SEPIA

Posted By Cerpen universal on Tuesday, June 25, 2019 | June 25, 2019

SEPIA

Seorang gadis bernama Sepia sedang menangis di kamarnya. Pintu kamar pun di ketok oleh Mbok Inem.

"Non....Mbok bawain makan siang. Karena dari tadi pagi non belum sarapan pagi. Mbok khawatir dengan non," kata Mbok Inem.

Sepia menghapus air matanya dan membuka pintu kamarnya.

"Mbok makannya taruh saja di meja!" perintah Sepia.

"Baik non," saut Mbok Inem.

Mbok Inem setelah menaruh makan dan minuman di meja lalu bergerak keluar dari kamarnya Sepia. Tapi berhenti di hadapan Sepia karena melihat raut muka muram banget di penglihatan Mbok Inem yang sudah tua.

"Non ada masalah...ya. Boleh cerita sama Mbok. Moga-moga Mbok bisa nolong non," saran Mbok Inem.

Sepia langsung menangis dan bersender di tubuh Mbok Inem dan langsung di usap kepalanya Sepia.

"Ya..Alloh..non ternyata kamu punya masalah apa non sampe segininya kamu sedih," kata Mbok Inem yang khawatir.

Sepia terus mengucurkan air mata yang membasahi pipinya. Sepia dan Mbok pun duduk di lantai. Isak tangis Sepia pun berhenti. Mulai Sepia kenapa dia bersedih hari ini?. Rasa sakitnya di pendam di hatinya menusuk banget karena di putuskan oleh Galang.

Sepia pun mengaku salah bercerita sama Mbok karena sebenarnya Sepia yang salah menjadi selingkuhan Galang menjadi kekasih gelapnya. Sepia sangat mencintai Galang tapi kalah langkah duluan dengan Liana teman Sepia. 

Sepia ingin bersama Galang tapi ternyata Galang bener-bener mencintai Liana. Sepia bingung Mbok dan sakit dengan perasaan patah hati ini. Mbok Inem mendengar baik-baik setiap curhatannya Sepia lalu memberikan masukan yang baik yaitu menyuruh melupakan Galang dan membuka lembaran baru.

Tapi Sepia tetap saja gak bisa melupakan Galang karena terlalu cinta. Mbok Inem memaklumi keadaan Sepia lalu menceritakan kisah sedihnya Mbok Inem yang di tinggal pergi suaminya karena kawin lagi. Mbok Inem pun sakitnya bukan penghianatan suaminya tapi namanya hidup harus di jalanin dengan alur maju. Maka Mbok Inem melupakan suaminya yang melukai hatinya dan memilih untuk pergi dari kampung untuk bekerja jadi pembantu di rumah Pak Heru yaitu Bapaknya Sepia.

Setelah mendengar baik-baik ceritanya Mbok Inem mulai Sepia sadar bahwa mengambil pasangan orang lain itu menyakitkan. Tetapi Mbok Inem tegar menghadapi ujian cinta yang pait itu. Sepia mengikuti masukkan dari Mbok Inem untuk melupakan orang yang di cintainya dan tidak lagi mengebut namanya untuk lembaran baru menjalani hidup.

Lalu Mbok Inem keluar dari kamar Sepia untuk melanjutkan beres-beres rumah. Sepia mengumulkan barang-barang kisah cintanya dengan Galang di masukkan ke dalam plastik dan di bakar di pekarangan belakang untuk melupakan kisah cintanya selamanya.

Sepia mulai menjalani hidup seperti biasanya dengan penuh keceriaan bersama teman-temannya dan terkadang bertemu dengan Galang tak sengaja Sepia tidak perduli sama sekali dengan kehadiran orang tersebut.

Sepia tambah cantik dan modis sampai-sampai ada seorang cowok ganteng teman kuliahnya bernama Andi. Sepia mengabaikan Andi yang terus menerus mengungkapkan perasaannya. Tetap Sepia menolak Andi dengan alasan mau menyelesaikan kuliahnya. Ternyata selang waktu yang gak cukup lama Galang putus dengan Liana, lalu Galang mencari Sepia untuk melanjutkan hubungan mereka.

Sepia pun tidak mau menengok kebelakang urusan cinta dan mengabaikan Galang dan terus dengan keputusannya yaitu menyelesaikan kuliah. Sepia terus tekun dalam menyelesaikan kuliahnya sampai mendapatkan gelar sarjana dan langsung bekerja di perusahaan Bapaknya. Demi anaknya yang terbaik Sepia di jodohkan dengan seorang pemuda yang tampan oleh Bapaknya.

Ternyata pemuda yang di jodohkan Bapaknya untuk Sepia adalah pemuda yang mengejar Sepia selama ini adalah teman kuliahnya dulu Andi. Sepia menerima Andi. Singkat waktu menikah Andi dan Sepia. Galang pun melihat Sepia dan Andi di pelaminan dengan penuh bahagia saat datang di pesta perkawinan di undang oleh Sepia untuk menunjukkan kebahagiaan yang sebenarnya berkat nasehat Mbok Inem.
Blog, Updated at: June 25, 2019

0 komentar:

Post a Comment