JAMILA

Posted By Cerpen universal on Sunday, June 23, 2019 | June 23, 2019

JAMILA

Rendra dan Bosnya May ada kerjaan pemotretan di Bandung dengan semua model di bawah menejemen Bos May. Sampai di Bandung sebelum melanjutkan sesi foto-foto dan mengambil latar belakang lingkungan sekitar dan baru dateng jadi Bos May menyuruh anak buahnya istirahat dulu untuk menghilangkan rasa letih perjalan jauh.

Rendra malah lebih baik foto-foto daerah sekitar dengan menggunakan kamera jadul. Asik-asik foto ini dan itu dengan kamera jadul. Rendra tidak sadar menghalangi Jamila yang bawa motor.

Karena takut nabrak Rendra maka di rem dadakan tuh motor sampai jualan telor asin pada jatuh semua ke jalan yang berlum beraspal. Jamila meminta ganti rugi atas telur asin yang jatuh dan hendak di jual ke pasar. Rendra pingin ganti rugi, tapi gak ada uang. Ya Jamila gak punya jalan lain untuk menyita kamera jadul Rendra untuk jaminan atas telur asin yang jatuh tersebut.

Rendra omongan Jamila dan tindakan Jamila yang langsung mengambil kamera jadulnya. Pergilah Jamila dari tempat musibah yang merugikan dirinya karena telur asin jatuh di jalan.
Rendra mau mengambil kamera jatulnya ya...keburu Jamila mabur dengan motor metiknya. Jadi Rendra bertanya ke warga tentang cewek yang jualan telur asin.

Warga memberitahu Rendra....cewek yang di maksud? Jamila yang tinggalnya gak jauh dari Rendra berdiri dengan mengikuti jalan belum di aspal.

Rendra berterima kasih sama warga yang baik memberitahukan keberadaan Jamila. Rendra terus berjalan menuju rumah Jamila yang terlihat tradisional banget.

Pintu di ketok Rendra dengan berkata "Permisi ada orang di rumah."

Ibu Jamila lagi asik masak di dapur. Mendengar suara orang di pintu depan rumah langsung meninggalkan pekerjaanya di dapur sebentar.

Pintu dibuka oleh Ibunya Jamila. Terlihat Ibunya Jamila cowok ganteng yang seumuran dengan anaknya.

"Ada apa nak?"

"Ada..Jamila..saya mau mengambil kamera saya yang di bawa Jamila....,"

"Jamila..gak..ada. Tapi kalau urusan kamera Ibu gak tahu."

"Boleh saya...mengambil kamera di kamar Jamila...kaya..sih di taruh di kamarnya....karena urusan penting dengan kamera saya."

"Iya..boleh-boleh silakan."

Rendra di ajak masuk ke dalam rumahnya Ibunya Jamila dan lansung ke kamar Jamila.

"Permisi..Ibu..saya cari kamera saya."

"Iya...silakan...nak."

Rendra masuk kamarnya Jamila dan mencari kamera jadulnya sedangkan Ibunya Jamila mengawasi di depan pintu kamar. Dengan seksama mencari kamera di kamar Jamila. Eee..malah ketemunya...bebek dan bebek di mana-mana...maksudnya boneka bebek.

Rendra berteriak ketakutan dengan boneka bebek. Ibunya Jamila juga panik mendengar teriakan Rendra. Jamila baru pulang dan langsung masuk rumahnya.

Terdengar juga suara teriakan dari kamar Jamila dan bertanya pada Ibunya.

"Siapa orang kamar Jamila?"

"Cowok...temen kamu..."

"Kok..bisa..masuk kamar..Jamila?"

"Kan...Ibu..yang bolehkan cowok itu masuk ke kamar kamu."

"Oh..begitu."

Jamila masuk ke kamar untuk memastikan siapa orang yang masuk kamarnya? Begitu juga Ibunya Jamila.

"Kamu....!!!"

"Iya.....saya..punya..penyakit pobiya..dengan bebek.."

"Pobiya. .apa..ya?" saut Ibunya Jamila.

Jamila hanya tertawa kecil melihat cowok yang ketakutan sama boneka bebek. Rendra keluar dari kamar Jamila begitu juga Jamila untuk ngobrol di depan rumah tentang masalah kameranya dan sekalian kenalan dengan satu sama lain dan tahu nama ke duanya.

Jamila masih menahan kamera Rendra untuk ganti rugi karena dagangan hancur. Rendranya menerima dengan penjanjian apa pun? Jamila menyarankan ke Rendra untuk membantunya dalam berternak itik alias bebek.

Ya..Rendra setuju walau sebenarnya ketakutan dan itu semua demi kameranya pulang. Tapi Rendra balik dulu di penginapan ada kerjaan.

May....si Bos marah-marah karena Rendra gak ada. Dan juga sekejul pemotretan harus sesuai. May bertanya asistennya Rendra si..Boby. Ya..jawabannya...ya.."Gak tahu" Begitu juga dengan anak-anak di bawah menejemennya jawabnya "Gak ada."

May dengan suasana marah balik ke penginapan. Boby melanjutkan pemotretan dengan baik dengan model-model yang sudah siap untuk sesi pemotretan. Tania baru dateng juga dan nanya keberadaan Rendra ke Boby yang lagi sibuk dengan kerjaannya dan hasil jawabannya "Gak tahu."

Lalu Tania ngobrol dengan Sisilia untuk tahu keberadaan Rendra tetap jawabannya "Gak tahu."

Malahan Sisilia menceritakan si Bos May yang marah-marah karena gak ada Rendra. Waktu berganti begitu cepat sekali Boby beserta anak-anak menejemen Bos May kembali ke penginapan.

Rendra pun pulang. Tania mengajak Rendra dan anak-anak untuk keluar untuk bersenang-senang. Sisilia pun ikutan meyakini Rendra harus ikut. Pada akhirnya ikut Rendra ikut bersenang-senang dengan Tania dan kawan-kawan untuk menghabisi waktu malam.

Sedang Boby gak di ajak karena lagi sibuk memeriksain hasil foto hari ini. Tania, Rendra dan semua anak-anak menejemen Bos May bersenang-senang di sebuah klab malam.

May mencari anak buahnya semuanya gak ada di tempat semua dan bertanya pada Boby.

"Kemana mereka pergi semua ini?"

"Anu.. anu..Bos..pergi keluar menikmati..malam Bos. Yang mempeloporin Tania..."

"Rendra..ikut?"

"Iya..Bos...."

"Berani mereka..semua..ini melawan saya. Saya coba telpon Tania dan Rendra."

Sibuk May menelpon Tania dan Rendra untuk mengetahui keberadaan anak buahnya.

"Gak diangkat kemana mereka ini? Ayo cari mereka."

"Iya..Bos."

May dan Boby mencari anak buahnya ke sana ke sini gak ketemu lebih baik pulang saja walau masih gedek dengan ulah anak buahnya membangkang.

Dalam diskotik semua bersenang-senang. Rendra tetap diam duduk dan murung walau sudah di ajak Tania.

***

Waktu berganti pagi. May masih marah-marah dan membangunkan Boby untuk memeriksa kamarnya Tania. Ternyata Tania gak ada di kamarnya.

"Kemana..ini anak?"

Tania pun dateng langsung masuk rumah dan menuju ke kamarnya.

"Kalian berdua...ngapain di depan kamar saya?"

"Eee..gak penting. Tania kamu baru pulang dari joging?" kats May yang melihat pakaian Tania olah raga.

"Iya...kenapa?"

"Iya..gak..apa-apa? Saya cuma memperingatkan jangan aneh-aneh..kamu masih kerja sama saya. Jadi harus ikut dan patuh dengan mau saya!"

"Iya."

"Ayo..Boby."

"Iya..Bos."

May meninggal Tania begitu saja dan melanjutkan pekerjaannya begitu juga Boby. Tania langsung masuk kamar untuk ganti pakaian alias bersih-bersih diri.

***

Rendra ke rumah Jamila untuk membantu Jamila ngurus bebek. Dengan giat Rendra nolong Jamila setiap hari sampai mengantarkan pesanan telor asin ke pelanggan. Rendra berusaha menahan ketakutannya dengan bebek.

May masih marah-marah dengan Rendra gak di tempat. Tetap saja Rendra jojong bantu si Jamila. Tania pun mengikuti Rendra ke mana pun dan akhirnya tahu bahwa Rendra bersama cewek kampung.

Rendra pun meminta kameranya karena telah menolong Jamila ngurus bebek dan sesuai perjanjian. Padahal Jamila masih ingin bersama Rendra karena baru tiga hari dan juga gak belum ada resepnya sama sekali hubungan Jamila dan Rendra yang terlalu singkat.

Jamila sepakat memulangkan kamera Rendra nanti malam. Sebelum itu Rendra pulang ke penginapan. Sampai di tempat malah di ocehan Bos May karena ulah Rendra yang masih mengacaukan sekejul kerjaan. Padahal Rendra berdalih ada si Boby ada asistennya untuk menggantikan sementara waktu. Tetap saja Rendrsa di pojokan May.

"Kamu masih urusan kerjaan dengan saya kapan pun bisa saya ganti kamu!?"

Rendra hanya diam saja. May pun pergi meninggalkan Rendra ngurusin kerjaannya. Rendra dateng ke pertemuan dengan Jamila untuk urusan kameranya di kafe. Si Tania mengikuti ulah Rendra ke mana pun.

Jamila memulangkan kamera jadul ke Rendra. Baru deh makan enak di kafe tempat favoritnya Jamila. Makan dan minuman yang di pesan dateng.

"Ayam...dimana..aja..juga..sama aja..saya suka."

"Coba..in...enak."

Rendra makan daging di anggap ayam.

"Enak...kan..daging..bebek gorengnya." kata Jamila.

Rendra terkejut dan mau memuntahkan daging bebek goreng yang di makannya. Jamila sudah khawatir banget. Rendranya pingsan.

Tania dateng marah-marah ke Jamila karena ulahnya buat Rendra pingsan.

"Rendra itu takut bebek goreng. Ini malah di suruh makan bebek goreng...ya..begini jadinya.....Tolong...dong," ujar Tania.

Jamila hanya diam saja. Tania membawa Rendra ke puskesmas terdekat di bantu oleh pelayan kafe.

Sampai di puskesmas....langsung Rendra di tolong dengan cepat oleh Dokter. May..pun marah besar dengan keadaan Rendra. Setelah agak enakan Rendra di bawa ke penginapan.

Jamila dan Ibunya khawatir dengan Rendra jadi menjenguknya. May tahu orang yang menyebabkan Rendra pingsan, jadi marah-marah ke Jamila padahal ada Ibunya. Rendra siuman langsung membela si Jamila yang di marahin May dan akhirnya si Bos May diam juga.

Karena sudah baikan si Rendra. Jamila dan Ibunya permisi untuk balik ke rumahnya. Jadi Jamila menyibukkan diri dengan kerjaannya memelihara bebeknya alias kerjaan sehari-harinya mencukupi kebutuhan hidup.

Rendra tetap main ke rumah Jamila. Padahal Jamila tahu Rendra tidak ada urusan dengan Jamila. Tetap Tania mengikuti Rendra kemanapun.

Saat Rendra gak ada. Langsung deh Tania ngomong sama Jamila "Jangan dekatin Rendra lagi..saya tunangannya..tahu...dasar cewek gak bener kamu."

Omongan Tania sungguh membuat Jamila sakit hati dan terpojokkan dan berjanji "Saya tidak dekatin..Rendra..kalau..benar.dia adalah...tunangan..Mbak."

"Bagus...," saut Tania.
Tania meninggal Jamila begitu saja. Ya..Jamila tidak di ambil pikir panjang-panjang banget lebih baik pendek aja. Jamila melanjutkan pekerjaannya jualan telur asin.

Rendra ingin bertemu dengan Jamila, tapi di tolak dengan alasan yang blak-blakkan omongin Jamila "Nanti ada yang marah lagi."

Setelah itu Jamila pergi menghindari Rendra. Dengan sikap Jamila begitu membuat Rendra bingung dan lebih baik pulang ke penginapan. Tak sengaja Rendra mendengar omongan Tania ke Sisilia "Saya sudah melabrak cewek kampung..itu dengan ngaku-ngaku saya tunangan Rendra. Jadi..cewek kampung itu gak berani dekatin Rendra."

"Selamat kamu berhasil mengalahkan cewek kampung itu..jadi kamu..bisa dapetin Rendra," kata Sisilia.

Rendra langsung marah-marah sama Tania yang ngaku-ngaku jadi tunangannya dan ganggu hubungan pertemannya dengan Jamila. Rendra pun mempertegas sama Tania dan Sisilia bahwa Jamila "Pacar saya."

Tania dan Sisilia menunduk karena ocehan Rendra dan ketahuan berbohong dan buat ulah pada Jamila. Rendra pun mencari Jamila ke rumahnya dan menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya. Dan terakhir pembicaraan bicara "Mau gak jadi pacar saya."

Jamila terkejut mendengarnya dan menjawabnya "Mau....."

Rendra seneng dengan jawaban  Jamila yang "Mau." Mulai hubungan Jamila dan Rendra resmi pacaran.
Blog, Updated at: June 23, 2019

0 komentar:

Post a Comment