KUBURAN TUA

Posted By Cerpen universal on Monday, January 28, 2019 | January 28, 2019

KUBURAN TUA 

Malam begitu larut sekali. Seorang laki-laki berperawakan tua bangkotan yang bernama Jack berjalan masuk dalam hutan. 

"Kayanya saya terlalu banyak minum?" kata Jack.

Jack terus berjalan di dalam hutan sampai masuk kuburan tua dan bersandar pada nisan. Jack mendengar suara orang yang sedang menggali kuburan. 

"Siapa itu..yang mengusik ketenangan daerah sini?" teriak Jack.

Tanah bergoncang dan akhirnya batu nisan berjatuhan. Jack ketakukan sekali lari terbirit-birit. Sampailah di kantor polisi. Jack menceritakan kejadian pada kuburan tua di tengah hutan. Polisi percaya dengan laporan Jack dan warga sekitar pun ikutan ingin melihat keadaan kuburan tua. Sampai di kuburan tua di tengah hutan. Pak polisi bingung dengan keadaan kuburan yang hancur dan begitu juga dengan para warga.

"Benar kan ada yang aneh pada kuburan tua ini. Saya cuma minum sedikit hari ini," penjelasan Jack.

Pak Polisi dan warga percaya dengan penjelasan Jack dan akhirnya semuanya pulang ke rumah masing-masing. Sesosok wanita yang berpenampilan aneh bernama Mira mendekati Pak polisi dan bertanya sesuatu.

"Pak tahu tentang si Heng yang pernah di makamin di sini?" tanya Mira.

"Kayanya saya tahu sih. Tapi kamu ini siapa?" kata Pak Polisi.

"Saya....anaknya paling tua Mira dan baru dateng dari desa yang jauh," katanya.

"Iya...kaya saya inget, tetapi samar kayanya. Pak Heng pernah di makamin di sini," kata Pak Polisi.

"Kalau begitu terima kasih atas bantuannya..ya Pak."

"Iya...sama-sama..nak."

Pak polisi meninggal kuburan tua yang hancur karena bencana alam saja begitu juga dengan warga yang lain di anggap bencana alam juga dan Jack hanya mengikuti penjelasan Pak Polisi setelah menyisir tempat kejadian dengan seksama.

Seorang pemuda bernama Seng mendatengi kantor polisi dan bertanya untuk kejadian di kuburan tua. Pak polisi menjelaskan dengan seksama dengan Seng yang ingin tahu kejadian yang sebenarnya. Lalu Seng pergi ke tempat kuburan tua dan memastikan sendiri. Sampai di kuburan tua.

Terlihat kuburan hancur berantakan. Seng mencoba mencari tahu penyebabnya. Tiba-tiba seorang wanita menggali makam.

"Hey ..siapa kamu yang menggali makam?" teriak Seng.

Sang wanita jojong menggali makam.

"Kalau begitu saya potret pake Hp saya untuk tanda bukti laporan ke polisi ada yang ingin menggali makam," celoteh Seng sambil memotret.

Sang wanita melihat Seng dengan sorotan yang tajam. Seng ketakutan sekali dan berlari masuk ke dalam hutan. Seng pun terjatuh karena kakinya terselandung kayu yang menghalangi langkahnya. Sang wanita dengan melompat  memukul bagian kepala Seng dengan sebuah sekop. Seketika Seng pingsan.

Sang wanita membawa Seng ke kuburan dengan di geret. Seng pun siuman.

"Kepala saya sakit sekali," kata Seng.

Seng melihat wanita yang memukulnya masih menggali makam. Seng yang ketakutan pun mulai berlari. Tapi ternyata sang wanita bergerak cepat dan menjatuhkan Seng dan menggeretnya ke dalam  lubang.

"Ampun jangan saya di kubur," kata Seng yang memohon.

Sang wanita terus menjalankan niat yang buruk dengan menyekop tanah dan meleparkan ke badan Seng yang berada di dalam lubang kuburan.

"Ampun..ampun..saya jangan di kubur hidup-hidup," kata Seng.

Tetap wanita melemparkan tanah ke dalam lubang kuburan untuk mengubur Seng.

"Karena ada saksi harus di musnahkan," kata Mira.

Seng teringat dengan omongan Pak polisi tetang saudarinya dari jauh.

"Ampun kakak...saya adik mu Seng. Kakak adalah saudari saya yang datang dari jauh. Saya anaknya Pak Heng....kak...namanya Mira..kan," kata Seng.

"Saya bukan kakak mu," kata Mira.

"Haaa...jadi kamu membohongin saya dan Pak polisi? kata Seng.

"Saya tidak ada urusan dengan kamu. Tapi saya mencari Heng," kata Mira.

Dari kuburan keluar mayat dan berjalan mendekati Mira. Seng pung melihatnya mayat hidup. Mira menusuk  bagian belakang kepala sampai tembus ke mulut menggunakan golok.

"Aaaa..," teriak Seng yang terkejut dan takut. 

Mayat-mayat pada keluar dari kuburan dan mendekati Mira. Dengan sigapnya Mira menumbangkan mayat-mayat hidup dengan golok. Seng keluar dari lubang kuburan dan melihat pertarungan Mira dengan mayat hidup. Mira berhasil menjatuhkan mayat hidup semuanya dan meninggalkan kuburan tua. Mira bertemu dengan temannya bernama Jang di pinggir jalan.

"Gimana Mira..menemukan sesuatu?" tanya Jang.

"Kaya..nihil. Kita harus mencari di tempat lain untuk mendapatkan petunjuk tentang Heng," jawab Mira.

"Kalau begitu kamu ikut saya," ajak Jang.

"Iya," saut Mira.

Jang dan Mira ingin masuk mobil. Pada saat itu Seng berusaha keluar dari area kuburan tua dan di kejar oleh mayat hidup. Seng yang ketakutan sekali tidak sadar mengeluarkan ilmu sihirnya seperti kilatan petir yang menyambar dan menghanguskan para mayat hidup. Lalu Seng pun lari dengan cepat meninggalkan kuburan tua.

Mira dan Jang melihat kilatan petir dan suaranya yang menggelegar. Keduanya tidak jadi masuk mobil dan berlari menuju kuburan tua. Mira dan Jang melihat para mayat yang hangus terbakar.

"Jangan-jangan pemuda itu yang melakukannya," kata Mira.

"Penilaian kamu benar. Saya menemukan identitas pemuda yang menghancurkan mayat hidup ini dengan kilatan petir," kata Jang.

"Kalau begitu saya akan mencari pemuda itu," kata Mira.

Keesokan harinya. Seng menjalankan kehidupan seperti biasanya sebagai mahasiswa. Pada saat di kampus Seng sibuk menelpon lewat Hpnya ke pada Pak polisi menceritakan kejadian di kuburan tua. Setelah selesai ngobrol lewat Hp. Seng terkejut dengan kehadiran Mira yang duduk di sebelahnya. Padahal saat itu Seng ada jam kuliah dan sedang menunggu Dosen mengajarkan ilmu kepadanya. Seng hanya bisa membisu dan tidak berkutik sama sekali di hadapan Mira.

"Saya menemukan mu," kata Mira.

"Terserah lah," jawab Seng.

Seng pun pasrah dengan keadaannya.
Blog, Updated at: January 28, 2019

0 komentar:

Post a Comment