KESATRIA RAJAWALI
Dalam hutan yang lebat ada seorang wanita berlari dengan sangat kencang demi menyelamatkan diri dari kejaran 2 penjahat yang memperkosanya.
Wanita tersebut terjatuh karena terselandung akar pohon.
"Mau lari kemana lagi kamu?" kata penjahat yang kepalanya botak.
"Ampun jangan....jangan perkosa saya," kata wanita yang memohon.
"Ah saya tidak perduli ocehan kamu. Saya dan teman saya ingin bersenang-senang memuaskan nafsu kami berdua," kata penjahat yang rambut gondrong.
Kedua penjahat langsung menangkap wanita tersebut. Ternyata sang wanita menemukan sebuah kayu dan di pukul ke arah keduanya. Tapi di tangkap kayu tersebut sama si botak dan langsung di buang.
"Berani melawan," kata si botak.
Si botak langsung menampar wanita tersebut karena kesal. Lalu mulailah si botak ingin menggagahi wanita tersebut yang tidak berdaya lagi. Malah berdebat si botak dan si gondrong siapa yang duluan?.
Akhirnya si gondrong kalah suitan dengan si botak dan mulai inggin menggagahi wanita tersebut. Eee...ternyata kabur lagi. Si botak dan si gondrong mengejarnya wanita tersebut sampai terpojok di pohon besar.
Mulailah si botak melaksanakan niatnya. Si wanita langsung berteriak "Tolong."
"Di tengah hutan ini tidak ada yang akan menolong kamu hay....gadis yang cantik," kata si botak.
Di atas langit Brama lagi naik rajawali mendengar suara yang minta pertolongan. Lalu terlihat wanita yang tidak berdaya dan ingin di gagahi oleh 2 lelaki.
Ketika jarak mulai dekat ke tanah. Brama melompat dari tubuh rajawali dan langsung berdiri dengan gagah di tanah. Langsung berlari dan langsung menendang si botak ke arah muka sampai terpental. Si gondrong menyerang Brama dengan tinjuan dan tendangan.
Brama terus menangkis serangan si gondrong dengan tangan-tangannya yang kuat. Sampai pukulan Brama masuk mengenai wajah si gondrong. Karena pukulan yang kuat dari Brama. Si gondrong muntah darah dan sampai giginya tanggal.
"Berengsek siapa kamu...sebenarnya?" tanya si gondrong.
"Saya Brama...Kesatria Rajawali...yang kebetulan lewat sini," kata Brama.
"Saya tidak mengenal anda. Apalagi julukan anda!?" saut si botak.
"Tapi..kalau saya penah tahu...tentang kesatria rajawali. Seorang pemuda yang bersahabat dengan seekor burung rajawali," kata si gondrong.
"Dari..mana tahu...tentang dia?" tanya si botak.
"Guru....kita," jawab si gondrong.
"Jadi dia setingkat guru kita ilmunya...," kata si botak.
"Iya...wah..itu kacau cari mati...itu....mah. Kabur...!!!!" kata si gondrong.
"Kabur...juga," kata si botak.
Si gondrong dan si botak kabur dengan lari terbirit-birit.
"Ternyata...cuma cecunguk...yang bikin ulah...saja," kata Brama.
Brama mendatengi wanita yang di tolongnya.
"Terima kasih..Tuan."
"Iya sama-sama siapa nama kamu dan berasal dari mana?" tanya Brama.
"Saya...Lestari. Dari desa gunung kidul."
"Dekat dari sini. Saya anter pulang!"
"Iya....Tuan."
Brama pun memanggil burung rajawali. Segera burung rajawali turun. Lestari naik burung rajawali begitu dengan Brama. Burung rajawali terbang ke langit. Lestari menikmati pemandangan dari langit yang indah. Terlihat oleh mata Brama desa gunung kidul. Lalu di suruh rajawali turun.
Brama dan Lestari turun dari burung rajawali. Lestari pun di antar ke rumahnya. Ternyata Lestari anak kepala desa. Orang tua Lestari berterima kasih banyak pada Brama karena di selamatkan anaknya. Setelah itu Brama pun berpamitan dengan Lestari dan orang tuanya.
Di sisi lain Lestari jatuh hati dengan Brama yang telah menolongnya. Sedangkan Brama hanya biasa-biasa menanggapi Lestari hanya sekedar menolong. Brama pun melanjutkan perjalanannya dengan naik burung rajawali menuju kerajaan Majapahit.


0 komentar:
Post a Comment