MIMPI DAN HARAPAN WENI
Pak Bino bangrut usahanya karena di tipu oleh temannya yang di anggap saudaranya si Pak Bob. Pak Bino langsung jatuh sakit dan di opname di rumah sakit. Weni buru-buru pulang dari kuliahnya untuk menemui Bapaknya di rumah sakit. Pak Bino mulai baikkan Weni senang sekaligus Bapaknya menceritakan masalah urusan ekonomi keluarga yang pailit. Weni pun menerima keadaan kehidupan dia yang sekarang.
Setelah baikkan Pak Bino pindah dari rumah yang mewah ke rumah yang sangat... sangat miskin banget yang penting bisa berlindung. Di tempat yang baru Weni berusaha membantu Bapaknya dari usaha. Tapi Bapaknya punya ide membuat usaha jualan kedai makanan. Weni tidak bisa memasak dan sudah di bicarakan pada Bapaknya. Tetap saja Weni harus belajar memasak ini dan itu.
Setelah makan jadi buatan Weni di cobain oleh Bapak Bino.
"Enak...Weni..masakan kamu kaya masakan..Ibu..mu." pujian Bapak Bino.
"Hore saya bisa masak," saut Weni.
Weni dan Bapaknya mulai usaha kedai makannya. Awal-awalnya sepi pengunjung karena kurang promosi. Dengan menejemen yang di pelajarin saat bangku kuliah walau sekarang terputus tidak kuliah alasan biaya tetap Weni belajar untuk meningkat kemampuannya.
Promosi Weni berhasil melakukan usaha kedai makannya jadi rame banget. Ya...kebanyakan sih dari teman-teman kuliah Weni yang simpatik karena bisa membangun usaha dalam keadaan sulit alias kebangkrutan total karena Bapaknya di tipu temannya sendiri dalam usaha kerja sama.
Usaha kedai makan Weni dan Bapaknya terus berkembang dan mampu mengambil karyawan ya....gak banyak satu orang. Berdasarkan seleksi di dapetinlah karyawati yang membantu usaha di kedai makanan si Minuk namanya karyawati yang membantu Weni dengan gaji yang di sesuaikan dengan perkembangan usaha yang di bangun. Minuk senang karena anak putus sekolah SLTP dan juga bisa bantu orangtuanya.
Minuk bekerja dengan baik di kedai makanannya Weni. Bapak Bino pun bisa di tinggal Weni dan mampu memegang tampuk usaha lagi....maksud di kelola dengan baik tetap di awasi Weni karena kesehatan Bapak Bino.
Weni masih punya mimpi dan harapan untuk di perjuangkan. Weni pun kuliah lagi...walau sudah ketinggalan beberapa semester karena keadaannya. Tapi tujuan Weni pasti untuk mendapat gelar sarjana dan juga Bapak Bino mendukung dan juga teman-temannya yang sekarang sudah di atas Weni dan hampir menyelesaikan seluruh mata kuliah dan hampir lulus.
Weni pun ketemu lagi teman baiknya di Universitas ....si Nila. Weni dan Nila ngobrol panjang lebar sampai urusan cewek yang paling polemik.
"Kapan ya..ada cowok yang nembak saya..jadi in..pasangannya?" kata Weni.
"Kamu...sih enak sibuk membangun usaha untuk...kemajuan hidup kamu. Nah..saya di kampus terus...gak juga cowok ke cantol..padahal saya sudah dandan cantik gini," kata Nila.
"Udah..lah jangan di pikirkan jadi beban," kata Weni.
"Iya...lebih baik kita..belajar..ke perpustakaan aja....," kata Nila.
"Ayo...," saut Weni.
Weni dan Nila ke perpustakaan untuk mencari buku yang penting dapat meningkatkan kemampuan mereka berdua sampai serius banget baca bukunya.
***
Selesai dari perpustakaan saat hendak mau pulang Weni dan Nila bertemu dengan Anggun adik tingkat. Anggun memberikan sebuah selebaran ajang menyanyi dan hadiahnya lumayan. Weni tertarik dengan hadiahnya dari perlombaan ajang menyanyi karena bisa memajukan usahanya agar cepat berkembang. Nila pun tertarik juga untuk ajang menyanyi tersebut.
Weni dan Nila memutuskan untuk mendaftar begitu juga Angun ikutan. Jadi....banyak teman untuk ikut ajang menyanyi. Hari di mana ketiganya mendaftar jadi peserta ajang menyanyi. Setiap tahapan di lewati sampei bisa berhasil menjadi penyanyi. Weni berhasil sampai tahap di karantina alias di didik di tempat khusus pendidikan agar bisa bagus dari segi vokal dan penampilan saat menyanyi di panggung besar. Sedangkan Nila dan Anggun gagal jadi menjalankan aktivitasnya seperti biasa kuliah dan kuliah.
Weni menerima dengan keadaannya yang mengejar impian menjadi penyanyi, tapi harus meninggalkan bangku kuliah lagi alias cuti sementara waktu. Weni serius langkah yang diambilnya walau kangen dengan Bapaknya karena menjaga usaha sendirian kabar terakhir Bapak Bino mengambil karyawan karena Weni gak ada supaya usaha kedai makanan tertangani dengan baik...ya..gak jauh..sih temannya si Minuk.....si Bejo....anak yang gagal menyelesaikan SLTP karena...orang tuanya miskin.
Weni agak tenang dengan keadaan Bapaknya dan usaha keluarga yang berjalan baik. Weni pun berusaha sekeras mungkin agar bisa jadi juara ajang menyanyi. Potensi dalam diri pun terbangun dan hasilnya Weni jadi juara ajang menyanyi. Bapak Bino bangga dengan keberhasilan Weni sampai menjuarai ajang menyanyi. Weni langsung melanjutkan misinya dengan kuliah lagi agar cepat mendapat gelar sarjana. Uang hadiah pun di gunakan untuk membangun usaha agar lebih berkembang lagi.
Weni punya pemikiran sendiri yang baik dengan keberhasilannya dan juga masih populer jadi tidak ingin meredupkan. Maka Weni mencari temannya yang kerjanya di penerbitan buku alias penulis dan itu pun bantuin Nila untuk bisa bertemu dengan Tino.
Weni berhasil bekerja sama dengan Tino untuk menulis buku tentang perjalan diri Weni yang di sebut "Otobiografi ". Buku tersebut di beri judul oleh Weni sendiri karena suka dari makna katanya "I'am No Imposibel".
Tino mengatur tulisan tersebut dengan baik dengan wawancara dengan Weni dan mengumpulkan berkas-berkad seperti foto-foto keberhasilan Weni. Dengan perhitungan tepat buku tentang Weni jadi dan di terbitkan. Mulailah promosinya...untuk melakukan buku tersebut lewat teman-teman Weni dan juga ya...bekerja dengan penerbit lewat Tino si penulis sih...otomatis....ada di toko buku. Saat Weni di undang jadi bidang tamu untuk ajang menyanyi yang berikutnya dengan tema berikutnya. Weni berhasil melobi tim penyelenggara ajang menyanyi untuk promosi buku tentang Weni.
Wal hasil promosi berjalan dengan baik saat di siaran langsung di publikasikan ke seluruh Indonesia. Target pencapai Weni berhasil juga. Dampak baiknya ada yang mau bekerja sama dengan Weni untuk sebuah kontrak iklan. Weni pun setuju dengan kesepatan kedua belah pihak menguntungkan.
Weni jadi bintang iklan yang cukup bagus. Tetap lah senang dengan keberhasilan Weni. Sampai suatu ketika Weni dapat surat undangan pernikahan Nila. Kata hati Weni berkata "Kapan saya mendapatkan pasangan hidup...umur....saya sudah...mencapai target menikah?"
Weni berusaha tidak mengambil pusing dengan keadaan dirinya belum mendapatkan jodoh. Tetap Weni dateng ke undangan pernikahan Nila dengan senyum bahagia dan di suruh mengisi acara yaitu menyanyi. Ya..Weni senang aja demi teman terbaiknya Nila. Seusai dari acara di pernikahan Nila. Weni menjalankan aktivitas dirinya yang sibuk menyanyi di salah satu stasiun Tv dan harus menyelesaikan bangku kuliahnya agar mendapatkan gelar sarjana lebih cepat.
Weni bisa membagi waktu dengan baik dan wal hasil berhasil mendapatkan gelar sarjana dan juga Bapak Bino senang dengan keberhasilan Weni. Karena Bapak Bino tahu umur anaknya sudah pantes untuk menikah. Maka Bapak Bino menjodohkan Weni dengan Bagas anak teman Bapak Bino....ya...Bapak Karna.
Weni menerima saja perjodohan tersebut demi kebaikkannya. Bapak Bino dan Bapak Karna sepakat pertemuan tersebut. Ternyata Bagas suka dengan Weni begitu juga dengan Weni suka dengan Bagas. Tidak makan waktu Weni dan Bagas di nikahin dan juga tak lupa Weni mengundang teman-teman kuliahnya termasuk sahabat terbaiknya.
Weni yang pintar mengambil kesempatan apapun yang penting untuk kemajuan karier dirinya langsung merancang sendiri sebuah buku tentang perjalan cintanya yang penuh intrik dan realita. Buku tersebu berjudul "Mimpi dan Harapan Weni".
Buku yang di buat jadi dengan baik langsung menghubungin temannya...si Tino yang kerja di penerbitan buku. Tino senang dengan buku yang di buat Weni ya...karyanya sendiri dan segera di buat kontrak kerjasama untuk penerbitan buku tentang Weni yang temanya tentang cinta dan harapan.


0 komentar:
Post a Comment