikat siluman monster Ikan.

Terjeratlah siluman monster Ikan pada rantai pembelenggu, lalu pusaran di buku Yin dan Yang menarik siluman monster Ikan masuk ke dalam buku. Wang langsung menutup bukunya dan menghilang begitu saja dan kuas ajaib jadi kecilnya....segeralag pulang menuju rumah karena telah berhasil menangkap siluman yang jahat.

"Begitulah ceritanya.....jadi kalian semua beli buku cerita buatan saya.....murah cuma 5 sen saja," bujuk rayu Wang pada anak-anak yang mendengarkan ceritanya Wang.

"Maaf....Paman saya tidak punya uang," kata anak kecil bertubuh gemuk.

"Saya...juga," kata anak bertubuh kurus.

"Saya juga," saut anak lainnya.

"Ya....sudah pulang sana. Gak ada cerita lagi," kata Wang.

"Ayo kita pulang," kata semua anak-anak.

Semua anak-anak keluar dari rumahnya Wang. Sedangkan Wang masih ngedumel karena rencana menjual bukunya gagal pada anak-anak. Saat turun tangga anak-anak melihat wajah yang sedikit aneh seperti boneka di tutupi rumah yang cukup pas dengan kepala manusia. Tiba-tiba boneka bangun membuka matanya dan berkata "Baaaa."

Anak-anak kabur daru rumah Wang karena ketakutan melihat siluman dan sambil berteriak "Siluman."

Wang pun menyaksikan anak lari terbirit-birit di takutin oleh siluman Perahu.

"Lamajuga....guru...menceritakan cerita tentang menangkap siluman....tujuan untuk menjual buku...itu ke anak-anak," kata siluman Perahu.

"Iya....., tapi gagal....karena tuh....anak-anak jaman sekarang main gak bawa uang....untuk jajan," kata Wang.

"Ok....begitu."

Wang masuk ke dalam rumahnya kembali dan siluman Perahu masuk juga.

***
Sebuah toko perhiasan terjadi pencurian. Polisi Ming lagi ngusut kasus pencurian tersebut bersama anak buahnya. Saat itu ada beberapa Ibu-Ibu melaporkan ke Polisi Ming dengan laporan tentang "Wang menceritakan siluman....untuk menakutin anak-anak."

Polisi Ming yang sibuk mengurus pencurian di toko perhiasan tidak mau menanggapi urusan tentang siluman karena dengan alasan siluman tidak ada....jadi Polisi Ming menyuruh....Atung si polisi junior yang baru masuk jadi polisi di suruh mengusut masalah tentang siluman yang di laporkan oleh Ibu-Ibu.

Atung sebenarnya ingin membantu menyusut tentang pencurian di toko perhiasan. Tapi perintah dari kepala kepolisian ya menjalani tugas. Atung bersama Ibu-Ibu pergi ke rumah Wang. Sampai di depan rumah....tiba-tiba Atung terpeleset jatuh ke tanah dan melihat sebuah gelang di leher ayam babon di dalam kandang. Segera Atung memeriksa gelang tersebut.

"Saya menemukan pencurinya."

Ibu-Ibu beserta anak-anaknya masuk ke dalam rumah Wang.....ingin marah-marah karena tersambar memanggil siluman Bunga. Muncullah siluman Bunga dan mengeluarkan cahaya yang membuat Ibu-Ibu dan anak-anaknya lupa. Saat itu Wang menjual bukunya pada Ibu-Ibu dengan harga yang murah 5 sen. Ya....dalam keadaan lupa ingatan....di belilah buku tersebut dan di bayar uang pas setelah Ibu-Ibu pulang ke rumahnya.

Wang senang berhasil menjual buku ceritanya dan dapet uang. Atung masuk ke dalam rumah Wang dan ingin menangkap Wang dengan tubuhan pencurian perhiasan karena bukti di temukan di rumah Wang. Lalu Wang mengajak Atung makn kue untuk mencairkan suasana untuk menjelaskan siapa yang mencuri. Tetap saja Atung ingin menangkap Wang dengan berusaha mengikat tangannya pake tali. Awalnya Wang yang terikat oleh ikatan tali dan Atung mau menariknya....Eee ternyata berat. Wang mengalihkan mengikat pada kayu rumah jadi susah untuk di tarik di tambah Atung di tipu jebakan trik sederhana.....ia yang terikat.

Wang pun mengajak Atung menangkap si pencuri sebenarnya.....setelah melepaskan ikatan pada tali. Sampai di sebuah toko perhiasan Wang dan Atung bersembunyi di balik bangunan di depan toko lebih tepatnya sebelah kiri. Terlihat oleh mata Atung dan Wang kantong bergerak sendiri turun dari atap toko. Atung ketakutan sekali melihatnya, tapi di suruh tutup mulut baru di bukakan penglihatan pada Atung dengan menggunakan kuas ajaib.

Atung melihat lagi ke kantong yang melompat "Makluk kerdil berwajah seperti babi.....makluk apaan....ya?"

"Siluman," saut Wang.

Atung ketakutan dengan siluman, tapi di yakinkan oleh Wang "Kamu.....ini polisi jangan takut.... Kan mau menangkap pencurinya."

"Iya," jawab Atung.

Atung mengikuti Wang yang sedang membuntutin siluman Babi. Sedangkan siluman Babi bertemu dengan keledai yang di cintainya dan pemilik Keledai.....pencuri yang sebenarnya. Sang pencuri dan siluman Babi bernegoisasi untuk pembagian hasil curian.....tetap saja....siluman di kibulin dengan urusan cinta konyolnya siluman sama Keledai.

Selesai hal curian di berikan kepada pencuri yang asli. Atung memergokinya semua kegiatan negoisasi tersebut dan mengejar pencuri. Sedangkan siluman Babi ingin melarikan diri. Wang menggunakan kuas ajaibnya membuat mantra penarik pada botol kaca agar menangkap siluman Babi di masukkan ke dalam botol kaca. Siluman Babi tersegot ke dalam botol kaca dan di tutup agar tidak keluar lagi.

Atung mengejar pencuri sampai naik atap rumah karena si pencuri berusaha melarikan diri. Tapi sang pencuri tertangkap oleh Atung dan berusaha melawan. Atung terpeleset dan jatuh begitu juga dengan pencuri jatuh dari atap. Atung jatuh ke lantai sedang pencuri jatuh juga di tangkap oleh polisi anak buahnya polisi Ming.

"Saya.....yang menangkap pencurinya," kata polisi Ming.

"Tapi.... Kan saya yang mengejarnya," saut Atung yang menahan sakit karena jatuh dari atap rumah.

Polisi Ming membawa pencuri bersama anak buahnya ke kantor. Atung kecewa dengan ulah kepala polisi yang bertindak semau-maunya.

***
Di dalam rumah Wang. Siluman Babi di lepaskan dari bola kaca dan di bimbing menjadi siluman baik dan di suruh membereskan ruangan di sebelah. Atung datelng ke rumah Wang langsung bersujud.

"Guru.....terima saya menjadi murid mu," permintaan Atung.

Wang tidak ingin mengangkat murit. Tapi permintaan Atung sungguh-sungguh ya.....di terimalah Atung jadi muridnya....walau terpaksa. Atung mulailah membereskan rumah Wang untuk mendapatkan simpatiknya gurunya.

***
Seorang Putri cantik bersama pembantunya masuk ke dalam rumah penjual cermin. Sang Putri ingin membeli cermin dan sang pembantu di menunggu di luar. Penjual cermin menyirepnya dengan ilmu sihirnya saat sang Putri melihat cermin. Datenglah sebuah tandu dari langit menuju rumah penjual cermin.....segeralah sang Putri yang tersirep berjalan dengan tidak sadarkan dirinya masuk ke dalam tandu dan di bawa terbang menuju tempat yang tuju. Sampai di sebuah gunung tepatnya di hutan bambu seorang pendekar menunggu dengan sadar untuk menangkap siluman yang ingin di tangkapnya. Dengan mengeluarkan sihir kertas mantra dan di lemparkan ke tandu....ternyata kena 4 siluman yang memikul tandu. Pendekar berhasil menghentikan rencana siluman jahat yang menangkap gadis.....untuk di makan rohnya.

Dateng siluman yang cantik sekali bergaun merah.

"Yuen sekarang saya akan menangkap kamu....karena berusaha mencelakai manusia yang tidak bersalah," kata Chen.

"Bukan urusan kamu....jangan ikut campur urusan saya. Karena urusan kamu dan saya sudah lama berakhir," kata Yuen.

Chen memasang kuda-kuda menyerang dengan mengeluarkan kertas mantra yang banyak menyerang Yuen. Dengan kemampuan Yuen menggunakan kain di ke dua lengannya dan sihirnya...langsung memanjang kain tersebut menghalangi serangan kertas mantra yang ingin membelenggu Yuen. Pertarungan itu sangat sengit sekali. Chen marah sekali dan mengeluarkan kertas mantra yang lebih banyak menyerang Yuen dan akhirnya terbelenggulah si Yuen di antara batang pohon bambu.

Chen mendekati Yuen dan tepat saling berhadapan muka.

"Saya akan mengambil pil siluman," kata Chen.

Chen menarik pil silumannya di keningnya Yuen. Tapi Yuen marah dan menarik pil siluman masuk ke keningnya kembali. Lalu dengan kekuatan sihir yang sangat kuat melepaskan diri dari kertas mantra sampe mementalkan Chen sampe terjebak di batang pohon bambu.

"Saya....tidak akan memberikan pil siluman...karena kita telah sepakat," kata Yuen.

Yuen pergi dengan terbang bersama tandu yang isinya seorang gadis....dan meninggalkan Chen yang terjebak di batang pohon bambu.....juga terluka akibat kena sihir yang dasyat dari Yuen.

"Yuen.....," teriak Chen dengan sangat keras.

Yuen sampai di kediamannya di atas bukit lebih tepatnya rumah tua yang tidak berpenghuni lagi. Sang Putri di keluarkan dari tandu di ubah menjadi energi roh dan di taruh di dinding dan berubah menjadi lukisan gadis cantik bersama gadis yang lain.

Siluman Cermin mendekati Yuen.

"Terima kasih atas bantuannya," kata siluman Cermin.

"Saya....hanya sekedar.....saja."

"Apa....kamu mau memakan roh gadis tersebut."

"Saya....tidak ingin memakan roh manusia nanti bisa tua. Kamu saja yang memakan roh......manusia tersebut."

"Oh...begitu. Kalau begitu....saya bunuh pendekar bertarung dengan mu itu."

"Jangan....ikut campur urusan saya."

"Jadi.....kamu masih memperdulikan......pendekar tersebut. Sungguh menyakitkan perasaan itu...ya," kata siluman Cermin.

"Diamlah....," saut Yuen.

Yuen langsung masuk ke dalam kamarnya.

***
Pejabat kota melaporkan kehilangan anak gadisnya ke kepala polisi Ming. Segera polisi mengusutnya di sebuah rumah penjual cermin berdasarkan info dari pembantunya dari tuan Putri yang hilang. Polisi Ming sebenarnya tidak percaya bahwa yang menculik siluman berdasarkan laporan si pembantunya. Atung pun dateng menghadap polisi Ming untuk mengusut juga. Tetap saja polisi Ming selalu menganak bawangin si Atung. Pejabat kota masih sok kehilangan putrinya beserta istrinya dan membuat sayembara "Siapa yang bisa menemukan anak gadis saya....akan saya jodohkan dengan anak gadis saya."

Atung mendengar pernyataan dari Pejabat kota dengan sayembara itu senang banget. Sedangkan polisi Ming biasa aja. Segeralah dengan anak buahnya mencari anak Pejabat kota yang hilang. Pejabat kota pulang bersama istrinya dan pelayannya. Atung langsung segera ke rumah gurunya.

Sampai di rumah Wang. Atung menceritakan tentang penculikan gadis anak Pejabat kota. Wang segera berbenah diri untuk mengusut penculikan tersebut.

***
Chen sedang asik makan dan minum di rumah makan. Siluman Cermin menyamar menjadi penduduk seperti biasanya lalu melihat Chen dan membeli seguci arah pada pemilik rumah makan sekaligus dengan samar menyinggung urusan Yuen ke Chen yang sedang asik makan dan minum. Siluman Cermin keluar dari rumah makan dengan bawa guci arah yang di belinya. Chen segera menghabiskan makan dan minumnya, lalu mengejar siluman Cermin.

Sampai di rumah penjualan cermin. Siluman Cermin segera masuk rumah dan Chen juga masuk juga ke rumah tersebut. Chen ingin menangkap si siluman Cermin dengan sihir kertas mantra. Tapi dengan kelicikan siluman Cermin masuk ke dalam cermin di kaca yang di jualnya. Chen berusaha terus menangkap siluman Cermin. Tapi kewalahan karena tidak tahu kapan datang serangan muncul di cermin ini ataukah di cermin yang lainnya. Chen hampir berkali-kali tertusuk oleh pisau yang di hujamkan oleh siluman Cermin. Karena kesigapannya berhasil menghindarinya. Tapi ternyata siluman Cermin lebih berbahaya menjebak Chen dengan membelenggu dengan tangan, kaki, dan tubuh Chen di belenggu oleh bagian tubuh siluman Cermin. Muncul dari atas cermin bagian kepala Chen.....siluman Cermin ingin menghujamkan pisaunya.....untung saja bisa menghindar.

Saat pertarungan masih sengit antara Chen dan siluman Cermin.......dateng Wang masuk ke dalam rumah penjual cermin. Wang berusaha menangkap si......siluman Cermin dan berhasil menolong Chen yang kewalahan menghadapi siluman Cermin. Tapi siluman Cermin berhasil menjebak tubuh Wang masuk ke dalam cermin......jadi susah untuk menangkapnya. Sedangkan Chen pun mau di tusuk oleh siluman Cermin saat lengah.....untung saja....Yuen masukkan tangannya ke cermin memeganh pisau yang mau menusuk Chen.

Wang berhasil keluar dari cermin dengan menyatukan antara bagian tubuh bagian atas dengan bawah. Lalu mengeluarkan kuas ajaibnya dan mengeluarkan buku Yin dan Yang untuk menangkap siluman Cermin. Keluarlah rantai pengikat untuk menangkap siluman Cermin. Dengan berusaha keras siluman Cermin lepas dari rantai pengikat. Tetap saja tertangkap dan terjadi ledakan besar. Siluman Cermin tersedot masuk ke dalam buku Yin dan Yang. Sedangkan Chen selamat dari tusukan pisaunya siluman Cermin. Tapi si.......Yuen pingsan karena efek dari kekuatan sihir dari Wang.

Wang pun pulang ke rumahnya karena berhasil siluman Cermin. Tapi Chen memohon meminta bantuan Wang untuk menolong dirinya. Siluman Bunga mengantarkan Atung ke tempat di mana gadis-gadis yang culik dan di sekap. Sampai di rumah tua. Atung segera melapor pada gurunya. Bergeraklah Wang untuk menangkap Yuen beserta Atung dan juga Chen ikutan juga.

Di rumah tua. Wang ingin menangkap si Yuen, tapi di halangi oleh Chen sampe terjerat oleh selendang merah mengikat kaki dan tangan Wang sampe lehernya. Yuen berhasil kabur........karena ulah si Chen yang terus menghalanginya. Atung berusaha menolong tapi tak mampu melawan Yuen dengan ilmu sihirnya yang dihempaskan dengan selendangnya.
Wang gak abis pikir dengan Chen. Jadi ya....minta bantuan di bebaskan dari ikatan selendangnya Yuen......walau hasilnya bikin kecewa lagi. Sampai di rumah. Wang menggunakan kemampuan siluman Bunga......untuk mengetahui ingatan masa lalu Chen. Ternyata Chen ada hubungan dengan Yuen. Di masa lampau Chen adalah siluman Ular Putih yang memberikan pil silumannya ke Yuen seorang manusia untuk menukar diri menjadi manusia. Yuen tidak keberatan dengan penukaran diri tersebut. Yuen menjadi siluman, tapi naasnya rumahnya Yuen di datengin para perampok dan membunuh keluarganya. Yuen marah dan membunuh para perampok tersebut. Semenjak itu......pil siluman yang bersih menjadi kotor karena telah di gunakan untuk membunuh.


Wang dan Atung baru mengerti tentang masa lalu Chen. Lalu Chen di hapus ingatannya dan di berikan ingatan baru untuk menjalankan hidup ikut ujian sarjana setelah itu menikah dan punya anak. Chen pun pergi meninggalkan dari rumah Wang dan berubah menjadi pelajar yang baik budiman. Wang dan Atung menjalankan tugas untuk menangkap Yuen, tapi istirahat dulu karena kelelahan bertarung.

Atung membuat makan untuk gurunya dengan memotong ayam di jadikan ayam panggang. Wang sedang dengan pengabdian muridnya, tapi ketika tahu ayamnya di kandang di potong Wang kecewa dan ingin menyembayangkannya. Tapi siluman yang baik di rumah Wang........memberitahukan yang sebenarnya "Bahwa......guru......tidak akan memakan hewan piaraannya."

Daging ayam tidak ada yang makan. Siluman yang suka dengan ayam bakar langsung menyedot dengan ilmu sihirnya dan masuk ke dalam perutnya "Gak ada yang makan saya yang makan."

"Dasar.....rakus," kata siluman yang lainnya.

Atung membujuk gurunya dengan membelikan 10 ekor ayam lagi. Jadi Wang seneng mendengarnya......jadi tidak jadi menyembayangkan ayam kesayangannya.....alasan berduka. Atung pun memohon gurunya untuk menyelesaikan urusan mengenai gadis yang hilang......ya di tolong.

Wang dan Atung mencari Yuen di persembunyiannya. Terjadilah pertarungan yang sengit antara Wang dan Yuen. Wang menggunakan kuas ajaibnya dan buku Yin dan  Yang berhasil menangkap Yuen dan terkurung dalam buku Yin dan Yang. Lalu gadis-gadis yang terjebak pada lukisan keluar dari lukisan pulang dari rumahnya.

Berdasarkan sayembara telah menyelamatkan Putri Pejabat kota.........Atung di jodohkan dengan Putri pejabat tersebut dan juga menjadi kepala polisi yang baru menggantikan si kepala polisi yang lama Ming karena kerjaannya gak becus untuk menyelesaikan kasus urusan penculikan anak gadis sampai hampir sepuluh orang.

Atung pun senang dengan promosi jabatan begitu Wang sebagai gurunya Atung........dan merayakan di rumah Pejabat kota sambil minum-minum. Selesai urusan pesta pulanglah Wang dengan keadaan mabuk.

***
Chen berubah menjadi pelajar yang baik sedang berjalan menuju Ibukota untuk ujian kenegaraan menjadi sarjana.....sekaligus jadi pejabat wilayah kalau berhasil masuk. Siluman Bunga dateng menghampiri Chen yang sedang istirahat di pinggir sungai dan mengembalikan ingatannya. Baru deh siluman Bunga balik ke rumah dan ketahuan dengan siluman Babi dengan ulahnya siluman Bunga mengembalikan ingatan Chen......eee malah siluman Babi di samber listrik oleh siluman Bunga sampe kejang-kejang. Ya.....akhirnya diam gak mengusik lagi siluman Bunga yang sedang jengkel.

Chen dateng ke rumah Wang dan merampas kuas ajaib lalu di gunakan memunculkan buku Yin dan Yang untuk masuk ke dalam dunia yang menghukum para siluman yang di tangkap Wang. Chen berada di dalam dunia tempat siluman di hukum mencari Yuen. Chen melihat siluman Cermin di siska dengan sambaran petir setelah itu di kirim ke gerbang penghancur agar tidak bisa reingkarnasi lagi. Chen melihat Yuen juga di siksa dengan sambaran petir dan masuk ke dalam tempat hukuman untuk membebaskan Yuen. Sebelum itu mengambil pil siluman yang ada di kening Yuen.

Chen kembali menjadi siluman kembali dan Yuen kembali manusia. Rantai untuk menghukum siluman melepaskan Yuen dan mengikat Chen. Tapi Chen melawan dan keluar dari tempat hukuman. Rantai pembelenggu terus saja ingin membelenggu Chen. Tapi Chen melepaskan diri dengan menggunakan kuas ajaib dan menghancurkan segalanya. Wang, Atung dan para siluman yang baik naik siluman Perahu untuk mengambil kuas ajaib.

Terlambat Chen berubah menjadi siluman jahat dan menggunakan kuas ajaib........maka kekuatannya jauh lebih besar. Wang berusaha melawannya. Chen mengeluarkan sihir kertas mantra dan berubah menjadi ular besar dan menghancurkan segala-segalanya. Wang terus berusaha menghindari dari sihir ular besar. Lalu dengan kerja sama yang baik berhasil mengambil kuas ajaib.....tapi rebutan dari satu siluman Bunga di lempar ke siluman Perahu dan ke Wang. Chen merampasnya lagi dan membuat sihir kertas mantra menjadi ular besar dan menghancurkan segala-galanya....sampe siluman yang terpenjara terlepas semuanya.

Yuen pun mendatengin Chen. Langsung sadar Chen dari amukannya yang tidak bisa mengendalikan dirinya. Yuen pun memilih masuk ke dalam gerbang penghancur. Chen mengejarnya untuk menghalangi Yuen memusnahkan dirinya. Di depan pintu gerbang Chen dengan bantuan kuas ajaib berhasil mencegah Yuen untuk meleburkan dirinya.

"Mau....kamu....bersama ku selamanya," kata Yuen.

Yuen pun berusaha melepaskan dari pelukan Chen menuju peleburan. Chen melepaskan pegangannya pada kuas ajaib dan mendekati Yuen dan memeluknya.

"Selamanya kita bersama," kata Chen.

Chen mencium Yuen dan seketika mereka melebur dan tidak bisa reingkarnasi selamanya. Wang mengambil kuas ajaib dan pulang bersama Atung beserta siluman yang baik. Sampai di rumah Wang menulis cerita semalaman tentang Chen dan Yuen dengan berjudul "Jodoh Pasti bertemu."

Atung dateng menghadap gurunya. Wang segera menyuruh Atung mengemas barang-barang untuk di bawa untuk berburu siluman yang terlepas dari buku Yin dan Yang. Petualangan Atung menjadi pemburu siluman baru di mulai bersama gurunya si Wang.....pelajar dari langit.
Blog, Updated at: September 30, 2019

0 komentar:

Post a Comment