KERETA HANTU

Posted By Cerpen universal on Tuesday, June 25, 2019 | June 25, 2019

KERETA HANTU

Pagi-pagi sekali Budi berkemas-kemas untuk berangkat ke kota Jakarta pake kereta. Budi di bantu dengan Awang sudah siap di depan rumah. Segera Budi keluar dari rumahnya tak lupa untuk menguncinya.

"Budi ayo.....cepetan keburu siang!" panggil Awang sedang menunggu di motor.

"Iya tunggu sebentar," saut Budi.

Budi pun mau naik motornya Awang malah di panggil oleh Bude Ngatiyem. Mau gak mau menunggu sebentar. Awang pun jauh lebih sabar lagi menghadapi keadan yang gak begitu runyem cuma takut di tinggal kereta saja.

Budi pun menunggu maunya Bude Ngatiyem.

"Nak Budi....Bude bawain keripik singkong, tales, dan pisang untuk bekal di jalan. Sama ini uang kalau kamu kekurangan uang....saat di perjalanan, "  kata Bude Ngatiyem.

"Dasar anak mami. Cuma urusan sepele di kota Jakarta. Ngurusin saudara kawinan. Repot banget," saut Awang yang mendumel.

"Sut..diam Awang!" kata Budi sambil jari telunjuk Budi di depan bibir.

Awang pun diam karena mengerti maksudnya Budi berkata begitu.

"Terima kasih Bude," kata Budi yang santun.

"Iya ...hati-hati jalan. Awang bawa motornya jangan ngebut!" kata Bude Ngatiyem.

"Iya," jawab Awang.

Baru selanjut Budi "Iya...Bude."

Budi naik di jok belakang motor. Segera Awang membawa motornya. Baru di sarankan Bude jangan bawa motor ngebut. Awang membawa motor kaya orang kesetanan. Padahal Budi pun menyuruh juga "Pelan-pelan bawa motornya."

Awang pun akhirnya mengerti dan mengurangi kecepatannya. Motor pun bawa dengan kecepatan standar oleh Awang sampe stasiun kereta api.

Di stasiun kereta api Budi pamitan dengan Awang karena lebih tua. Baru deh Budi masuk stadiun kereta api setelah membeli karcis jurusan Jakarta. Sedang Awang segera pulang ke rumahnya. Baru 100 meter dari stasiun kereta api. Awang malah di tangkap polisi karena membawa kendaraan dengan kecepatan tinggi di jalan umum. Awang pun menerimo kesalahannya dengan menerima surat tilang dari polisi.

"Nasip....nasip...lagi..apes," kata Awang sambil geleng-geleng kepala.

Awang pun mengurus baik-baik persoalannya. Sedangkan Budi langsung naik kereta karena kereta telah menunggu dari  tadi penumpang mau menggunakan jenis angkutan umum. Budi masuk ke dalam kereta dan duduk dekat jendela. Tiba-tiba bulu kuduk Budi merinding dan suasana menjadi aneh karena ada kabut di stasiun kereta api.

Semua orang berubah menjadi sangat menyeramkan. Budi berusaha menyadarkan diri dengan mengucek-ngucek matanya takut salah lihat. Ternyata Budi tidak salah lihat.

"Hantu......," kata Budi dengan suara halus banget karena ketakutan.

Budi segera melangkah seribu keluar dari kereta dan sambil berteriak "Setan......"

Budi berusaha keluar dari kereta hantu yang penuh dengan hantu penasaran. Akhirnya Budi melihat jalan keluar dan segera melompat. Budi pun berhasil keluar dari kereta hantu dengan selamat.

Seketika keadaan kembali semula. Budi pun menjadi bingung. Lalu Budi menyakini dirinya dengan mencubit pipinya. Ternyata beneran Budi naik kereta hantu. Budi melihat sekelingnya. Terkejutlah Budi karena menaikin kereta yang sudah rusak akibat kecelakaan  jalan rel rusak. Dan ada petugas yang menegur Budi jangan naik kereta rusak itu.

Budi pun meminta maaf karena kecerobohannya ke petugas stasiun kereta api. Budi pun di pandu untuk naik kereta yang sebenarnya. Budi pun bersyukur bisa selamat dari ujian ketemu setan di kereta berhantu. Budi masuk kereta sebenarnya menuju Jakarta dan tak lupa berdoa agar tidak bertemu setan lagi.
Blog, Updated at: June 25, 2019

0 komentar:

Post a Comment