MANUSIA HARIMAU

Posted By Cerpen universal on Tuesday, June 25, 2019 | June 25, 2019

MANUSIA HARIMAU

Seorang pemuda bernama Alang baru dateng ke kota Padang untuk mengajar di SMA N 1. Alang sementara waktu tinggal di rumah kontrakannya Pak RT nama Suef. Seperti biasa Alang bisa membawa diri di mana pun dan akrab dengan warga sekitar dengan waktu singkat. Suatu ketika saat Alang pulang dari mengajar. Istri Pak Suef mengalami sakit yang aneh. Menurut Pak Suef dapet serangan teluh.

Alang yang merasakan kekuatan mistis mencoba mengobati istrinya Pak Suef dengan membalikan teluh kepemiliknya. Sang dukun yang ngirim teluh langsung muntah darah. Dan orang yang meminta bantuan dari dukun pun kaget dengan si dukun yang muntah darah.

"Kenapa Datuk sampai muntahkan darah seperti ini?" tanya Ibu Minah.

"Ada..orang hebat yang menolong Istrinya Suef," kata dukun.

"Kalau...begitu saya mau cari tahu siapa orangnya?" kata Ibu Minah.

"Jangan! Orang ini sangat sakti dan juga bukan manusia biasa alias manusia harimau." penjelasan Dukun.

Ibu Minah hanya berdiam di rumah dukun. Sedangkan sang dukun memulihkan kemampuaanya dengan bersemedi.

Alang berhasil menyelamatkan istrinya Pak Suef dan setelah itu Alang mengajak Pak Suef bicara empat mata di ruang tamu.

"Pak...saya mau tanya apakah bapak pernah menyakitkan orang lain?" tanya Alang.

Pak Suef enggan bicara dengan persoalan keluarganya. Tapi di desak Alang. Akhirnya Pak Suef mengaku kepada Alang bahwa pernah menyakitkan orang.

"Ibu Minah," kata Alang menyebutkan orang yang di sakiti Pak Suef.

Pak  Suef terkejut  dengan sebutan nama orang ia sakiti  adalah Ibu Minah dan berkata "Kenapa anak tahu...?"

"Saya..dapet penglihatan dari jauh. Sekarang ini Ibu Minah ada di dukun yang meneluh istri Bapak," penjelasan Alang.

"Jadi benar. Minah ingin membales dendam karena saya mencapakan dia dan memilih bersama istri saya yang sekarang. Dan juga saya tahu dukun yang meneluh istri saya adalah Datuk Telebeh," kata Pak Suef.

"Saya akan menolong Bapak. Tapi di saat mereka menyerang lagi mengirim teluh," kata Alang menawarkan bantuan.

"Terima kasih nak Alang. Bapak terima bantuaannya demi keselamatan keluarga saya," kata Pak Suef.

"Kalau begitu saya permisi dulu," kata Alang.

"Iya silakan," saut Pak Suef.

Alang pun pulang ke kontrakannya untuk beristirahat sambil makan dan minum kopi. Saat malam tiba. Saat itu dukun si Datuk Telebeh mulai meneluh lagi dengan bantuan temannya yang di undang ke rumahnya bernama Datuk Tahrim.

Alang melihat kiriman teluh dari keheningan malam. Alang keluar dari pintu belakang berlari sangat cepat dan berubah menjadi harimau. Sampai di rumah Datuk Telebeh. Dan teluh sudah kena Pak Suef.

Langsung harimau menerjang pintu depan Datuk Telebeh sampai roboh.

"Haaaa.....Harimau jadi-jadian," kata Datuk Telebeh.

Datuk Tahrim menyerang harimau menggunakan tombak yang sudah di bacakan mantra sihir. Harimau mampu menghindari serangan Datuk Tahrim yang ingin di hunuskan tombak ke tubuh harimau.

Harimau meningkatkan kemampuannya dengan mengaung dan langsung menyerang ke Datuk Tahrim sampai tombak patah. Sampai Datuk Tahrim mundur beberapa langkah.

Kemudian di serang oleh Datuk Telebeh dengan parang yang di bacakan mantra sihir. Harimau berhasil menghindari serangan Datuk Telebeh. Tapi Datuk Tahrim menyerang dengan tombak yang patah. Harimau langsung berusaha menghindar dan menyerang dadakan ke Datuk Tahrim sampai di cakar  bagian tubuhnya.

"Aaaaaahhh...," teriakan Datuk Tahrim yang kesakitan.

"Tahrim," panggilan Datuk Telebeh.

Harimau menyerang Datuk Telebeh saat lengah dan di cakar pada wajahnya.

"Aaaaaaaah...," teriakan Datuk Telebeh kesakitan.

Harimau langsung mengambuk dan menghancurkan alat-alat perdukunan. Sedangkan Datuk Telebeh dan Datuk Tahrim hanya berdiam diri karena menahan sakit dari serangan harimau.

Dateng Ibu Minah ke rumah dukun dan melihat harimau yang mengamuk di rumah dukun langsung kabur.

"Saya...tidak ingin mati," teriak Ibu Minah.

Teluh yang di kirimkan ke Pak Suef terlepas alias musnah. Harimau keluar dari rumah dukun yang dikalahkannya menuju rumah kontrakannya. Sebelumnya berubah kembali ke wujud manusia yaitu menjadi Alang.

Sampai di rumah Alang segera tidur di kamarnya. Sedangkan Pak Suef bersyukur selamat dari ujian teluh yang mematikan menyerang dirinya. Keesokan harinya seperti biasanya Alang menjalankan kehidupan sehari-hari menjadi guru dan berangkat pagi-pagi sekali untuk mengajar di SMA N 1.
Blog, Updated at: June 25, 2019

0 komentar:

Post a Comment