PAIJO
Langit cerah di malam hari. Paijo masuk ke dalam sebuah gedung pertunjukan duduk di antara para penonton. Suara hingar bingar musik mulai menggaung suasana gedung. Awalnya para penonton duduk berdiri saat penyanyi menyanyikan lagu yang sadu dan merdu.
Semua manusia berjoget termasuk Paijo. Para kameran bekerja mengambil enggel-enggel terbaik saat penyanyi menyanyi dan para kru mengarahkan penonton bayaran lebih heboh lagi apalagi penonton yang memakai baju iklan di suruh heboh lagi jogetnya.
Paijo terus berjoget sampai musik berhenti dan penyanyi selesai nyanyiannya. Mulai acara sebenarnya di mulai. Semua penonton duduk di bangku masing-masing. Para Artis duduk di tempat penjurian untuk komentari penampilan peserta.
Kemudian host memanggil para peserta tampil satu persatu untuk menunjukkan kebolehannya. Paijo tetap menyaksikan tontonan tersebut dengan penuh meriah berserta para penonton lainnya. Terkadang Paijo membuka Hpnya untuk menonton jaringan Tv internetnya untuk menyaksikan tontonan yang di tontonnya langsung.
Paijo terus memperhatikan tontonan di Hpnya. Terkadang penonton di kiri dan kanan agak sedikit aneh dengan tingkah Paijo. Tetap sebodok teing Paijo karena urusan masing-masing. Paijo pun langsung mengerti.
"Begini cara kerja mereka," celoteh Paijo dengan suara kecil.
Paijo langsung mematikan tontonan di Hpnya dan ikutan dengan para penonton berjoget asik. Sampai saat para peserta di komentari dengan cermat Paijo memahami semua ocehan para juri.
Paijo makin terlarut dengan suasana tontonannya. Sampai ada artis yang menjadi juri menyanyikan sebuah lagu berkaitan dengan nama Paijo. Sontak Paijo yang memiliki nama dan tidak ada kaitan dengan syair lagu di nyanyikan penyanyi tetap diam dan masa bodok.
Acara terus berlangsung dengan sesuai rencana yang di konsep baik oleh para orang-orang di belakang layar. Sampai salah peserta harus merelakan kekalahannya dalam pertandingan menyanyi. Waktu begitu larut sekali saat Paijo melihat jam di pada jam tangannya.
"Waktunya pulang untuk istirahat," kata Paijo.
Paijo dengan sabar dengan penonton yang lainnya menunggu acara bubar. Dan akhirnya bubar juga acara yang di tonton Paijo di dalam gedung pertunjukkan. Paijo pun pulang ke kontrakannya di pinggiran kota Jakarta.
"Hari yang melelahkan hanya ingin menonton hiburan langsung," kata Paijo.
Paijo duduk di kamarnya tepatnya duduk di atas kasur sambil minum teh anget. Selang beberapa saat rasa kantuk dateng dan lep....Paijo tidur dengan suara ngorok kaya kodok saat hujan dateng atau musim kawin.
Paijo pun bertemu dengan seorang gadis cantik dan ingin mengatakan cinta ternyata di tampar di pipi kanan tanda penolakan. Paijo langsung bangun dari tidurnya dan mengatur nafasnya yang tersenga-senga karena mimpi buruk.
"Ya..nasip dalam mimpi di tolak cewek. Eee..kenyataan di tinggal istri.... alasan miskin gak punya apa-apa....untuk naikin derajat. Giliran punya sekarang....ya cukuplah....ya...gak ada yang mau...alasannya item keling alias jelek. Ya....Tuhan...elek tenan nasip ku," gerutu Paijo.
Paijo merubah posisi tidurnya agar tidak mimpi buruk lagi. Baru rebaan sebentar langsung Paijo terlelap tidurnya. Suara ngorok keluar dari kebiasaan Paijo tidur.


0 komentar:
Post a Comment