ASAL KAU BAHAGIA
Malam yang tenang sekali. Dono baru pulang kencan bersama Rara dan di antar pulang ke rumahnya.
"Selamat tidur Rara. Mimpi..in...Abang..ya..."
"Eeemmm...iya...."
"Abang..pulang dulu."
"Abang......," pangilan Rara.
"Apa?"
"I..love..you."
"Ya.....Aku..juga cinta...sama.adik Rara."
"Da...da...," kata Rara sambil melambaikan tangan.
"Emm."
Rara masuk ke dalam rumahnya. Dono pun pulang dengan melajukan motornya dengan kecepatan setandar. Sampai suatu daerah yang cukup sepi Dono berhenti karena lampu merah. Dengan sabar Dono menunggu lampu hijau.
Akhirnya lampu hijau juga. Dono mulai menggegas motornya membawanya dengan baik. Mobil truk oleng langsung menabrak Dono dari arah depan.
"Aaaaa...," teriak Dono.
Dono tidak apa-apa di tabrak mobil truk. Tapi di pinggir jalan Dono melihat seorang yang terkapar. Dono pun melihat dirinya meninggal.
"Jadi saya sudah meninggal dan menjadi roh penasaran. Sopir mobil truk yang ugal-ugalan di tangkep polisi karena menabrak manusia sampai meninggal di tempat kejadian.
Dono di larikan ke rumah sakit. Tapi tidak bisa di selamatkan walau ambulan sudah dateng cepat. Polisi mengoling keluarganya Dono dan menjelaskan semua kronologis kejadiannya dan juga jasadnya ada di rumah sakit.
Ayah dan Ibunya dateng ke rumah sakit setelah percakapan lewat telpon selesai dengan polisi. Sedangkan Ibu Dono mengabarkan Rara.
Seketika Rara mendapatkan kabar Dono meninggal karena kecelakaan langsung pingsan. Ayah dan Ibu khawatir dengan Rara dan di bawa ke kamarnya. Ibu Rara mengambil Hp Rara yang masih proses pembicaraan. Ibu Rara langsung kaget dengan musibah terjadi pada Dono.
Ibu Rara pun akan dateng ke rumah Ibu Dono untuk melayat dan memberitahu Rara yang pingsan ke Ibu Dono karena sokh mendengar Dono meninggal mendadak akibat kecelakaan.
Pembicaraan selesai kedua belah pihak. Ibu menjaga Rara dengan baik sampai Rara sadar. Esok paginya. Rara dateng ke rumahnya Dono untuk melayat bersama orang tuanya.
Roh Dono pun dateng masih mengikuti jasadnya belum di kuburkan padahal nginep satu hari di rumah sakit dan baru sampai di rumah pagi segera di mandikan dan kafanin. Keluarga, saudara, teman, dan warga sekitar dateng langsung sholat jenazah untuk Dono yang telah meninggal dunia begitu juga Rara dateng ke rumah Dono beserta kedua orang tuanya sholat jenazah dan semua orang mengikhlaskan kepergian Dono.
Roh Dono menyaksikan semua semua orang yang sayang pada dirinya.
"Tuhan..kenapa takdir saya begini?" teriak Dono.
Malaikat maut bangun dari tidurnya dan turun dari langit lalu mendatengi Roh Dono.
"Berisik....Roh..penasaran," kata malaikat maut.
"Siapa kamu?"
"Saya...adalah malaikat maut kamu. Berdasarkan suratan takdir yang di tetapkan Tuhan Allah SWT. Kamu....Dono telah meninggalkan dunia. Sekarang urusan dunia kamu selesai. Kamu harus menjalankan takdir berikut berikut. Tidur..selamanya. Belum waktunya hari perhitungan untuk di hitung amal ibadah kamu. Dunia belum kiamat," penjelasan Malaikat maut.
"Tapi urusan saya dengan orang saya cinta belum selesai."
"Sudah...selesai."
"Sudah..selesai cuma begitu saja malaikat maut?"
"Iya...mau..gimana..lagi. Kamu sudah meninggal dunia fana untuk menjalani alam barzah. Sebentar lagi kamu tidur saat mayat mu di semayamkan di dalam kubur. Karena terlalu lama prosesi urusan mengubur kamu...ya..jadinya kamu penasaranlah. Padahal kesalahan mu tidak ada. Cuma kamu mati karena ada manusia lalai di bisikan Setan..itu saja..rahasia Illahi. Kalau kamu masih..hidup dari kecelakaan cerita lain kalau kamu mati ya....sudah lah..jangan..banyak tanya lagi. Sebenarnya..memang kamu harus meninggal....lupakan urusan dunia mu," penjelasan Malaikat maut.
"Tapi..saya..ingin...orang saya cinta bahagia," permintaan Dono.
"Maksudmu Rara...sudahlah..urusan kamu...selesai. Satu saat ada orang yang dateng menggantikan...dirimu. Yang mencintai Rara sama seperti kamu dulu dan jalan hidupnya bahagia sampai mempunyai anak," penjelasan Malaikat maut.
"Kalau..begitu saya ikhlas...menerima..suratan takdir saya," kata Dono.
"Bagus...tidurlah..dengan tenang sampai hari kamu di bangkitkan kembali untuk menghadap Tuhan Alloh SWT."
Roh Dono menghilang. Malaikat maut naik ke langit. Jasad Dono telah di kuburkan dengan baik. Semua orang yang ikut dalam prosesi penguburan Dono pulang ke rumahnya masing-masing.
Orang tua Dono menerima kepergian Dono dengan keikhlasan dan mengadakan tahlilan cuma satu hari untuk meminta maaf saja pada warga sekitar atas segala perbuatan Dono semasa hidup saja. Rara pun dateng menghadiri tahlilan tersebut dan sudah bisa menerima kepergian Dono dengan Ikhlas.
3 tahun berlalu begitu cepat sekali. Rara bertemu dengan seorang cowok yang membahagiakan diri Rara yang bisa menggantikan keberadaan Dono. Cowok tersebut berperawakan baik nama Nussa. Rara bertemu dengan Nussa di tempat kerja Rara saat ada urusan kerja sama memajukan perusahaan. Nussa berhasil mendapat hati Rara saat pandangan pertama pada akhirnya Nussa melamar Rara untuk menjadikannya istri.
Selang waktu yang gak begitu lama Rara melahirkan anak laki-laki dan anaknya di berinama Dono ....awalnya... sama Nussa. Tapi Rara tidak ingin mengingat kenangan masa lalunya yang kandas karena keadaan maka nama anak laki-laki Rara di ganti oleh Nussa menjadi Ridho berdasarkan permintaan Rara. Hiduplah bahagia Rara bersama suami dan anaknya sesuai dengan Suratan Takdir Illahi.


0 komentar:
Post a Comment