GAME
Eko selalu tidak di pedulikan orang tuanya yang sibuk. Di sekolah juga Eko di hukum guru berdiri di luar kelas karena telah dateng ke sekolah dan juga tidak mengerjakan PR. Eko terus murung sekali usai sekolah dan main di pinggir pantai dan sambil berkata "Kenapa tidak ada yang perduli padaku?"
Eko duduk pasir putih sambil membuat bola pasir setelah itu di lempar ke laut sambil berkata "Jengkel.....sekali."
Eko mengambil Hpnya di tasnya dan ingin memainkan game on line. Tiba -tiba jaringan aneh pada layar Hp yang di lihat mata kepala Eko.
"Kenapa dengan Hp saya."
Eko tetap ingin main game di Hp. Muncul sebuah permainan yang terbaru yang menyatakan "Segera Download Game Avenger Gaed".
Eko yang penasaran langsung mendownload game tersebut. Setelah itu di mainkan. Eko senang game terbaru tersebut dan antusias banget dengan avatar yang di pilih Eko jadi jagoan. Avatar mempunyai kemampuan ahli pedang yang sangat hebat sekali.
Para prajurit dateng dengan senjata tombaknya menyerang Avatar dengan cepat Eko memencet tombol pada Hp....untuk mengalahkan lawan-lawannya.
Eko terus berhasil mengalah para prajurit sampai banyak yang tumbang. Avatar terus mendapat poin nilai dan skill kemampuan kecepatan menggunakan teknik pedang dan pertahan.
Eko terus memainkan game tersebut dengan penuh asikan sampai keluar Monster yang menyatakan diri "Raja."
Dengan Avatarnya...Eko terus menyerang...si Monster sampai terpojok hampir kalah terlihat dari live poinnya yang banyak berkurang.
Gambar Hp mulai kacau lagi. Terjadilah fenomena seperti pusaran yang menghilangkan Avatar dan Monster. Eko langsung mematikan gamenya dan berkata "Eror."
Hp di masukkan ke dalam tasnya oleh Eko dan segera pulang ke rumah. Sampai di rumah terlihat keadaan rumah yang seperti biasanya Ayah dan Ibu tidak memperdulikan Eko. Karena kesal langsung masuk kamar Ekonya. Mengambil Hp di dalam tas dan memainkan game terbaru tersebut.
Asik-asik main game. Terjadi fenomena pusaran pada gambar di game dan menarik Eko dan berteriak "Tolong Ayah...Ibu...."
Ayah dan Ibu langsung bergerak menuju kamar Eko mendengar teriakan anaknya minta "Tolong". Di dalam kamar melihat Eko tersedot Hp dengan segera..Ayah dan Ibu menolongnya.
Eko di tarik oleh Ayah dan Ibu agar keluar dari Hp. Tapi pusaran yang menarik Eko sangat kuat sekali sampai masuk ke dalam Hp. Ayah dan Ibu berteriak "Eko...anakku...."
Eko masuk ke dalam dunia game dan menjadi Avatar yang menjadi tokoh yang di mainkan Eko. Mulai Eko mencari jalan pulang untuk bisa keluar dari dunia game. Sedangkan Ayah dan Ibu melaporkan kejadian anaknya hilang kesedot dalam Hp ke Polisi.
Ternyata laporan Ayah dan Ibu di tolak Polisi malah di anggap Ayah dan Ibu "Gak Waras...alias Stres."
Ayah dan Ibu berusaha untuk menyakini Polisi tapi....tetap tidak dianggap. Ayah dan Ibu mulai bingung untuk menyelamatkan Eko yang tersedot ke dalam Hp.
Eko terus bertualang di dalam dunia game mengalahkan para prajurit yang membawa tombak sampai kemampuan skillnya meningkat.
***
Ayah pun mencoba mengutak atik Hp Eko dan mencoba memainkan gamenya yang sering di mainkan Eko. Terjadilah fenomena pusaran pada gambar di Hp dan menyedot Ayah. Ibu mencoba menolong Ayah....tapi tersedot juga ke dalam Hp.
Eko terus berhasil mengalahkan prajurit yang membawa tombak sampai muncul monster yang menyatakan dirinya "Raja". Monster mengekap Ayah dan Ibu di sangkar burung yang besar...seukuran manusia.
"Lepaskan...Ayah dan Ibu...wahai...Monster jahat."
"Kenapa...kamu peduli dengan...Ayah dan Ibumu. Padahal...mereka..tidak mempedulikan kamu selama ini."
Eko menunduk omongan dari Monster. Ayah dan Ibu berteriak "Nak..maafkan..Ayah dan Ibu yang mengabaikan kamu...selama..ini. Karena sibuk dengan kerjaan. Tolong....Nak...maafkan Ayah dan Ibu. Tapi semua itu.....untuk kamu bisa merasakan kecukupan." kata Ayah terus memohon pertolongan pada anaknya.
"Iya...tolong Ayah dan Ibu...Nak..dari kenceraman....monster...jahat," saut Ibu yang memohon meminta pertolongan ke anaknya.
"Berisik," kata Monster yang marah-marah.
Eko mengangkat wajahnya dan berkata "Saya akan....menolong Ayah dan Ibu...saya terlepas dari....kamu...Monster...jahat. Dan....sebagai...anak..saya masih belum mengerti dengan kerjaan yang kerjakan kedua orang tua saya. Tapi yang saya...rasakan adalah kasih...sayang mereka yang menjaga dan melindungi....saya sampai sekarang. Saya akan...berjuang mengalahkan kamu....Monster..jahat."
"Terserah...apa...omongan...kamu. Tapi saya...akan menghadapi kamu dan menghancurkan kamu baru...ke dua orang tua kamu...," kata Monster yang mulai beringas.
Eko mulai menyerang Monster begitu juga Monster. Terjadi pertarungan sengit antara keduanya tidak mau mengalah. Eko meningkatkan kemampuan pertarungannya dalam menggunakan pedang sampai membuat terpojok si Monster.
Sang Monster tetap bisa menyerang Eko. Lalu Eko bisa menghindari serangan dari Monster tersebut dan lansung membuat tebasan mematikan ke bagian tubuh Monster berkali-kali sampai tumbang.
Monster berkata terakhir kalinya "Saya..kalah". Monster pun menghilang. Eko langsung mengeluarkan Ayah dan Ibu dari sangkar.
"Anakku...terima kasih pertolongan kamu membebaskan kami berdua dari cengkeraman Monster jahat. Dan maafkan kesalahan...Ayah dan Ibu...karena telah mengabaikan....mu..Nak," kata Ayah sambil memeluk anaknya dan Ibu ikutan memeluk anaknya.
"Saya...maafkan kalian berdua. Karena saya...sayang pada..Ayah dan Ibu," kata Eko sambil menitikkan air mata.
Setelah itu terjadilah fenomena yang menerbangkan Eko dan kedua orang tuanya dan tiba-tiba sudah ada di dunia kenyataan dan tergeletak di lantai rumah.
"Saya keluar dari dunia game," kata Eko.
"Ayah..terbebas dari dunia game."
"Ibu..juga terbebas dari dunia game."
"Hore...," kata Eko, Ayah dan Ibu.
Eko mengambil Hp yang tergeletak di lantai dan membaca tulisan pada layar Hp yaitu "Game Over". Hp pun di simpan baik-baik oleh Eko di kamarnya dengan baik-baik di dalam laci meja belajarnya.
Semenjak itu kehidupan Eko lebih baik lagi karena Ayah dan Ibu memperhatikan keadaan Eko dengan baik sampai nilai-nilai pelajaran Eko jauh memuaskan dan selalu buat PR dan juga tidak telat kesekolah karena Ayah dan Ibu bergantian mengantar ke sekolah. Eko jadi senang karena tidak lagi di setrap di luar kelas karena telat dateng ke sekolah dan tidak mengerjakan PR.


0 komentar:
Post a Comment