HANTU TUKANG OJEK

Posted By Cerpen universal on Monday, June 24, 2019 | June 24, 2019

HANTU TUKANG OJEK

Seperti biasanya Lira sibuk mengetik di depan leptopnya untuk menyelesaikan tugas mata kuliah ekonomi. Sampai-sampai sarapan pagi masih mengetik untuk menyelesaikan makalahnya. Ibu Lira yang bernama Wanda senang usaha dari anaknya untuk mendapatkan gelar sarjana. Ketikan Lira pun selesai dan sudah menjadi makalah yang bagus tinggal di serahkan pada Dosennya yang bernama Ibu Mila. Lira dengan baik menyimpan file hasil kerjaannya. Barulah leptop di matikan dan juga sarapan Lira selesai.

"Nak mau tambah roti selainya!" kata Ibu Wanda.

"Mam...saya kenyang. Udah dulu ya. Lira ada jam hari ini. Jadi buru-buru ke kampus," kata Lira.

"Kamu bawa mobil sendiri atau motor?" tanya Ibu Wanda.

"Hari ini gak. Buru-buru. Takut telat ke kampus untuk prestasi makalah tentang ekonomi mikro," kata Lira.

"Jadi kamu ke kampus naik apa?" tanya lagi Ibu Wanda.

"Pake ojek langganan. Pak Karto. Sudah nunggu di depan rumah. Udah dulu ya...Mam. Asalamualaikum," kata Lira sambil bersaliman dengan ibunya.

Ibu Wanda segera menjawab salam anaknya "Waalaikum salam."

Lira bergegas keluar dari rumah. Pak Karto sudah di depan menunggu. Lira segera naik motor Pak Karto.

"Mau kemana neng Lira...tujuannya?" tanya Pak Karto.

"Ke kampus cepet!" kata Lira yang tegas.

"Baik..neng," jawab Pak Karto.

Pak Karto membawa motor dengan cepat sampai di kampus. Setelah sampai di kampus dengan aman terjamin oleh Pak Karto. Lira membayar Pak Karto dengan tip yang cukup besar.

"Terima kasih...ya..neng..Lira," kata Pak Karto.

"Iya...sama-sama," jawab Lira.

Lira buru-buru ke dalam kampus untuk presentasi makalahnya tentang ekonomi mikro. Sedang Pak Karto menjalankan tugasnya sebagai tukang ojek seperti biasanya. Lira pun langsung masuk kelas dan di suruh Dosen Ibu Mila mempresentasikan makalahnya ke teman-temannya setelah ada sesi tanya jawab.

Lira berhasil memprentasikan tugasnya dengan baik dan sekaligus bisa menjawab semua pertanyaan dari temannya termasuk Dosennya Ibu Mila. Hal hasil dari kerja keras Lira mendapatkan nilai A.  Lira seneng banget sampe-sampe traktir teman-teman dekatnya Lina, Anggi, dan Yulia untuk makan di kantin untuk merayakan Lira mendapatkan nilai A dari mata kuliah ekonomi.

Mereka berempat ngobrol sampai waktunya untuk pulang dan ternyata Anggi ngajak main ke mall dulu pake mobil Anggi ke mall. Ke empat gadis jomblo bergembira bersama. Sampai waktu menunjukkan malam hari. Ternyata Lira pisah dengan teman-temannya ada keperluaan mendadak di rumah. Jadi Lira menelpon Pak Karto untuk menjemput Lira di mall.

Selang berapa saat Pak Karto sudah di parkiran menunggu Lira. Setelah melihat Pak Karto di parkiran segera Lira naik motor Pak Karto. Seperti biasanya Pak Karto bertanya kepada Lira "Mau kemana tujuan neng?"

"Pak Karto....biasa pulang ke rumah!" kata Lira.

"Baik...neng," jawab Pak Karto.

Pak Karto membawa motornya dengan baik sampai di rumah Lira. Sampai di rumah Lira. Seperti biasa Lira mengeluarkan bayaran sekaligus tip buat Pak Karto. Tapi kali ini Pak Karto menolaknya. Lira terkejut. Sedangkan Pak Karto pergi begitu saja dan mengabaikan Lira.

"Kenapa Pak Karto aneh ya," celoteh Lira.

Lira pun mengabaikan semuanya dan masuk ke dalam rumah. Lalu Lira ngobrol dengan Ibunya dengan masalah arisan Ibunya yang bermasalah. Segera Lira menyelesaikan dengan baik ke salah pahaman dengan teman-teman Ibunya  lewat telepon sana dan sini. Hal hasilnya Ibu Lira mendapatkan uang arisannya. Ketika bersantai di ruang tengah Ibu Wanda bertanya pada anaknya "Nak kamu pulang ke rumah di anter siapa?".

"Saya di anter tukang ojek langganan saya. Pak Karto....Mam," kata Lira.

"Astafirohulazim. Nak Pak Karto baru meninggal tadi siang karena kecelakaan di tabrak mobil trek. Kalau gak salah kejadiaannya dekat kampus kamu. Mayat akan kuburkan besok," cerita Ibu Wanda.

"Ibu dapet kabar Pak Karto meninggal dari siapa?" tanya Lira.

"Dari....istrinya dan anaknya Pak Karto," jawab Ibu Wanda.

"Astafirohulazim. Inalilahiwainalilahi rojiun. Ternyata Pak Karto meninggal. Pantes Pak Karto tidak menerima bayaran ojek dari saya. Pak Karto.....jangan-jangan jadi hantu penasaran hanya untuk mengantarkan saya pulang ke rumah," cerita Lira sambil menetes air matanya karena sedih.

"Sudah-sudah Pak Karto orang baik. Semoga amal dan ibadahnya di terima di sisi Alloh SWT,"  kata Ibu Wanda memberikan masukkan pada anaknya.

"Amin," jawab Lira yang masih bersedih.

Lalu sang Ibu Wanda memeluk anaknya yang terguncang jiwanya baru di datengin hantu penasaran tukang ojek langganan. Keesokan harinya Lira da Ibunya bersilaturahmi ke rumah Pak Karto  untuk bertemu dengan anak dan istrinya  Pak Karto untuk bela sungkawa.
Blog, Updated at: June 24, 2019

0 komentar:

Post a Comment