SILUMAN KUCING

Posted By Cerpen universal on Monday, January 28, 2019 | January 28, 2019

SILUMAN KUCING


Seekor kucing bernama Shiro berjalan di ke sana dan ke sini. Hujan pun turun Shiro berlari dan bersembunyi di balik papa di pinggir gang untuk untuk iyup. Hujan semakin deras sekali di tambah dengan petir yang menyambar-nyambar. Shiro terus menunggu sampai hujan berhenti dan akhirnya ketiduran. Keesokanya Shiro pun terbangun dari tidurnya. Seorang Ibu menemukan Shiro yang ke dinginan dan di bawa ke rumahnya.

Shiro di jadikan hewan piaraan Ibu yang bernama Yuka dan beri kalung tanda dari pemiliknya. Shiro sangat senang sekali hidup bersama Ibu Yuka. Shiro bermain di rumah Ibu Yuka dengan riang. Lalu Ibu Yuka mengambilan ikan di dalam kulkas dan di taruh di piring kaleng dan di berikan kepada Shiro.

"Makan Shiro!"perintah Ibu Yuka.

Shiro tidak menggrubis makan yang di beri Ibu Yuka dan segera meninggalkan ikan yang ada di piring kaleng.

"Shiro," panggilan Ibu Yuka.

Shiro malah mondar-mandir ke sana ke sini. Ibu Yuka membiarkan Shiro bermain. Ternyata anak Ibu Yuka  yang bernama Riki dateng ke rumah.

"Ibu gimana dengan keadaan mu?" tanya Riki.

"Baik. Setelah Ayahmu meninggal Ibu berusaha semampunya menjalankan hidup sendirian."

"Maaf...saya bukan gak mau merawat Ibu. Tapi hidup di zaman sekarang harus giat bekerja untuk bisa makan. Jadi saya beruha mencapai masa depan lebih baik untuk saya. Apalagi umur saya sudah masuk 30 tahun. Saya berfikir untuk berkeluarga. Tapi menjalankan hidup berumah tangga itu gambang-gampang sulit. Banyak ujiannya dari mental dan ekonomi yang paling utama. Maka sekali lagi maafkan anak mu ini yang tidak berbakti yang tidak bisa menjaga mu."

"Kamu..sudah dewasa. Bisa mengambil keputusan yang terbaik. Ibu hanya mendoakan kamu menjadi orang sukses."

"Iya...Ibu." jawab Riki dengan baik.

Riki pun pamitan dengan Ibunya untuk bekerja lagi. Sang Ibu merelakan anaknya mengejar impiannya. Shiro memperhatikan keduanya, lalu melompat mengejar sesuatu ternyata nyangkut di lukisan yang di taruh di lantai.

Ibu Yuka melihat Shiro yang susah payah karena terjebak ada lukisan. 

"Shiro," kata Ibu Yuka sambil tertawa.

Ibu Yuka membebaskan Shiro yang terjebak di lukisan. Shiro pun senang sekali. Riki pun pulang ke rumah lagi. Dalam rumah terjadi pertengkaran antara Ibu dan anak yaitu cuma perselisihan paham. Shiro pun marah melihatnya. Saat Riki keluar dari rumah dan berjalan di lingkungan sekitar. Shiro mendatangi Riki.

"Kamu?" kata Riki.

Shiro mulai menggeram dan berubah wujud menjadi monster kucing dan segera menyerang Riki. Dengan perasaan takut sekali Riki berlari menjauh dari serangan Shiro. Setelah kejadian itu Shiro balik ke wujudnya yang normal dan pulang ke rumah untuk menemani Ibu Yuka. Sedangkan Riki mencari seorang pendeta untuk menangkap Shiro si siluman kucing. Riki mendapatkan pendeta yang bernama Yan yang cukup hebat dan dateng menemuinya di tempat yang sunyi untuk bernegoisasi. Pendeta Yan menerima tawaran Riki dengan baik, tetapi temannya pendeta Yan yang bernama Pong meminta bayaran yang setimpal.

Riki kaget dengan harga yang di tawarkan Pong yang mahal banget dan merasa tidak bisa membayarnya. Tapi pendeta Yan hanya ingin menolong Riki dalam ke sulitan dan tidak ada penarikan bayaran. Riki pun senang dan meninggalkan tempat negoisasi.  Pendeta Yan mencari Shiro dengan mengawasi rumah Ibu Yuka. Ternyata keberadaan pendeta Yan dan Pong diketahui oleh Shiro dan marah sekali.

Pong di kejar oleh Shiro sampai kocar-kacir. Sampai di pinggiran kali Shiro makin buas mengejar Pong. Pendeta Yan melemparkan kertas mantra dan terbang untuk membelengu Shiro. Ternyata Shiro adalah siluman yang kuat langsung berubah wujud menjadi besar dan menghancurkan kertas mantra dengan kaki kanannya. Shiro mengejar pendeta Yan dan menyerang dengan cakar dari kaki kanannya. Pendeta Yang menghindari seranga Shiro.

"Kenapa kamu mengganggu urusan saya?" tanya Shiro.

"Kamu adalah siluman yang makan energi manusia. Ibu Yuka akan terus sakit da mati jika kamu dekati," kata pendeta Yan.

"Saya..dengan omongan kamu," kata Shiro sambil menyerang lagi.

Pendeta Yan menghindari serangan Shiro. Lalu Shiro pun berlari meninggalkan pertarungan pulang ke rumah dan kembali ke wujudnya semula. Shiro sampai di rumah. 

"Shiro," kata Ibu Yuka.

Shiro senang sekali bertemu dengan Ibu Yuka. Tapi ternyata Ibu Yuka makin sakit dekat dengan Shiro. Dengan segera Shiro berlari menjauh dari Ibu Yuka dan mengingat kejadian di masa lalu bahwa ada yang mau merawat dirinya dan akhirnya matinya. Shiro terus berlari tetapi Ibu Yuka terus memanggilnya dan berusaha mengejarnya. 

Sampai di tengah hutan belantara. Ibu Yuka sendirian mencari Shiro dan tidak sengaja bertemu dengan beruang.

"Tolong..," teriak Ibu Yuka.

Shiro mendengar teriakan Ibu Yuka yang meminta bantuan. Shiro berlari dengan cepat sekali mencari Ibu Yuka. Sampai di tempat kejadian. Ibu Yuka hampir di hancurkan dengan cakarnya beruang. Shiro berubah menjadi besar dan melawan beruang. Pertarungan pun sengit antara Shiro si siluman kucing dengan beruang.

Shiro memenangkan pertarungan dan mengusir beruang. Tapi efek dari pertarungan itu Shiro terluka pada bagian pundak bagian kiri. Sekuat tenaga Shiro menahan sakitnya.

"Shiro," panggilan Ibu Yuka.

Shiro berusaha menjauh dari Ibu Yuka. Ternyata Riki mencari Ibunya bersama pendeta Yan. Riki melihat Ibunya dekat dengan Shiro yang berwujud monster kucing langsung lari cepat dan berusaha melindungi Ibu tersayang.

"Menjauh dari Ibu saya!" kata Riki.

Shiro pun mengerti khawatiran dari Riki anak dari Ibu Yuka. Lalu Shiro berpura-pura di kalahkan oleh Riki dan melarikan diri ke dalam hutan dengan terbirit-birit. Riki pun berhasil menyelamatkan Ibunya dari siluman kucing. Tapi Ibu Yuka bersedih karena Shiro meninggalkan dirinya. Pendeta Yan pun yang melihat kejadian membiarkan siluman kucing pergi menjauh dari lingkungan manusia menuju hutan.

Di dalam hutan Shiro menyendiri dan berusaha melupakan kejadian semuanya. Luka di badan pun di anggap Shiro tidak di rasa. Shiro pun ingin hidup normal seperti kucing biasanya tapi karena dia adalah siluman kucing yang menyerap energi manusia. Maka Shiro lebih baik tinggal di hutan dengan kesendiriannya.
Blog, Updated at: January 28, 2019

0 komentar:

Post a Comment