BAKSO SETAN
Siang hari yang cerah di kediaman Ali. Saat itu Ali lagi santai duduk teras depan rumah Temannya dateng ke rumah Ali si Yakub.
"Coy...lagi ngapain?" kata Yakub.
"Yakub..saya lagi santai."
Yakub duduk di teras juga.
"Ikut saya...Ali."
"Kemana makan bakso setan...Ali!"
"Setan ...serem ah. Nanti ketemu setan benaran....Yakub."
"Ya...gak...lah...cuma makan...Ali."
"Ya..juga cuma...makan. Kan bakso setan cuma nama karena rasanya dan ukuran saja," kata Ali.
"Itu..tahu..ayo!" kata Yakub.
Ali dan Yakub berajak dari tempat duduknya dan pergi menuju kedai bakso setan. Selang beberapa saat sampai di kedai bakso setan langsung memesan dua porsi ke Mamang Ujang.
Segera Mamang Ujang menyiapkan bakso setan.
"Tumben kamu traktir saya makan bakso setan lagi..dapet rezeki..ya!" kata Ali.
"Iya," saut Yakub.
Mamang Ujang telah selesai menyiapkan bakso setan di bawa nanpan dan di tudung saji dan di taruh di atas meja.
"Silakan di coba bakso setanny!" kata Mamang Ujang.
"Iya. Tapi kenapa di tutup tudung saji?" tanya Ali.
"Iya..tumben. Biasanya terbuka. Kenapa ini Mamang?" kata Yakub.
Di panggil-panggil Yakub malah Mamang Ujang gak ada.
"Aneh...ya," kata Ali.
"Iya," saut Yakub.
"Terakhir kali saya makan bakso setan di sini saya malah kena jebakan. Baksonya si besar sebola tenis giliran di makan langsung saya kepedesan. Maka saya berteriak dasar bakso setan," cerita Ali.
"Iya..kamu kebingungan karena kepedasan," saut Yakub.
"Lalu selanjutnya...kita mesen bakso yang ektra besar bakso setannya. Langsung di keluarkan bakso yang ukuran bola basket. Udah itu ngabisinnya...lama banget. Karena perut sudah kekenyangan," kata Ali.
"Saya pun juga bantuin ngabisin bakso setan ektra besar. Padahal satu porsi di makan berdua. Kewalahan juga," tambahan Yakub.
"Yang sekarang ini kenapa di tutup tudung saji? Anehkan?" kata Ali.
"Iya. Ini masalahnya. Makan gak ya!?" kata Yakub.
"Udah terlanjur makan aja!" kata Ali.
Ali dan Yakub mulai membuka tudung saji. Langsung terkeju sekali ada kepala Mamang Ujang di mangkok bakso.
"Setan....," teriak Ali dan Yakub bersamaan.
Saat mau keluar dari kedai bakso setan menabrak tubuh Mamang Ujang.
"Setan...," teriak Ali dan Yakub bersamaan lagi.
Ali da Yakub berlari sekuat tenaga menjauh dari kedai bakso setan. Keesokan harinya Ali dan Yakub dapet kabar dari warga sekitar bahwa penjual bakso setan meninggal dunia karena di bunuh oleh preman gak bermoral alasan hutang piutang yang gak jelas.


0 komentar:
Post a Comment