JAKA TARUP
Langit sangat cerah sekali. Pelangi pun terbentuk. 6 bidadari turun dari kayangan untuk pergi mandi di puncak gunung yang ada sumber air panasnya. Bidadari yang terakhir yang ke tujuh si Nawang Wulan telat turun dari kayangan karena ada urusan nolong ibunya dulu. Setelah selesai menolong sang ibu tercinta Nawang Wulan segera keluar dari istana langit untuk mandi bersama dengan kakak-kakaknya.
Saat turun dari langit mengikuti jalur pelangi ke pemandian air panas di puncak gunung. Saat turun dari langit Nawang Wulan ketahunan oleh Iblis Angin. Dengan kemampuannya Iblis Angin meniupkan udara yang kuat ke arah Nawang Wulan sampai terpental jauh dan berputar-putar di udara.
Iblis Angin mulai menampak wujutnya di hadapan Nawang Wulan.
"Mau kemana...bidadari yang cantik? Mau mandi...ya dengan kakak-kakak mu?" kata Iblis Angin.
"Bukan urusan kamu! Saya akan menghajar kamu yang telah menggangu saya," kata Nawang Wulan yang marah.
"Ayo...saya hadapi kamu. Saya tidak takut...dengan kamu," kata Iblis Angin.
"Dasar makluk sombong," kata Nawang Wulan.
Nawang Wulan mengeluarkan kemampuaannya memanggil 2 bilah pedang kembar.
"Ternyata serius toh," kata Iblis Angin.
"Iya," saut Nawang Wulan.
Nawang Wulan menyerang Iblis Angin dengan 2 pedang kembar dengan jurus-jurus yang mematikan. Ternyata serangan Nawang Wulan tidak pengaruh karena tubuh Iblis Angin adalah udara.
"Gimana ini saya tidak bisa melukai...Iblis Angin," kata Nawang Wulan.
"Gak bisa menebas tubuh saya ya...!!!," ledek si Iblis Angin.
"Heeee," kata kesal Nawang Wulan.
Nawang Wulang membaca mantra sihir. Pedang pun bercahaya.
"Kali ini kamu kalah...Iblis Angin," kata Nawang Wulan.
"Coba saja...!" ledekan Iblis Angin.
Nawang Wulan marah karena di remehkan. Dengan cepat menyerang Iblis Angin dengan pedang kembar. Iblis Angin meremehkan Nawang Wulan. Ternyata serangan pedang kembar Nawang Wulan melukai Iblis Angin pada tangan kanan dan wajahnya.
Saat lengah Iblis Angin karena luka. Mulailah serangan dadakan tendangan dari Nawang Wulan pada perutnya Iblis Angin. Dan terpental sampai jatuh ke tanah.
"Saya meremehkan kemampuan Nawang Wulan," kata Iblis Angin yang kesal.
Iblis Angin bangun dari keadaannya dan bertolak dari tanah dan terbang ke langit langsung menyerang Nawang Wulan dengan menciptakan badai tornado dari bagian tubuhnya.
Nawang Wulan berusaha bertahan dari pusaran angin. Ternyata Nawang Wulan terpental karena serangan hebat Iblis Angin dan mulai jatuh menuju ke tanah. Saat itu Jaka Tarup lagi istirahat di pinggir kali. Melihat ke langit ada sesosok wanita yang mau jatuh ke tanah.
Jaka Tarup pun bertolak dari tanah dan melompat-lompat di udara sampai ke wanita yang hendak di tolongnya. Jaka Tarup berhasil menangkap wanita yang hampir menbentur batu besar.
"Kamu tidak apa-apa?" tanya Jaka Tarup.
"Enggak...apa-apa!? Terima kasih atas bantuannya," jawab Nawang Wulan.
Kemudian ketika keduanya sadar telah berpelukan karena niat yang baik dan akhirnya menjauh karena malu.
"Maaf saya..tidak bermaksud senono!" kata Jaka Tarup.
"Iya..saya..maklum," saut Nawang Wulan.
Iblis Angin kembali ke wujutnya dan turun dari langit menuju Nawang Wulan berada.
"Masih..hidup juga..sudah kena..serangan mematikan saya," kata Iblis Angin yang sombong.
"Dasar..Iblis Angin jahat...," kata Nawang Wulan.
"Iblis...takut.......," kata Jaka Tarup yang bersembunyi di belakang Nawang Wulan.
"Namanya Iblis Angin itu julukannya karena menguasai ilmu angin yang dapat menghancurkan apa pun!?" penjelasan Nawang Wulan.
"Hebatkan saya bisa menguasai ilmu angin.....!" saur Iblis Angin memuji dirinya sendiri.
"Oh..begitu kalau begitu saya...berani menghadapi kamu...demi menolong gadis ini," kata Jaka Tarup.
"Bisa apa kamu? Nawang Wulan ....bidadari langit saja tidak bisa menghadapi saya. Apalagi...manusia yang gak berguna seperti kamu," ledekan Iblis Angin.
"Lagi-lagi...meremehkan orang. Dasar makluk sombong," saut Nawang Wulan.
"Biarkan makluk itu sombong. Sebentar lagi ajalnya menjemputnya," kata Jaka Tarub.
"Apa maksudnya kamu berkata begitu?" kata Iblis Angin yang marah.
Jaka Tarup mengeluarkan sebuah sebuah busur saktinya beserta panahnya setelah membaca mantra pemanggilan. Jaka Tarup mulai siap memanah ke arah Iblis Angin.
"Dengan senjata panah seperti itu tidak bisa melukai saya," kata Iblis Angin yang sombong.
Jaka Tarup melepaskan anak panahnya dengan sangat kuat ke arah Iblis Angin. Lalu Iblis Angin langsung membaca mantra untuk mengubahnya menjadi udara agar tidak kena serangan panah yang menuju kearahnya.
Anak panah mengeluarkan api langsung ke arah Iblis Angin. Saat menembus tubuh Iblis Angin anak panah yang mengeluarkan api meledak dan membakar tubuh Iblis Angin.
"Saya...kalah...," kata terakhir Iblis Angin.
Iblis Angin pun lenyap di bakar api sampai jadi debu yang tidak tersisa.
"Kamu berhasil mengalahkan Iblis Angin," kata Nawang Wulan.
"Iya," saut Jaka Tarup.
Jaka Tarup menghilangkan busur saktinya. Sedangkan Nawang Wulan menghilangkan pedang kembarnya. Nawang Wulan terbang ke langit untuk pulang ke istana langit dan sebelumnya berkata "Terima kasih banyak...atas semua bantuannya."
Jaka Tarup pun menjawab dengan baik "Sama-sama."
Jaka Tarup melanjutkan perjalannya, tapi sebelumnya mencari kudanya di ikat di pohon di ujung seberang yang cukup jauh dari tempat berada. Nawang Wulan pulang ke istana langit dan langsung mandi air panas di kamar mandi di istana langit yang nyaman dan tidak digangu siapa pun?. Termasuk ke enam bidadari kakak-kakaknya.


0 komentar:
Post a Comment