GASING TENGKORAK
Seorang anak laki-laki bernama Adam sedang sibuk membuat gasing yang terbuat dari kayu. Dengan tekunnya Adam membuat gasing sampai selesai dan di mainkan. Gasing berputar dengan baik sekali. Adam senang sekali bermain gasing. Lalu Adam membawa mainannya ke tempat teman-temannya berkumpul.
Ternyata teman-temannya tidak mau bermain dengan alasan gak jelas. Adam pun menerima keadaan dirinya yang tidak di sukai. Sampai di rumah Adam hanya diam di kamarnya dan orang tua Adam baru pulang kerja. Adam pun mengerti kondisi dirinya orang miskin apalagi tidak sekolah.
Adam pun tidur dengan tenang setelah makan bersama orang tuanya cuma nasi bungkus rezeki hari ini. Esok harinya Adam membereskan rumahnya seperti biasa. Orang tua Adam berangkat kerja pagi-pagi sekali. Adam rajin mengurus rumah baru deh main gasing di pekarangan rumah.
Gasing berputar dengan baik dan Adam pun senang banget. Rasa ingin Adam bermain dengan teman-temannya. Saat Adam berjalan menuju lapangan main tak sengaja mendengar perbicangan teman-temannya yang di profokatorin si Kaca untuk menjauhi Adam karena orang miskin. Sedangkan Kaca orang berpengaruh karena orang tuanya orang kaya dan pejabat di daerah situ.
Adam mengetahui kebenciaan Kaca pada dirinya maka pulanglah Adam ke rumahnya. Adam bermain sendiri sampai orangtuanya pulang dari kerjaannya sebagai buruh tani yang kerja dengan orangtuanya Kaca.
Adam terus sendirian bermain gasing untuk menemaninya tidak ada teman. Lama-lama Adam mulai mengalami keanehan dalam dirinya mulai bisa melihat roh-roh. Awalnya Adam ketakutan sekali tapi di tahan demi orangtuanya tidak ingin mempersulit keadaan keluarganya yang miskin.
Sekuat tenaga Adam mengendalikan kekuatan spritual bangkit dari dalam dirinya sampai akhirnya timbul rasa keberanian dan menghilangkan ketakutan dalam dirinya. Adam berhasil membentuk dirinya yang baru sampai menemukan sebuah tengkorak kepala saat mencari kayu bakar di hutan.
Adam baru mengerti roh-roh penasaran bergentayangan dan menghantui dirinya selama ini. Tengkorak tersebut di kuburin oleh Adam setelah mendapat petunjuk dari roh-roh penasaran dan di satukan dengan bagian tubuh lain.
Roh-roh penasaran pun berterima kasih dengan Adam karena telah menolong memberikan pemakaman yang layak. Lalu setelah itu roh-roh penasaran pun akan menolong Adam jika di panggil dengan perjanjian sebuah gansing mainan kesukaan Adam.
Mulai Adam membuktikan pertolongan roh-roh yang menjanjikan bantuan untuknya. Saat bermain di lapangan dan berbaur dengan teman-temannya mulai lagi Adam di kucilkan. Di lemparkan gasing oleh Adam menyerang semua gasing yang sedang berputar sampai terpental dengan kekuatan dari putaran gasing Adam. Sampai mengalahkan gasing Kaca juga.
Ternyata Kaca tidak di terima di kalahkan oleh Adam, maka mengambillah Kaca sebuah kayu balok untuk memukul Adam ingin meluangkan kekesalannya kalah main gansing. Adam hanya diam dan tak melawan dari serangan Kaca, tapi serangan Kaca berhenti saat kayu balok tepat di kepala Adam.
Roh langsung menunjukkan wujutnya yang sebenarnya yaitu kepala tengkorak yang besar muncul dan ingin makan Kaca padahal gansing Adam masih berputar.
Semua teman-teman Adam pada ketakutan sekali sambil berteriak "Setan."
Kaca mau kabur tapi tidak bisa bergerak cuma terkencing-kencing di celana. Akhirnya roh melepaskan belenggunya pada Kaca.
"Setan...," teriak Kaca dengan lari terbirit-birit.
Roh pun menghilang dan gansing berhenti dan langsung di ambil oleh Adam dan bergerak pulang. Semenjak kejadian tersebut Kaca tidak berani bikin ulah lagi sama Adam. Sedangkan Adam memilih main di rumah dari pada main dengan teman-temannya karena tidak ingin membuat masalah di sebabkan dirinya sengaja atau tidak sengaja.
Adam pun lama-lama mendapat teman baik yang bernama Lisa tetangga baru di seberang rumahnya. Adam tidak menjadi penyendiri lagi dan tidak dikucilkan karena kemiskinan dia yang tidak mampu melanjutkan pendidikan tingkat selanjutnya.


0 komentar:
Post a Comment