CINTA BUTA
Seorang laki-laki miskin bernama Dadang yang kerjaannya hanya seorang sapam complek perumahan elit. Dadang rajin dalam menjalan tugasnya untuk memberikan ke amanan. Suatu ketika Dadang menyukai seorang gadis cantik buta yang berjualan bunga dan sekaligus gadis tersebut pemilik toko bunga namanya Rahayu.
Dadang selalu membantu Rahayu dengan ikhlas untuk menjualkan bunga setelah kerja berganti sip dengan teman kerjanya bernama Heru. Sebagai teman baik Heru tahu kalau Dadang menyukai Rahayu. Sebaliknya juga Rahayu juga mencintai Dadang. Tapi suatu ketika Rahayu berniat oprasikan matanya agar bisa melihatnya. Dadang pun senang niatnya Rahayu ingin melihat dunia. Masalah utama biaya mahal.
Dadang mau membantu Rahayu dengan gajinya sebagai sapam walau kecil. Dadang mengumpulkan uang tersebut dengan susungguh sampai cukup membantu operasi Rahayu yang sudah mendapatkan donor mata. Rahayu senang dengan uang yang di beri Dadang untuk operasi matanya. Sebelum di operasi Rahayu ingin menyentuh wajah Dadang. Rahayu mendapat gambaran wajah Dadang saat menyentuh dan rekam oleh pikirannya.
Mulai operasi mata untuk Rahayu melihat dunia ini yang indah. Tapi di sisi lain Dadang mendapat tugas untuk menjaga komplek perumahaan dan tidak mengikuti perkembangan operasi Rahayu.
Terjadilah perampokan saat Dadang sedang operasi keliling komplek perumahan. Dadang menyergapnya penjahat-penjahat sampai terjadi pertarungan. Dadang berhasil mengalahkan satu persatu penjahat. Saat lengah sedikit Dadang mendapat pukulan keras pada wajahnya. Seketika Dadang bersimbah darah di wajahnya dan akhirnya pingsan.
Heru baru dateng menghajar penjahat yang mencelakai Dadang. Akhirnya penjahat yang merampok rumah yang di jaga Dadang dan Heru di tangkap dan polisi segera membawanya kantor polisi untuk di penjara.
Sedangkan Dadang segera di larikan ke rumah sakit. Dadang langsung di operasi karena ada kerusakan pada wajahnya. Selang berbulan-bulan Dadang pulih dari luka di wajahnya dan Heru sebagai teman selalu menemani Dadang di rumah sakit.
Sampai suatu ketika surat undangan datang pada Dadang lewat Heru. Dadang langsung terkejut sekali.
"Rahayu mau menikah?" kata Dadang.
"Iya...Rahayu cewek yang kamu sukai mau menikah. Saat matanya melihat bukannya kamu yang dilihat melainkan cowok ganteng yang menolongnya sampai melihat yaitu Dokter muda yang bernama Raen," cerita Heru.
"Jadi cinta saya sia-sia," saut Dadang.
"Iyalah. Yang buta bukan kamu Dadang. Tapi Rahayu di butakan oleh cinta Raen. Maka kamu mental. Lihat kondisi kamu sekarang wajah mu rusak akibat bertarung dengan penjahat. Dan juga mana mau Rahayu dengan orang cacat pada wajahnya," kata Heru yang ceplas ceplos.
"Iya sadar. Saya ikhlaskan cinta ini. Ternyata Rahayu wanita hatinya buta. Tidak bisa membedakan orang mencintainya," kata Dadang.
"Ikhlaskan saja pengorbanan kamu sama Rahayu. Zaman sekarang susah mencari wanita yang melihat pake hati. Tetap tampang alias ganteng," kata Heru.
"Saya mengerti keadaan saya," kata Dadang.
"Banyak istirahat ya.....sebentar lagi kamu boleh pulang dan segera kerja lagi jadi sapam komplek perumahan," saran Heru.
"Iya," jawab Dadang.
Heru pun meninggalkan Dadang istirahat ruangan perawatan. Selang beberapa hari Dadang keluar dari rumah sakit dan bekerja lagi jadi sapam.
Seusai bekerja Dadang memberanikan diri main ke toko bunga Rahayu. Saat itu Dadang berpura-pura ingin membeli bunga. Saat mendengar suara Dadang mulai rasa detak jatung berbeda. Rahayu mendekati Dadang dengan wujut yang cukup menyeramkan karena wajahnya tidak sempurna lagi akibat kecelakaan di hajar penjahat.
Rahayu memberanikan diri berhadapan dengan Dadang sebagai pembeli bunga. Rahayu mulai yakin dengan suara Dadang adalah orang yang di cintai Rahayu. Kemudian Rahayu meminta kepada Dadang untuk menyentuh wajah Dadang yang tidak sempurna lagi seperti dulu.
Dadang memperbolehkan Rahayu menyentuh wajahnya. Dengan seksama Rahayu menyentuh wajah Dadang. Air mata Rahayu jatuh di pipinya. Rahayu menemukan cinta sejatinya begitu dengan Dadang, tapi jalan cerita cinta tidak bisa menyatukan Dadang Rahayu karena Raen yan sudah menjadi suami Rahayu.
Dadang pergi meninggalkan Rahayu begitu saja tanpa membeli bunga. Rahayu menangis dan hatinya sakit sekali, lalu Raen datang memeluk istrinya dengan penuh kenyamanan dan perlindungan.
Dadang pun tegar dengan keadaannya.
"Rahayu benar mencintai saya hatinya tidak buta. Tapi keadaan yang membuat cinta ini tidak bisa bersatu," celoteh Dadang.
Dadang menjalankan hidupnya seperti biasa menjadi sapam komplek perumahan dan melupakan cinta denga Rahayu dan Heru selalu membantu Dadang dalam susah dan senang sebagai sahabat baik. Sedangkan Rahayu harus menjalankan hidupnya dengan Raen dengan bahagia dan berusaha melupakan cinta sejatinya saat ia buta demi suaminya.


0 komentar:
Post a Comment