HANOMAN
Hanoman terbang dengan cepat menuju kerajaan Alengka. Sampai di depan gerbang kerajaaan Hanoman berubah menjadi kecil sekecil semut. Hanoman melihat koloni semut masuk kekerajaan Alengka denga celah dinding. Hanoman menjinakkan semun dan menunggangi semut sampai masuk kerajaan Alengka melewati 2 penjaga gerbang tubuhnya besar-besar kaya raksasa.
Hanoman pun melompat dari punggung semut dan terbang menuju pohon yang rindang yang ada buah apel yang masak. Hanoman memetiknya buah apel dan di bawanya ke koloni semut untuk mengucapkan terima kasih karena di perbolehkan naik punggung semut sebagai hewan tunggangan.
Para semut senang dengan hadiah dari Hanoman buah apel yang sudah masak. Hanoman pun terbang menuju dalam istana Alengka. Rahwana lagi sibuk menyiapkan pasukan untuk menghadang serangan Sri Rama dengan pasukan keranya. Hanoman melihat banyak makanan di dapur. Saat para pelayan tidak ada di dapur Hanoman berubah ke wujutnya semula.
Segera Hanoman memakan semua makan di dapur sampai kenyang dan kembali berubah menjadi kecil lagi. Para pelayan istana masuk ke dalam dapur melihat makan tidak ada alias habis. Lalu segeralah para pelayan istana menyiapkan makan baru kalau tidak di marah oleh Raja Rahwana karena sebentar lagi sudah waktunya makan siang.
Hanoman pun senang melihat para pelayan istana Alengka kebingunan karena makan habis di makannya. Hanoman terbang lagi dan melihat sebuah patung Rahwana yang besar sekali dan terbuat dari emas.
Hanoman yang kesal di pukulnya dengan gadanya walau wujutnya masih sebesar semut. Patung Rahwana roboh. Segera Hanoman pergi begitu saja. Para prajurit kebingungan karena patung Rajanya roboh dan hancur berkeping-keping saat menyentuh tanah.
Rahwana pun melihat patungnya roboh marah besar dan tidak tahu penyebabnya patung itu roboh. Hanoman pun sampai di kursi singgah sananya Rahwana.
Lagi-lagi Hanoman kesal di gergaji setiap sisi kursi singgahsana. Lalu setelah itu Hanoman pergi begitu saja. Saat Rahwana duduk di kursi singgahsananya langsung jatuh karena kursi sudah rusak di rusak Hanoman.
Semua orang di dalam istana tertawa karena Rahwana jatuh saat duduk di singgahsananya. Sedangkan Hanoman tertawa kepingkal-kepingkal karena Rahwana jatuh dari kursi singgahsananya.
Hanoman terbang lagi menuju taman istana. Terlihat putri Sinta istrinya Sri Rama. Hanoman mendekati putri Sinta dan berubah menjadi wujudnya sebenarnya. Hanoman pun menceritakan gerangan dia dateng ke istana Alengka untuk mengabari putri Sinta bahwa Sri Rama hendak menyerang kerajaan Alengka demi membebaskan putri Sinta.
Mendengar kabar baik itu putri Sinta senang sekali. Setelah itu Hanoman pamitan pada putri Sinta karena tugasnya menyampaikan pesan sudah selesai. Hanoman berubah jadi kecil lagi dan keluar dari kerajaan Alengka.
Saat mau keluar istana ketahun oleh Rahwana dan segera di serang denga ilmunya yang berupa bola api. Hanoman berubah wujutnya dan menabol bola api serangan Rahwana. Kemudian para tentara bergerombol menangkap Hanoman dengan rantai untuk mengikat pergerakannya.
Hanoman pun menyerah. Lalu Rahwana menyuruh para prajurit untuk di arak di luar istana dan di bakar hidup-hidup. Hanoman ikut saja tanpa perlawanan sampai di tempat hukuman di luar istana.
Hanoman di ikat di tiang, lalu di susun kayu bakar mengelilingi Hanoman baru di siram minyak. Rahwana melihat Hanoman tidak berdaya dari istananya dan di lempar api dengan ilmunya.
Seketika api membakar kayu bakar sampai mengenai Hanoman. Karena gurunya Hanoman adalah Dewa Matahari maka Hanoman tidak takut api. Lalu Hanoman marah menghancurka rantai yang membelenggu dirinya dan menendang kayu bakar ke sana-ke sini jatuh ke istana Raja Rahwana.
Kerajaan Alengka terbakar. Hanoman pun terbang ke langit meninggalkan kerajaan Rahwana yang terbakar. Semua prajurit berusaha memadamkan api yang membakar istana ternyata susah karena api berasal dari ilmunya Rahwana.
Hanoman sampai di hadapan Sri Rama dan melaporkan bahwa putri Sinta baik-baik saja. Sri Rama senang kabar baik dari Hanoman. Mulailah Sri Rama untuk menyerang kerajaan Alengka setelah melewati perbatasan dan menyelamatkan putri Sinta dari tangan Rahwana yang angkuh.


0 komentar:
Post a Comment