PANEN CINTA PUTRI RAJA
Langit cerah sekali. Bagus pergi ke sawah bersama Ibu dan Bapaknya. Mulailah Bugus menggarap sawah untuk dan memperbaiki aliran air. Bagus macul sampai aliran yang tersumbat lumpur jadi aliran mengalir deras. Waktu istirahat. Bapak memberikan arahan Bagus supaya kerja di kantoran dari pada jadi petani. Bagus tetap saja dengan pendiriannya ingin jadi petani gak mau kerja kantoran.
Istirahat siang selesai Bagus melanjut kerjanya garap sawah. Eeeee....malah dapet patung yang cantik di bawa pulang sama Bagus di bersihkan dan di taruh di kamarnya tepatnya di meja belajar. Bagus pun duduk bareng dengan Bapak dan Ibunya di ruang tengah ya..ngobrolin masa depan Bagus yang harus kerja di kantoran dari pada jadi petani sama kaya Bapaknya.
Tetap Bagus ingin jadi petani. Bapak terus membujuk Bagus untuk kerja di kantor tetap gak...mau..juga...Bagusnya padahal Ibunya mengarahkan Bagus untuk masa depannya. Obrolan pun selesai gak bisa mengubah pendirian Bagus. Jadi Bagus pamitan mau kencan dengan pacarnya si Leni.
Sampai di kafe pertemuan dengan Leni dan Bagus. Ya..ternyata Leni pun punya berkeinginan punya pasangan yang kerja di kantor....maksudnya di Bank. Bagus agak tersinggung kalau di omongin masalah status pekerjaan. Leni secara halus untuk putus sama Bagus...karena ada seseorang yang bisa membuat hidup Leni bahagia.
Bagus mengerti maksud dari pola...pembicaraan Leni...ya..di putusin aja...sama Bagus. Segera Bagus pulang meninggalkan Leni di kafe sendirian. Sampai di rumah Bagus cerita dengan Bapak dan Ibunya tentang hubungannya pacarannya putus karena status pekerjaan. Ya...Bapak memberikan arahan pada Bagus untuk kerja di kantor saja..agar bisa mendapat cewek yang sukai Bagus. Ibu ya..ikut omongan suaminya.
Sampai hari berganti pagi pun tetap saja Bapak menyuruh Bagus mencari pekerjaan di kantoran dari pada jadi petani gak ada yang mau. Bagus tetap tidak mau mengubah pendiriannya. Berangkatlah saat hari mulai agak siang ke sawah Bapak, Ibu dan Bagus.
Bagus garap sawahnya dengan baik dan memperbaiki aliran air agar padi tumbuh subur. Lagi-lagi Bagus menemukan sesuatu sebuah kotak besi...yang lawas..banget..banget. Bagus membawa pulang dan minta izin pulang duluan ke rumah sama Ibu dan Bapaknya yang masih ngorus sawah.
Sampai di rumah di bukalah kotak besi yang dianggap Bagus harta karun. Eeee ternyata hanya berisi kalung dan buku kuno yang bersejarah yang bertuliskan sangsekerta. Kalungnya di kalungin di patung putri yang di temukan kemarin.
Bagus membaca tulisan sangsekerta dengan baik. Patung putri menjelma jadi Putri. Bagus kaget dan menaruh buku di meja.
"Siapa..kamu?" tanya Bagus.
"Kamu...siapa yang berani masuk ke dalam saya?" kata Putri.
"Loh..balik..nanya."
"Prajurit ...Ayahanda," teriak Putri.
Bagus berusaha menenangkan suasana agar tidak membuat kehebohan sampe tetangga dateng. Putri pun terus berteriak "Prajurit....Ayahanda."
Bagus kelimpungan menenangkan Putri. Bapak dan Ibu baru pulang dan mendengar suara gaduh di kamar bagus dan segera mengetuknya.
Bagus membuka pintu dan menjelaskan pada Ibunya "Lagi nonton sinetron kolosal."
Ibu pun mengerti masalah anaknya. Bagus menutup pintu dan berusaha menenangkan Putri yang ngomongnya...luar biasa..bikin pusing..yang kaitannya tentang kerajaan.
Bapak nanya sama Ibu tentang Bagus ya...penjelasannya sama yaitu "Lagi nonton sinetron kolosal." Bapak ya...ikut saja kata Ibu dan berusaha tenang.
Putri keluar dari kamar Bagus dan Bapak dan Ibu kaget. Bagus berusaha menerangkan "Lagi main ketoprak."
Bapak dan Ibu iya..aja mendengar penjelasan Bagus Putri keluar dari rumah mencari prajurit dan Ayahanda. Bagus tambah kacau dengan keadaan yang bikin dia pusing ulah Putri.
Bagus mencari Putri. Sedang warga sekitar melihat Putri kaya...orang main ketoprak. Bagus langsung membawa Putri yang bingung di jalan. Sampai di rumah Putri di beri pengertian sama Bagus "Diam...nanti saya cari kerajaan kamy."
"Bener ya...."
"Iya saya janji."
Bagus pun keluar dari kamar dan Putri mulai tenang. Lalu Bagus membicarakan sama Bapak dan Putri untuk di tampung di rumah satu hari untuk menyelesaika masalah Putri.
Ya..Bapak terpaksa ngikuti maunya Bagus begitu juga Ibu. Bagus pun pamitan Bapak dan Ibu ada urusan dengan Leni...ya..di izinkan.
Bagus bertemu dengan Leni kafe dan mau membicarakan hubungan yang di lanjutkan. Tapi dateng pemuda yang tampan yang kerja di Bank dan di kenalkan oleh Leni ke Bagus dan nama Tono.
Bagus kecewa...dengan sikap Leni yang sudah pedekate dengan cowok lain. Ya..Bagus pulang deh. Leni membiarkan Bagus pergi dan lebih baik ngobrol sama Tono...gebetan baru.
***
Bagus pun memenuhi janji sama Putri untuk mencari tahu tentang Putri tapi sebelumnya Bagus membeliin baju agar Putri bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Untuk mengganti baju Putri di bantuin oleh Ibunya Bagus baru deh berangkat ke dengan musium sejarah kerajaan untuk mencari tahu tentang siapa Putri sebenarnya?.
Sudah seharian penuh mondar-mandir di musium tidak dapet hasil ya...pulang. Bagus langsung lesu duduk di ruang tengah dan Putri masuk kamar lagi meratap.
Bapak dan Ibu nanya in perkembangan pencarian Bagus tentang Putri. Ya..Bagus jawab adanya "Nihil".
Bagus pun terus berusaha agar bisa tahu siapa Putri ini? Esok hari pun di jalanin berdua oleh Bagus dan Putri ke sana ke sini tetap gak ada hasil. Sampe perut Bagus laper ternyata Putri laper juga.
Ya...Putri diajak makan oleh Bagus ke tempat langganan Bagus yang...makanan dan minumannya enak. Bagus dan Putri sepakat dan berangkat ke kafe.
Sampai di kafe. Langsung memesan makan dan minuman ke pelayan untuk 2 orang segera di sajikan. Bagus dan Putri ngobrol sambil asik menikmati makan dan minum yang enak.
Eee...muncul Tono di kafe dan melihat Bagus berusaha menyapa Bagus tapi memojokkan "Mantannya Leni."
Bagus tidak menganggap Tono demi Putri yang sedang ngobrol dengannya. Tono ya...pergi begitu saja dan mencari tempat duduk. Bagus dan Putri kembali asik lagi makan dan minum.
Leni dateng kafe melihat Bagus dengan cewek gebetan baru Bagus yang tidak kenal Leni. Rasa di dalam hati Leni resah dan berusaha mengabaikan dulu setelah urusannya dengan Tono.
Leni duduk bersama Tono di kafe karena sudah janjian. Hp Tono berbunyi dan angkat. Leni mendengar percakapan Tono dan Mama. Selesai percakapan Tono pake Hp mulai nanya tentang siapa Mama?.
Tono keceplosan "Istri saya...ya..kamu..yang ke dua."
"Dasar buaya...mempermainkan saya," kata Leni.
Leni langsung meninggal Tono begitu saja karena tahu belang Tono yang sebenarnya.
***
Bagus dan Putri seusai dari kafe pergi ke sana ke sini mencari tahu tentang asal usul Putri. Tetap tidak ada hasil. Putri pun sampe ngomong sesuatu yang membuat Bagus terkejut "Bagus..mau menikahi..saya."
"Ya....menikah..itu...gimana..ya....baru kenal udah mau..menikah. Nanti aja kita obrolin ya.."
Bagus dan Putri pulang ke rumah. Sampai di rumah seperti biasa Putri langsung masuk kamar dan murung. Sedang Bagus ngobrol sama Bapak dan Ibunya. Bagus pun ingin menikahi Putri. Tapi Bapak dan Ibu menyarankan "Hus...nak jangan-jangan Putri makhluk jadi-jadian."
Bagus mempertimbangkan saran Bapak dan Ibunya. Bagus masuk ke kamar untuk istirahat.
Leni pun menemui Bagus saat sendirian dan tidak ada Putri tujuannya untuk balikkan sama Bagus. Tapi di tolak sama Bagus karena sebenarnya Bagus tidak ada rasa lagi sama Leni lagi.
Padahal Putri melihat dari jauh Bagus bersama Leni. Rasa yang gak enak timbul di hati Putri dan balik pulang. Bagus pun balik ke rumahnya ada yang di urus. Saat bicara dengan Putri....eeeee Bagus di..tolak niatnya sama....Putri ingin menikahinya.
Setelah panjang lebar bicara. Ternyata ketahuan yang sebenarnya cuma rasa gelisah Putri karena Leni dan Bagus bisa mengembalikkan keadaan jadi Bagus dan Putri akhrab lagi. Walau Putri masih murung dengan keadaan dirinya yang sebenarnya.
***
Esok pagi. Bagus ke sawah. Ternyata panennya gagal. Bagus kacau di tambah Putri yang muram durja yang meratapi keadaan dirinya. Setelah ngobrol sama Putri bagus baru inget sesuatu yang bisa menyelesaikan masalah Putri.
Bagus menyuruh diam di pinggir sawah lalu segera Bagud pulang ke rumah mengambil sesuatu. Selang berapa saat Bagus membawa kotak besi berisi kalung dan patung Putri di tempat Bagus dan Putri berdiri.
Lalu Bagus menyuruh melepas kalung yang diingat Putri dari Ibundanya. Langsung Putri menghilang. Bagus nyariin. Eeee yang terlihat adalah patung Putri.
Bagus makein kalung ke patung Putri lagi. Jadi Putri balik lagi. Ternyata ketahuan asal muasal Putri dan juga Putri senang bisa balik ke asalnya. Kesepatan perpisahan oleh Bagus dan Putri.
Jadi kalung di lepas dan Putri jadi patung dan masukkan ke dalam kotak besi bersama buku mantra. Bagus pun menguburkannya kotak besi dengan baik-baik sampai menebarkan biji padi yang bentuk tulisan "I love you" Bagus pulang ke rumah setelah urusannya mengubur kotak besi.
Bapak dan Ibu tahu dengan keadaan Bagus yang kehilangan cintanya. Setiap hari meratap Bagus mikirkan Putri. Ya...pada akhirnya Bagus memutuskan untuk menggali di mana kotak besi di kubur. Saat Bagus menggali kotak besi di datengin oleh seorang cewek cantik yang mirip dengan Putri dan ingin membeli tanah karena Bapaknya Bagus ingin menjual tanah pertaniannya.
Bagus tidak mau menjualnya. Tapi cewek yang bernama Carolien yang baru pulang dari Belanda dan ingin membeli tanah untuk membuat usaha di Indonesia....ya...walau...masih ada..darah...pribumi Carolien. Maka itu terus mendesak Bagus menjual tanahnya. Tetap Bagus menolaknya.
Carolien memberikan kartu nama untuk Bagus berubah pikiran. Ya...awalnya tidak menerima...desakan Carolien.. ya..menerimanya.
Carolien pulang ke rumahnya begitu juga Bagus pulang ke rumahnya. Sampai di rumah Bagus selalu ke pikiran Carolien yang mirip dengan Putri. Bagus mendatengi rumah Carolien dan memenuhi undangan.
Sampai di kediaman Carolien. Bagus di sambut hangat oleh anak buahnya Carolien dan diantarkan untuk menemui Carolien.
Sampai di dalam rumah Carolien. Bagus duduk di tempat yang di siapkan khusus untuk Bagus dan Carolien. Dan ada pagelaran tarian untuk menyambut tamu. Bagus langsung kaget yang di lihatnya Putri yang pake pakeaan penari kaya pemain ketoprak dan saat pertemuan pertama kali dengan Putri.
Carolien pun berusaha membujuk Bagus menjual tanahnya tetap gak mau. Ya...Carolien tahu sifat Bagus yang keras kepala dengan pendiriannya. Carolien mengeluarkan kotak besi yang membuat Bagus tertarik.
Bagus pun berusaha membuka kotak besi dan ternyata memang miliknya. Carolien menyuruh baca buku mantra tersebut dengan bahasa Indonesia dan menjelaskan "Bahwa buku itu punya leluluhur Carolien siapa yang bisa membaca buku mantra..maka jadi jodoh Carolien."
Bagus pun bisa membacanya. Dan melihat sesuatu kaya kalung dipakai Putri. Carolien pun bilang sama Bagus "Yang boleh manggil saya Putri hanya..suami saya."
Ya...Bagus menerima Carolien jadi..istrinya dan mulai bercerita yang sebenarnya tentang Carolien dan ternyata ada silsilah keturunan dari Putri masa lampau jadi pantes wajahnya Carolien mirip dengan Putri ...orang yang di cintai Bagus.


0 komentar:
Post a Comment